Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tindak Tutur dan Implikatur dalam Bahasa Komunitas Remaja Masjid pada Generasi Muda: Kajian Pragmatik Apriliani Daely; Nasywa Alysa Putri; Retno Anggelica Aini; Shela Jenari Marbun; Delvina Amelia ramadhani; M. Oky Fardian Ghafari; Ita Khairani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zx3dqv88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dan implikatur dalam bahasa komunitas remaja masjid pada generasi muda dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berupa wawancara kuisioner dan disebarkan kepada remaja masjid melalui media sosial WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka sering menggunakan bahasa santai namun tetap sopan, dengan banyak sindiran halus dan strategi komunikasi yang menjaga keharmonisan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bahasa dan komunikasi dalam komunitas keagamaan.
Representasi Identitas Budaya Melalui Busana dalam Kulturfest 2025 di Universitas Negeri Medan: Analisis Ikon, Indeks dan Simbol dalam Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce Delvina Amelia Ramadhani; Shela Jenari Marbun; Apriliani Daely; Retno Anggelica Aini; Nasywa Alysa Putri; M. Oky Fardian Ghafari; Syairal Fahmy Dalimunthe
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/br116d76

Abstract

Penelitian ini membahas representasi identitas budaya melalui busana yang dikenakan oleh peserta dalam acara Kulturfest 2025 di Universitas Negeri Medan. Fokus kajian adalah analisis semiotik terhadap elemen pakaian sebagai sistem tanda yang merepresentasikan afiliasi etnik, nilai-nilai spiritual, kesadaran lingkungan, dan ekspresi budaya lokal serta global. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis visual berbasis teori semiotika Charles Sanders Peirce, penelitian ini menunjukkan bahwa pakaian yang ditampilkan, mulai dari busana adat Melayu, ulos Batak, hingga kostum daur ulang yang merepresentasikan budaya Jerman, berfungsi sebagai ikon, indeks, dan simbol dari identitas kultural generasi muda. Hasilnya mengungkapkan bahwa penggunaan busana dalam acara ini memperkuat narasi identitas yang kompleks: lokal, global, religius, dan ekologis.
STUDI LITERATUR: MENERAPKAN PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL SEBAGAI PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SEKOLAH DASAR Benni Sitanggang; Della Betsya Tarigan; Retno Rezky Fajriana; Irenita Perangin-angin; Josua Vatrick Tarigan; M. Oky Fardian Ghafari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2055

Abstract

Iklan sebagai salah satu bentuk alat komunikasi yang dilakukan oleh produsen untuk menarik perhatian konsumen. Pada zaman sekarang ini, iklan dapat kita jumpai diberbagai platform digital seperti instagram, youtube dan televisi. Pembuatan iklan dibuat semenarik mungkin dan dipadu dengan unsur tradisional. Salah satu iklan yang memiliki unsur tradisi yakni kecap bangau. Kecap bangau merupakan bumbu tambahan didalam membuat suatu cita rasa yang lezat pada makanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi. Sumber penelitian ini yakni iklan kecap bango pada 2023 dan 2024 yang berada di platform youtube. Teknik analisis isi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis wacana kritis van djik. Dari hasil analisis didapatkan bahwa iklan bangau tetap konsisten didalam memberikan bentuk sifat keharmonisan keluarga. Proses pembuatan iklan dilakukan sangat jelas dan terstruktur. Produsen membentuk iklan menggunakan pendekatan emosional yang sering dialami didalam tradisi masyarakat Indonesia. Iklan pada kecap bangau ini tidak hanya menawarkan produk, tetapi membangun identitas budaya dan menampilkan nilai-nilai kekeluargaan