p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal GreenTech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Enzim Invertase dari Saccharomyces cerevisiae pada Berbagai Kondisi Rozalia, Rozalia; Permata, Deivy Andhika; Sari, Dini Novita; Sara, Ayulian
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.38

Abstract

Sukrosa merupakan disakarida umum yang banyak digunakan dalam berbagai industri, termasuk industri molase. Sukrosa dapat dihidrolisis menjadi fruktosa dan glukosa dengan bantuan enzim invertase. Gula invert sangat dibutuhkan dalam industri karena memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan sukrosa. Enzim invertase berperan penting dalam proses pemecahan sukrosa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara aktivitas enzim invertase dengan variasi konsentrasi substrat, pH, suhu, serta pengaruh penghambatan aktivitas enzim oleh CuSO₄. Tahapan penelitian dimulai dengan penyiapan larutan enzim invertase sebesar 0,04 g/L dan larutan sukrosa. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap pengaruh variasi konsentrasi substrat (0,0–3 mL), pengaruh pH (rentang pH 3 hingga pH 9), pengaruh suhu (18 °C, 30 °C, dan 95 °C), serta pengaruh penghambatan oleh CuSO₄ pada konsentrasi sukrosa 50 g/L dan 200 g/L terhadap aktivitas enzim invertase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemecahan sukrosa oleh enzim invertase memiliki pH optimum pada kisaran 3–4,5. Suhu optimum aktivitas enzim berada pada 30 °C. Peningkatan konsentrasi substrat menghasilkan peningkatan aktivitas enzim, ditandai dengan meningkatnya kadar gula pereduksi. Enzim menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi ketika jumlah substrat meningkat karena lebih banyak substrat yang dapat berikatan dengan sisi aktif enzim. Peningkatan konsentrasi CuSO₄ menunjukkan korelasi positif dengan peningkatan kadar gula sisa, yang mengindikasikan efek penghambatan terhadap aktivitas enzim.
Potensi Cangkang Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd) sebagai Prekursor Karbon Aktif dengan Variasi Aktivator: Review Rozalia, Rozalia; Sara, Ayulian
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.74

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang banyak dimanfaatkan dalam pengolahan air karena memiliki luas permukaan tinggi dan struktur pori yang berkembang. Produksi karbon aktif masih bergantung pada bahan baku tak terbarukan dan berbiaya tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah biomassa sebagai prekursor karbon aktif menjadi pendekatan yang semakin relevan dalam kerangka ekonomi sirkular. Salah satu biomassa yang berpotensi dikembangkan menjadi karbon aktif yaitu cangkang kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd). Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif potensi cangkang kemiri sebagai bahan baku karbon aktif dengan fokus pada pengaruh variasi aktivator terhadap karakteristik dan kinerja absorpsi karbon aktif yang dihasilkan. Kajian dilakukan melalui analisis kritis literatur terkait potensi tempurung kemiri sebagai bahan baku, proses produksi karbon aktif, jenis aktivator dan pengaruhnya terhadap arang aktif serta analisis kritis mengenai karbon aktif cangkang kemiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis aktivator (asam maupun basa) berperan signifikan dalam menentukan struktur pori, luas permukaan dan kapasitas adsorpsi karbon aktif. Aktivator asam cenderung menghasilkan karbon aktif dengan gugus fungsi permukaan yang kaya, sedangkan aktivator basa efektif dalam pembentukan mikropori. Cangkang kemiri memiliki potensi besar sebagai prekursor karbon aktif. Namun, tantangan mengenai keberlanjutan proses, konsumsi energi dan limbah kimia masih perlu diatasi. Review ini diharapkan menjadi dasar pengembangan riset lebih lanjut dan penerapan teknologi karbon aktif yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan.