Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kinerja Bresing SRBK Dengan Parameter Panjang Batang Yang Berbeda Terhadap Beban Siklik Panjaitan, Arief; Hasibuan, Purwandy; Putra, Rudiansyah; Afifuddin, Mochammad; Haiqal, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31388

Abstract

Sistem Rangka Bresing Konsentrik (SRBK) adalah salah satu sistem struktur than gempa. Pada SRBK, bresing adalah komponen diagonal. Sebagai disipator energi, bresing akan mengalami gagal untuk mencegah kerusakan berat pada komponen SRBK yang lain seperti balok dan kolom. Sejauh ini, beberapa studi telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja bresing SRBK. seperti menambah luas penampang bresing. Namun, kajian terkait kinerja bresing ganda khususnya ketika bresing ganda dihubungkan dengan konfigurasi pelat penghubung yang berbeda masih terbatas. Studi ini mengkaji kinerja seismik bresing ganda yang dihubungkan dengan pelat kopel (BP) dan lacing (L). Bresing memiliki panjang yang berbeda yaitu 600, 1200, dan 1800 mm. Kajian eksperimental dilakukan dengan menerapkan beban siklik dengan kontrol perpindahan leleh. Hasil menunjukkan bahwa BL menyerap energi yang lebih baik dari BP yang ditunjukkan melalui kurva histerisis yang lebih besar. Sebaliknya, terdapat perbedaan yang dapat diabaikan dalam kekuatan dan kekakuan antara BP dan L yang berarti pelat penghubung memiliki dampak yang tidak signifikan untuk menambah kekuatan dan kekakuan bresing. Observasi pada panjang bresing menunjukkan BP dan L lebih efektif untuk diterapkan pada bresing pendek yang ditunjukkan melalui disipasi energi yang lebih baik.
Kajian Eksperimental Peningkatan Kinerja Kuat Lentur Sambungan Ordinary dan Extended End Plate Panjaitan, Arief; Hasibuan, Purwandy; Afifuddin, Mochammad; Bermansyah, Surya; Haiqal, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.2.2

Abstract

Abstrak Sambungan pelat ujung (end plate connection) adalah sambungan semi kaku yang secara umum digunakan untuk menghubungkan balok-kolom. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kapasitas lentur sambungan adalah memperluas area sambungan pelat ujung. Namun, upaya yang dilakukan tersebut butuh dievaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kuat lentur sambungan pelat ujung dengan memberikan beberapa perkuatan yaitu penambahan area sambungan, pemasangan pengaku pelat badan, dan perpanjangan penyokong di area bawah balok. Untuk mengevaluasi signifikansi perkuatan, benda uji tanpa perkuatan (ordinary end plate connection) digunakan sebagai acuan. Penelitian dilakukan melalui pemberian beban geser yang ditempatkan pada 400 mm dari sambungan dan beban ditingkatkan secara bertahap hingga benda uji gagal. Kajian eksperimental menunjukkan benda uji dengan kombinasi perkuatan berupa penambahan area sambungan dan penambahan pengaku badan memberikan kuat geser dan lentur yang paling baik. Kajian teoritis mengacu ke SNI 03-1729-2020 menunjukkan kuat lentur nominal lebih kecil dibandingkan kuat lentur eksperimental. Hal ini menunjukkan kajian teoritis memberikan kuat lentur lebih konservatif. Kata-kata Kunci: Sambungan pelat ujung, sambungan ordinary end plate, sambungan extended end plate, kuat lentur, kuat geser, deformasi Abstract An end plate connection is a semi-rigid connection used to connect a beam to a column. One alternative to improve the flexural strength is to enlarge the end plate connection area. However, this strengthening approach needs to be more specifically investigated. This study aims to evaluate the flexural strength of the connections by several strengthening methods: enlarging the connection area, installing web stiffeners, and lengthening the haunch at the bottom side of the beam. To examine the significance of strengthening approaches, an un-strengthened specimen (ordinary end plate connection) was considered as the reference. The research work was first carried out by positioning the shear load at a distance of 400 mm from the connection area, and it was gradually increased until the specimens failed. The experimental study also revealed that the specimen strengthened by combining an enlarged connection area and web stiffeners performed the best in terms of shear and flexural strength. The theoretical study referring to the SNI 03-1729-2020 demonstrated the nominal flexural strength, which is smaller than the experimental flexural strength. This behavior showed that the theoretical study provided more conservative flexural strength. Keywords: End plate connection, ordinary end plate connection, extended end plate connection, flexural strength, shear strength, deformation
Seismic Performance of IWF and Double-channel Bracings in CBF Systems under Random Variable Amplitude Loading Panjaitan, Arief; Hayati, Yulia; Asmaijar, Rizki; Shimizu, Masaru
Disaster in Civil Engineering and Architecture Vol. 3 No. 1: April 2026 (in press)
Publisher : Popular Scientist

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70028/dcea.v3i1.74

Abstract

The Concentrically Braced Frame System (CBFs) is one of the structural systems that can withstand earthquake loads. In CBFs, the braces are an essential component to dissipate seismic energy. This research aims to find an alternative to enhance seismic capability by comparing two different sections of CBF braces: the IWF section (BU1) and the double-channel sections (BU2). Both sections have equal sectional areas, but the double-channel sections have higher cross-sectional inertia. The two brace models were then loaded by Random Variable Amplitude Loadings (RVAL). The results showed that the BU1 demonstrated better seismic capability in terms of strength, stiffness, and dissipated energy than the BU2. Moreover, to determine the effect of amplitude variability on the performance of the Single IWF and Double-channel bracing, the influence of the RVAL was analyzed, and it was revealed that increasing and decreasing displacement amplitude tend to cause increasing and decreasing strength in a polynomial trend. Meanwhile, escalating and reducing displacement amplitude leads to increasing and decreasing strength in the power trend.