Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh FAS Balok Beton Terhadap Kapasitas Lentur dan Daktilitas Struktur Balok Beton yang Dikuatkan Oleh Rangka Bidang Baja Hollow yang Diisi Mortar Tsurayya, Asra Ghaida; Huzaim, Huzaim; Hasibuan, Purwandy
Journal of The Civil Engineering Student Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v6i2.27305

Abstract

Perkembangan ilmu dalam bidang ketekniksipilan telah banyak ditemukan inovasi dengan penggunaan profil baja. Salah satu jenis baja yang umum digunakan yaitu profil baja hollow. Namun penggunaan profil baja hollow sangat rentan terhadap tekuk saat diberi tekanan. Untuk mengatasi permasalahan tekuk pada baja, maka pada bagian tengah baja hollow akan dilakukan pengisian mortar. Pengecoran beton dilakukan setelah perangkaian rangka bidang bidang baja hollow. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas lentur dan daktilitas rangka bidang baja hollow yang diisi mortar dengan variasi FAS balok beton. Variasi FAS balok beton yang digunakan yaitu 0,3 ; 0,4 ; 0,5 dengan ukuran profil baja hollow 40/80 mm, ketebalannya 0,6 mm dan 0,8 mm, dan tinggi rangka 500 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variasi FAS balok beton terhadap rangka bidang baja hollow yang diisi mortar didapat bahwa semakin kecil nilai FAS balok beton maka semakin besar pula beban maksimum yang dapat ditahan balok. Beban maksimum yang mampu dipikul oleh RBF0,3 adalah sebesar 23,418 ton, benda uji RBF0,4 mampu memikul beban maksimum 22,345 ton dan benda uji RBF0,5 mampu memikul beban maksimum sebesar 20,171 ton. Adapun nilai daktilitas pada RBF0,3 sebesar 3,091; RBF0,4 sebesar 3,218; dan RBF0,5 sebesar 3,360.
Kapasitas dan Daktilitas Struktur Balok Beton yang Dikuatkan Oleh Rangka Bidang Baja Hollow Diisi mortar dengan Variasi Tinggi Rangka Zurma, jihan Arifa; Huzaim, Huzaim; Hasibuan, Purwandy
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i4.27246

Abstract

Salah satu jenis profil baja yang cukup populer belakangan ini yaitu profil baja hollow. Baja hollow adalah salah satu jenis baja yang terdapat lubang kosong pada bagian tengahnya. Penggunaan baja hollow untuk komponen struktur pada bangunan masih sangat jarang ditemukan. Hal ini disebabkan karena ketebalan baja hollow yang sangat tipis jika dibandingkan dengan tulangan biasa dan terdapat rongga kosong yang mudah tertekuk jika diberikan beban. Untuk mengatasi hal tersebut, mortar digunakan sebagai pengisi rongga kosong pada baja hollow. Penelitian ini akan merencanakan sebuah inovasi dengan menempatkan rangka bidang baja hollow pada struktur bawah bangunan seperti pondasi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya untuk melindungi rangka bidang tersebut agar terhindar dari korosi yaitu dengan merancang suatu rangka bidang yang diselimuti oleh beton sehingga terbentuk struktur balok beton yang dikuatkan oleh rangka bidang baja hollow yang terisi mortar. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kapasitas dan daktilitas balok beton yang diperkuat oleh rangka bidang baja hollow yang terisi mortar dengan variasi tinggi rangka. Penelitian ini  menguji 3 buah balok beton yang divariasikan berdasarkan ketinggian rangka yaitu 400 mm, 500 mm dan 600 mm. Setiap benda uji diberi nama RBT40, RBT50, dan RBT60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pemakaian beton yang menyelimuti rangka bidang terhadap nilai kapasitas dan daktilitas, dimana semakin tinggi rangka bidang maka kapasitas balok beton dalam menahan beban semakin baik namun pada nilai daktilitas menunjukkan hasil yang berbanding terbalik.
Evaluasi Struktur Gedung Control Room Pt. Perta Arun Gas Terhadap Beban Tsunami Fitrah, Febri; Hasibuan, Purwandy; mahlil, mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i3.17915

Abstract

Gedung control room milik PT. Perta Arun Gas dibangun oleh Perusahaan Bechtel International Limited London pada tahun 1976 dengan perencanaan struktur komposit. Gedung ini juga terletak di provinsi Aceh yang berada pada patahan-patahan aktif bumi dan rawan terhadap gempa bumi yang akan mengakibatkan tsunami. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap gedung control room untuk melihat perilaku struktur akibat pembebanan dari beban tsunami menggunakan peraturan FEMA P646 tahun 2012 dan SNI 1727 tahun 2020 dengan menggunakan software ETABS. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku struktur akibat pembebanan tsunami terhadap Gedung control room. Adapun hasil penelitian menunjukkan analisa rasio kapasitas pada seluruh elemen struktur terhadap beban tsunami untuk peraturan FEMA dan SNI menunjukkan bahwa hanya kolom K1 dengan kondisi tidak aman yang berjumlah 3 elemen kolom dengan nilai 1, yaitu 1,26 untuk FEMA dan 1,04 untuk SNI. Perilaku struktur berupa story displacement dan story drift yang diperoleh dari kedua peraturan masih aman dari kedua arah x dan y karena tidak melewati batas yang diizinkan.
Balok Beton yang Diperkuat Struktur Rangka Bidang Baja Hollow Diisi Mortar FAS 0,4 dengan Variasi Ukuran Profil Terhadap Kapasitas Lentur dan Daktilitas Balok Hadisty, Marizqah; Huzaim, Huzaim; Hasibuan, Purwandy
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i4.27304

Abstract

Baja hollow sudah banyak digunakan dalam dunia konstruksi khususnya pada bidang struktur. Pada pengaplikasian baja hollow dapat diisi dengan mortar yang berfungsi untuk menghindari tekuk pada baja hollow. Baja hollow yang sudah terisi mortar dapat digunakan sebagai alternatif tulangan baja pada balok,dalam bentuk rangka bidang. Penggunaan rangka bidang baja hollow sebagai tulangan ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan pada struktur balok beton. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kapasitas lentur dan daktilitas balok beton yang diperkuat dengan rangka bidang baja hollow diisi mortar dengan variasi ukuran profil. Ukuran baja hollow yang digunakan pada penelitian ini adalah 30/60 dengan tebal 0,5 mm dan 0,6 mm, 40/80 dengan tebal 0,6 mm dan 0,8 mm,dan 50/100 dengan tebal 1,2 mm dan 1,4 mm. Balok beton yang akan diuji dengan lebar 150 mm, panjang 2240 mm dan tinggi 560 mm, 580 mm, dan 700 mm, yang diberi nama RBP36,RBP48,RBP51.Setelah melakukan perencanaan dan analisis struktur secara teoritis selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji yang dimulai dari pemotongan baja, pengisian mortar kedalam baja, perakitan rangka, pengelasan pelat buhul, pengelasan wiremesh, pemasangan strain gages, dan pengecoran kedalam bekisting yang sudah dirangkai sesuai dengan ukuran balok yang direncanakan. Setelah 21 hari pengujian tekan akan dilakukan dengan memberikan beban terpusat pada bagian tengah balok dengan pertambahan beban 0,5 ton secara konstan pada benda uji balok sampai batas kapasitasnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah beban yang mampu ditahan oleh benda uji RBP36 sebesar 18,378 ton; benda uji RBP48 sebesar 22,345 ton; dan benda uji RBP51 sebesar 34,204 ton. Adapun nilai daktilitasnya untuk benda uji RBP36, RBP48, dan RBP51 secara berturut-turut adalah 2,561; 2,663; dan 4,307.
Balok Beton yang Diperkuat Rangka Bidang Baja Hollow Diisi Mortar FAS 0,4 dengan Variasi Lebar Balok Terhadap Kapasitas Lentur dan Daktilitas Balok Faiza, Mazaya; Huzaim, Huzaim; Hasibuan, Purwandy
Journal of The Civil Engineering Student Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v6i1.27247

Abstract

Salah satu material baja ringan yang dapat digunakan sebagai tulangan pada struktur adalah baja hollow. Namun baja hollow memiliki kekurangan yaitu memiliki bagian kosong ditengahnya untuk mengatasi hal tersebut salah satunya dengan mengisi baja hollow dengan mortar. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui kapasitas lentur dan daktilitas balok beton yang diperkuat dengan rangka bidang baja hollow diisi mortar dengan variasi lebar balok yaitu LB100 mm, LB150 mm, dan LB200 mm. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan melakukan uji kuat tekan pada balok beton dan akan dibandingkan dengan analisa menggunakan metode diagram tegangan-regangan dan metode matriks. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa kurva beban-lendutan dan beban-regangan yang akan dianalisa untuk mengetahui kapasitas dan daktilitas balok. Hasil analisis menunjukkan bahwa benda uji LB100, LB150, dan LB200 memiliki kapasitas 20,136 ton, 22,345 ton, dan 23,895 ton dan memiliki daktilitas sebesar 3,786; 3,523;  dan 3,290.
The Performance of Concentrically Braced Frames (CBF) in Chevron V Brace and Diagonal Configuration by Considering Various Frame Heights Panjaitan*, Arief; Hasibuan, Purwandy; Putra, Rudiansyah; Afifuddin, Mochammad; Haiqal, Muhammad; Adian, Fakhran; Naulia, Dwi Putroe; Hazid, Asraf
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 12, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.12.2.30848

Abstract

Concentrically Braced Frame (CBF) is a structural system with high stiffness, so it is recommended to be implemented in earthquake-hazard areas. The stiffness in CBF is contributed by its diagonal component, which is called bracing. Bracing reduces lateral deformation on the frame system because of the earthquake and prevents heavy damage or failure of the structure. So far, several studies have been conducted. However, the effect of the frame height and the bracing configuration on the CBF performance has not yet been clarified. This study analytically investigated several models of CBF in Chevron V Brace and Diagonal configurations. Those models were prepared with different frame heights. The analyses were conducted by employing the cyclic load and considering yield displacement control in each model. The observation was emphasized on the load-displacement hysteresis curve, from which the performance of each model can be revealed. Three parameters of performance are evaluated: strength, stiffness, and dissipation energy. The analysis discovered that the Diagonal CBF performed better than the Chevron V Brace CBF by presenting a larger and more stable hysteresis curve, which is addressed to better energy dissipation. It is also discovered that reducing the frame height is suggested to enhance the CBF performance due to the earthquake.
Ground Surface Quality Assessment Using P-wave Velocity from 2-D Seismic Refraction Method Fadhli*, Zul; Anda, Sabrian Tri; Syukri, Muhammad; Karmel, Moehammad Ediyan Raza; Tutifla, Alfi Sunny; Hasibuan, Purwandy; Safitri, Rini
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 11, No 3 (2022): December 2022
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.11.3.28818

Abstract

A good strength level of the ground surface is the main concern in an area with rapid housing infrastructure development,such as Baitussalam district-Aceh Besar, Indonesia. A seismic refraction method was applied with three similar profile lines using PASI 16S 24P equipment and 10 Hz vertical geophones to identify the sub-surface layer. The result was processed using Winsism software and Surfer 8. The results of seismic refraction were deduced and correlated with conventional geotechnical investigation obtained by a previous study. The results of 3 survey lines show that the area has two main layers. The first layer was interpreted as overburden (soil and clayey sand) with a compressional wave velocity (Vp) value of fewer than 1.8 km/s. The second layer produces a high velocity of more than 2 km/s. This second layer is interpreted as highly to moderately weathered rock. The results of seismic refraction surveys of the present study suggest a reasonably good correlation with the standard penetration test (SPT) and rock quality designation (RQD) obtained in the previous investigation. The strength level of the second layer showed N-SPT of 65 and RQD of at least 50%.
Improved Performance on Inverted V Eccentrically Braced Frames (EBF) by Implementing Shear Link and Installing Web Stiffener in Link Panjaitan*, Arief; Hasibuan, Purwandy; Putra, Rudiansyah; Afifuddin, Mochammad; Bermansyah, Surya; Hasan, Muttaqin; Fauzi, Muhammad; Haiqal, Muhammad; Imran, Muhammad; Hanafi, Muhammad Fujii; Shimizu, Masaru
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 14, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Graduate School of Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/aijst.14.1.44305

Abstract

Eccentrically Braced Frame (EBF) is a structural system that is advised to be built in seismically active areas since they are characterized by good stiffness and ductility. A large and stable hysteretic curve, which corresponds to good seismic performance, is produced by the combination of improved stiffness and ductility in EBF. The diagonal component of EBF, known as a brace, contributes to its stiffness. Meanwhile, the short beam, also known as the link element, provides ductility in EBF. One element that is essential as an energy dissipator in EBF is a link element. By displaying a sizable and steady hysteretic curve, a prior study found that EBF with a flexural link could effectively dissipate the seismic energy. But to achieve a higher EBF, the seismic performance still needs to be enhanced. An analysis of various EBF models in Inverted V configurations was conducted in this paper. Each model was prepared with different shear link characteristics. Installing web stiffeners in the link to improve its seismic performance was also taken into consideration in this study. To obtain seismic performance, the cyclic loads were employed to each model under conditions of yield displacement control. Analysis of the data resulted in the load-displacement hysteretic curve. Next, using the hysteretic curve, the three seismic performance parameters, i.e., strength, stiffness, and dissipation energy were further developed. The investigation showed that compared to earlier studies, the EBF with shear links showed a bigger and more stable hysteretic curve which means better dissipated energy. Additionally, adding web stiffeners significantly increases the EBF's seismic capability. Therefore, because of the improved seismic characteristics, it is advised to establish the EBF using a shear link reinforced by web stiffeners in an earthquake-hazard area.
Kinerja Bresing SRBK Dengan Parameter Panjang Batang Yang Berbeda Terhadap Beban Siklik Panjaitan, Arief; Hasibuan, Purwandy; Putra, Rudiansyah; Afifuddin, Mochammad; Haiqal, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v12i1.31388

Abstract

Sistem Rangka Bresing Konsentrik (SRBK) adalah salah satu sistem struktur than gempa. Pada SRBK, bresing adalah komponen diagonal. Sebagai disipator energi, bresing akan mengalami gagal untuk mencegah kerusakan berat pada komponen SRBK yang lain seperti balok dan kolom. Sejauh ini, beberapa studi telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja bresing SRBK. seperti menambah luas penampang bresing. Namun, kajian terkait kinerja bresing ganda khususnya ketika bresing ganda dihubungkan dengan konfigurasi pelat penghubung yang berbeda masih terbatas. Studi ini mengkaji kinerja seismik bresing ganda yang dihubungkan dengan pelat kopel (BP) dan lacing (L). Bresing memiliki panjang yang berbeda yaitu 600, 1200, dan 1800 mm. Kajian eksperimental dilakukan dengan menerapkan beban siklik dengan kontrol perpindahan leleh. Hasil menunjukkan bahwa BL menyerap energi yang lebih baik dari BP yang ditunjukkan melalui kurva histerisis yang lebih besar. Sebaliknya, terdapat perbedaan yang dapat diabaikan dalam kekuatan dan kekakuan antara BP dan L yang berarti pelat penghubung memiliki dampak yang tidak signifikan untuk menambah kekuatan dan kekakuan bresing. Observasi pada panjang bresing menunjukkan BP dan L lebih efektif untuk diterapkan pada bresing pendek yang ditunjukkan melalui disipasi energi yang lebih baik.
Kajian Eksperimental Peningkatan Kinerja Kuat Lentur Sambungan Ordinary dan Extended End Plate Panjaitan, Arief; Hasibuan, Purwandy; Afifuddin, Mochammad; Bermansyah, Surya; Haiqal, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.2.2

Abstract

Abstrak Sambungan pelat ujung (end plate connection) adalah sambungan semi kaku yang secara umum digunakan untuk menghubungkan balok-kolom. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kapasitas lentur sambungan adalah memperluas area sambungan pelat ujung. Namun, upaya yang dilakukan tersebut butuh dievaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kuat lentur sambungan pelat ujung dengan memberikan beberapa perkuatan yaitu penambahan area sambungan, pemasangan pengaku pelat badan, dan perpanjangan penyokong di area bawah balok. Untuk mengevaluasi signifikansi perkuatan, benda uji tanpa perkuatan (ordinary end plate connection) digunakan sebagai acuan. Penelitian dilakukan melalui pemberian beban geser yang ditempatkan pada 400 mm dari sambungan dan beban ditingkatkan secara bertahap hingga benda uji gagal. Kajian eksperimental menunjukkan benda uji dengan kombinasi perkuatan berupa penambahan area sambungan dan penambahan pengaku badan memberikan kuat geser dan lentur yang paling baik. Kajian teoritis mengacu ke SNI 03-1729-2020 menunjukkan kuat lentur nominal lebih kecil dibandingkan kuat lentur eksperimental. Hal ini menunjukkan kajian teoritis memberikan kuat lentur lebih konservatif. Kata-kata Kunci: Sambungan pelat ujung, sambungan ordinary end plate, sambungan extended end plate, kuat lentur, kuat geser, deformasi Abstract An end plate connection is a semi-rigid connection used to connect a beam to a column. One alternative to improve the flexural strength is to enlarge the end plate connection area. However, this strengthening approach needs to be more specifically investigated. This study aims to evaluate the flexural strength of the connections by several strengthening methods: enlarging the connection area, installing web stiffeners, and lengthening the haunch at the bottom side of the beam. To examine the significance of strengthening approaches, an un-strengthened specimen (ordinary end plate connection) was considered as the reference. The research work was first carried out by positioning the shear load at a distance of 400 mm from the connection area, and it was gradually increased until the specimens failed. The experimental study also revealed that the specimen strengthened by combining an enlarged connection area and web stiffeners performed the best in terms of shear and flexural strength. The theoretical study referring to the SNI 03-1729-2020 demonstrated the nominal flexural strength, which is smaller than the experimental flexural strength. This behavior showed that the theoretical study provided more conservative flexural strength. Keywords: End plate connection, ordinary end plate connection, extended end plate connection, flexural strength, shear strength, deformation