Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hak Waris Anak Perempuan Menurut Hukum Adat Batak Toba di Perawang: Studi Kasus Keputusan MA No. 179 K/SIP/1961 Siregar, Debora; Butarbutar, Gracia Patunia; Br L. Tobing, Jelita Teresia; Selina, Angelia; Siallagan, Lasenna
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i1.81049

Abstract

Suku Batak Toba menerapkan sistem kekerabatan patrilineal yang menempatkan anak laki-laki sebagai pewaris utama, sehingga sering terjadi konflik antar keluarga terkait masalah warisan. Putusan Mahkamah Agung No. 179K/SIP/1961 yang mengatur tentang persamaan kedudukan hak waris antara anak laki-laki dan anak perempuan menjadi titik balik dalam konteks ini, meskipun bertentangan dengan hukum adat yang berlaku. Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi pandangan keluarga Batak Toba sebelum dan sesudah pengumuman putusan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan rekaman suara untuk pengumpulan data. Fokus utama penelitian ini berakar pada teori kekerabatan dan hukum adat, yang berfungsi sebagai kerangka analisis untuk memahami pergeseran sudut pandang masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Putusan Mahkamah Agung No. 179K/SIP/1961 telah menyebabkan pergeseran yang berarti dalam perspektif masyarakat Batak Toba tentang hak waris perempuan. Meskipun anak perempuan diklaim memiliki hak waris, jumlah mereka tetap lebih sedikit daripada anak laki-laki. Meskipun demikian, ada beberapa orang yang tetap menjunjung tinggi hukum adat yang menempatkan anak laki-laki sebagai pewaris utama. Temuan ini menunjukkan adanya dualisme dalam penegakan hak waris di dalam suku Batak Toba, karena adat dan hukum positif saling mempengaruhi dan membentuk cara pandang masyarakat terhadap pembagian warisan.
Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Membangun Karakter Anak Siregar, Debora; Dita, Haning Aulya; Zahra, Vania
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa keemasan anak adalah periode penting dalam perkembangan individu, di mana terjadi pembentukan dan pengembangan kepribadian yang signifikan. Peran orang tua sangat vital dalam membentuk karakter anak, sehingga pola asuh yang seimbang (otoritatif) menjadi krusial, menghindari pendekatan otoriter atau terlalu toleran. Penelitian ini bertujuan untuk membantu orang tua memahami karakter anak agar mereka dapat menjadi disiplin dan mandiri. Melalui metode penelitian pustaka, ditemukan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal anak, di mana karakter dan kepribadian mereka terbentuk, berpengaruh pada perkembangan di masa depan. Dengan menerapkan pola asuh yang tepat, anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi pribadi yang baik dan berkarakter.
Peran Kamus Bahasa Daerah untuk Meningkatkan Kualitas Berbahasa dalam Pendidikan Sinaga, Agustini Br; Siregar, Debora; Butarbutar, Gracia Patunia; Tarigan, Laura Debrina; Syaroh, May; Puteri, Anggia
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7552

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ancaman punahnya bahasa daerah di tengah globalisasi dan modernisasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran kamus bahasa daerah dalam meningkatkan kompetensi berbahasa dan pelestarian budaya lokal. Penelitian melibatkan beberapa mahasiswa dari berbagai latar suku dan daerah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kamus bahasa daerah efektif membantu meningkatkan penguasaan kosakata dan kualitas berbahasa serta menjadi alat penting dalam pelestarian budaya. Namun, kendala signifikan teridentifikasi berupa keterbatasan isi kamus, kurangnya pendidik terampil, dan terbatasnya akses versi digital. Kesimpulannya, kamus bahasa daerah memiliki peran strategis dalam pembelajaran dan memerlukan pengembangan serta pelatihan pendidik untuk implementasi optimal.