Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tabu Budaya dalam Masyarakat Batak Kampung Siriaon: Kajian Linguistik Historis Komparatif Puspitasari, Niken Dwi; Widyastuti, Chattri Sigit
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i1.89599

Abstract

Budaya adalah bagian terpenting bagi kehidupan manusia yang diwariskan oleh nenek moyang. Di dalam kehidupan masyarakat, terdapat berbagai norma yang harus dijaga dan dihormati. Apabila masyarakat melanggar norma ini maka disebut sebagai tabu. Penelitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan tabu yang terdapat di dalam masyarakat Batak sudah pernah dilakukan. Penelitian kali ini akan mengungkap budaya tabu yang terdapat di dalam masyarakat Batak di Kampung Siriaon. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang ditemukan berwujud kata dan frasa yang digolongkan sebagai tabu di dalam masyarakat Batak Kampung Siriaon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Selanjutnya data diklasifikasi sesuai dengan jenis tabu menurut teori Sutarman, yakni tabu Bahasa dan tabu perbuatan. Penelitian ini menghasilkan temuan beberapa tabu Bahasa yang terdapat di dalam masyarakat Batak Kampung Siriaon, yakni (1) tabu tidak diperbolehkan mengucapkan kata-kata tertentu ketika berada pada suatu titik di Danau Toba, (2) larangan mengucapkan Sisingamangaraja di wilayah Balige, (3) seseorang dianggap sebagai Batak Dalle jika sudah melupakan adat Batak, (4) terdapat padan yang namanya marpadan yang tidak boleh dilanggar, serta ungkapan dukacita dengan meletakkan ulos di atas kepala janda atau duda.
Leksikon dalam Pertunjukan Wayang Kulit Gagrag Surakarta: Kajian Etnolinguistik Puspitasari, Niken Dwi; Solehah, Diya Ayu; Kristiyani, Marcella Wahyu; Nosita, Rohmah Tri; Novianto, Muhammad Akhbar; Nugroho, Miftah
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v4i3.45260

Abstract

Gagrag shadow puppet performances are very popular in the Surakarta region. This study aims to describe the lexical and cultural meanings found in Surakarta gagrag shadow puppet performances. This is a descriptive qualitative study with an anthropological linguistic approach. The research data consists of the lexicon in Surakarta gagrag shadow puppet performances, which contains lexical and cultural meanings. In collecting data, this study uses non-participatory observation and literature review methods. Advanced recording techniques are used to transcribe and classify the data obtained. Primary data sources come from two informants who are experienced puppeteers, and secondary data sources come from supporting documents in the form of books containing information related to the subject matter. Based on the results of data analysis, this study shows that the lexicon in Surakarta-style shadow puppet performances is divided into three categories, namely people, elements, and equipment in shadow puppet performances. All data found were analyzed by describing them based on the lexical and cultural meanings obtained from informants and with the help of literature studies. Abstrak Pertunjukan wayang kulit gagrag sangat populer di wilayah Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna leksikal dan makna kultural yang ada dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Surakarta. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan linguistik antropologis. Data penelitian ini adalah leksikon dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Surakarta yang mengandung makna leksikal dan kultural. Pada pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode observasi non-partisipasi dan studi kepustakaan. Teknik rekam dengan teknik lanjutan catat dipakai untuk mentranskrip dan mengklasifikasikan data yang sudah didapatkan. Sumber data primer berasal dari dua informan yang berpengalaman sebagai dalang dan sumber data sekunder berasal dari dokumen pendukung berupa buku yang memuat informasi mengenai materi terkait. Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menunjukkan bahwa leksikon dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Surakarta terbagi menjadi tiga kategori, yaitu orang, unsur, dan peralatan dalam pertunjukan wayang kulit. Keseluruhan data yang ditemukan dianalisis dengan mendeskripsikan berdasarkan makna leksikal dan makna kultural yang didapatkan dari informan serta bantuan studi kepustakaan.