Andini Suparmun, Arifah Cahyo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Masyarakat Ideal dalam Al-Mujtama’ Al-Mitsali Kama Tunazhzhimuhu Suratu An-Nisaa’ Karya Syaikh Muhammad Al-Madani Muhammad Rabbany Tarman, Al-Faiz; Andini Suparmun, Arifah Cahyo; Angga Zakariya, Aulif
Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Khozinatul Ulum Blora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61941/iklila.v7i1.235

Abstract

The problem of objectification ultimately becomes a debate when discussing the principles of the ideal society. The focus is on discussing the conception of the ideal society according to Sheikh Muhammad Al-Madani in the book Al-Mujtama' Al-Mitsali Kama Tunazhzhimuhu Suratu An-Nisaa' which has been translated into Ideal Society in the Perspective of Surah AnNisaa'. To elaborate on this conception, the author uses the theory of objectification of science according to Kuntowijoyo. Objectification refers to Kuntowijoyo's term in the book Islam as Science. For Al-Madani, each letter in the Qur'an has special characteristics. Al-Madani describes the Qur'an as a book of guidance in which there are letters that have distinctive characteristics in encouraging the heart and soul. The Qur'an is a source that has its own analogies, examples, principles and is independent in the perspective he takes in Surah AnNisa. Surah An-Nisa guarantees that the Islamic social order is ideal, as reflected in the principles and guidelines underlying its formation, the expectations that develop within it, and the laws that it enforces. These important principles are first, equality among people; second, faith and obedience to the shari'a of Allah Swt.; third, justice in law, the implementation of court decisions, and testimony; fourth, social security. Al-Madani's conception of the ideal society in the perspective of surah An-Nisa offers the most prominent among the four points above is the equality between men and women, namely the equality of women's social functions with men. The argument offered by al-Madani is An-Nisa (4): 124. Objectification of science is science and believers for all human beings, not only for believers. As for the conception of the ideal society according to AlMadani, the four points mentioned above are the objectification of science and act as religious control in the context of a society.
Meningkatkan Branding UMKM Desa Jimbung Gua dengan Optimalisasi Digitalisasi Google Maps dan Pembuatan Plang UMKM Muhammad Syaiful Rahmat Ariyadi; Andini Suparmun, Arifah Cahyo; Luthfi Nurul Hayati; Nadia Anugraini; Nida’ unnuha Mufida; Muhammad Rizki; Muhbib Fazlurrohman
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.12937

Abstract

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat desa, termasuk di Desa Jimbung Gua, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten. Namun, potensi besar UMKM lokal belum sepenuhnya terkelola dengan baik karena keterbatasan strategi branding. Artikel ini membahas program pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi digitalisasi dan pembuatan plang UMKM. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan identitas visual usaha, keterjangkauan konsumen yang lebih luas, serta peningkatan kepercayaan terhadap UMKM desa. Dengan demikian, integrasi branding offline melalui plang usaha dan branding online melalui Google Maps menjadi strategi efektif untuk memperkuat daya saing UMKM.
Penguatan Karakter Peserta Didik melalui Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Literasi Digital Anak SD Andini Suparmun, Arifah Cahyo; Irbathy, Shafa Alistiana; Fitria, Rabi'ah Ayu; Nur Hidayah, Faatikhah Arrum; Mu'awanah, Risalatul; Az Zahra, Riva Ferdiana Nasywa
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v7i2.2216

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi digital membuka peluang inovasi pembelajaran dan pengayaan sumber belajar, namun berpotensi melemahkan internalisasi nilai-nilai karakter apabila tidak diintegrasikan secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media pembelajaran PAI berbasis literasi digital dalam penguatan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis deskriptif terhadap jurnal nasional dan internasional bereputasi, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis literasi digital berkontribusi signifikan dalam memperkuat karakter religius, tanggung jawab, kejujuran, disiplin, serta sikap moderat dan toleran peserta didik. Pemanfaatan media digital seperti video pembelajaran Islami, platform e-learning, aplikasi interaktif, dan media sosial edukatif mendukung internalisasi nilai-nilai Islam secara kontekstual dan reflektif. Selain itu, literasi digital berperan dalam membentuk sikap kritis, etis, serta kemandirian belajar peserta didik di ruang digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya kompetensi literasi digital guru PAI dan pengembangan media pembelajaran digital yang berorientasi nilai sebagai strategi pendidikan Islam di era digital.