Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

In Silico Analysis of Ocimum Basilicum Flavonoids as Natural Antihypertensive Agent on Angiotensin II Type-1 Receptor (AT1R) Thalib, Amir; Damayanti, Irma Putri
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.141.275-282

Abstract

Despite the efficacy of antihypertensive medications like ARBs, their adverse effects frequently result in suboptimal adherence. This study investigates the efficacy of flavonoids obtained from herbal sources as natural substitutes for traditional antihypertensive therapies. This study employed in silico molecular docking to examine the binding affinity of flavonoids to the angiotensin II type-1 receptor (AT1R) in comparison to standard angiotensin receptor blockers (ARBs), namely Eprosartan, Azilsartan, Irbesartan, Telmisartan, Valsartan, Losartan, Olmesartan, and Candesartan. Docking analysis indicated that the flavonoids exhibited a favorable binding affinity of -8.8 kcal/mol for AT1R. Moreover, ADME and toxicity assessments indicated that flavonoids exhibit advantageous pharmacokinetics and minimal toxicity, with no significant adverse interactions anticipated with primary metabolic enzymes. The structural validation, encompassing Ramachandran plots and ERRAT analysis, affirmed the reliability of the modeled AT1R protein, achieving a quality score of 97.13%. This study concludes that flavonoids derived from Ocimum basilicum exhibit significant potential as natural antihypertensive agents. These findings may facilitate the development of plant-based therapies with minimal adverse effects, enhance treatment adherence, and improve the pharmacological options for managing hypertension.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS DIET DAN STATUS GIZI PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RSU SIAGA MEDIKA PURBALINGGA Isnani, Radinda Andari Wisa; Damayanti, Irma Putri; Kusnadi, Sofina; Effendi, Lita Hati Dwi Purnami
Kieraha Medical Journal Vol 7, No 1 (2025): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v7i1.9407

Abstract

Penyakit jantung koroner terjadi karena terganggunya aliran darah menuju jantung akibat pengendapan lemak dan kolesterol. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan menjaga pola makan yang sehat. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengkaji kualitas diet pada pasien yang didiagnosis menderita penyakit jantung dan menganalisis hubungan antara kualitas diet dengan status gizi pada pasien penyakit jantung koroner. Desain penelitian ini bersifat observational dengan metode cross sectional. Data dikumpulkan menggunakan 24 hour recall questionnaire. Data dianalisis dengan Nutrisurvey dan DQI-I. Pengukuran berat badan dan tinggi badan pasien dilakukan dengan menggunakan alat yang telah dikalibrasi untuk menghitung Indeks Massa Tubuh sebagai indikator status gizi pasien. Subjek yang diambil sebanyak 121 pasien penyakit jantung koroner. Hasil yang didapatkan pasien laki-laki (54%), pasien perempuan (46%). Kualitas diet yang baik (79%) dan kualitas diet yang buruk (21%) dengan status gizi normal (95,86%). Uji Mann-Whitney dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kualitas diet dan status gizi p value 0,39. Hasil tersebut dapat disimpukan tidak adanya hubungan antara kualitas diet dengan status gizi pada pasien penyakit jantung koroner.
4-Hydroxyisoleucine as a Natural DPP-4 Inhibitor for Diabetes Thalib, Amir; Damayanti, Irma Putri
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.141.409-415

Abstract

Research on 4-hydroxyisoleucine, a natural compound found in several plant sources, shows potential as an antidiabetic agent through inhibiting the DPP-4 (dipeptidyl peptidase-4) enzyme. This study evaluates the pharmacokinetic potential and toxicity profile of 4-hydroxyisoleucine as a therapeutic agent. ADME (Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion) analysis indicates that this compound has good gastrointestinal absorption, moderate water solubility, and limited penetration across the blood-brain barrier, which reduces the risk of central nervous system side effects. The toxicity profile of 4-hydroxyisoleucine reveals low hepatotoxicity, with no indications of mutagenicity or carcinogenicity. The LD50 value greater than 2000 mg/kg places this compound in Toxicity Class 5, indicating low toxicity. Based on in silico evaluation results, 4-hydroxyisoleucine has potential as an effective natural DPP-4 inhibitor, with stable binding mechanisms, even though its binding affinity is lower than  synthetic inhibitors. With favorable pharmacokinetic properties and a beneficial safety profile, 4-hydroxyisoleucine has the potential to be developed as a natural therapeutic agent for diabetes management.
Trend Inhalation Low Flow In General Anesthetic Siswanto, Azhis Abdillah; Riyanto, Refni; Susiyadi, Susiyadi; Damayanti, Irma Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20477

Abstract

Inhalation Low  Flow merupakan  salah  satu  metode  dibidang  anestesi  yang  sering  digunakan  dalam berbagai  tindakan  medis. perkembangan  metode  anestesi  telah  mengalami  berbagai perubahan, perkembangan, dan penyesuaian dari tahun ketahunnya dari  era  penggunaan  eter,  metode  open-drop, metode semi-close dan close system. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan  dan  perbedaan  frekuensi  penggunaan  metode  anestesi  inhalasi low flow di dunia. Desain  penelitian  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  bibliometrix  analysis  yang diolah dengan aplikasi Rstudio dengan sumber data diambil dari data cxabase  PubMed. Pengambilan data dilakukan dengan mencari kata kunci yang sesuai dengan penelitian ini yaitu kunci "Inhalation Low Flow, Low Flow Anesthetic dan General Anesthetic". Dari hasil ekstraksi data Rstudio dengan menganalisis 906 artikel  yang telah dipublikasi dari database pubmed dengan  rentang  waktu  dari  tahun 1993 hingga  2024 di dapatkan hasil Terdapat perkembangan  dan  perbedaan  intensitas penggunaan tiap  tahunnya  di  berbagai  belahan  dunia.  Dapat  dilihat  dari jumlah  artikel yang  dipublikasikan. Amerika  Serikat  adalah  negara  dengan  publikasi  terbanyak dengan  861  artikel. Selain itu, topik yang potensial untuk publikasi dan masih jarang dilakukan, di antaranya ada topik terkait Child, Randomized controlled trails as topic, Adolescent, Coronary angiography dan lain-lain. 
Perbedaan Kualitas Diet 1 Minggu Setelah Edukasi Diet Mediterania pada Pasein Penyakit Jantung Shabrina, Ghaisani Yumna; Damayanti, Irma Putri; Kusnadi, Sofina; Surya, Joriandhita
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i3.31951

Abstract

Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di dunia, dan intervensi diet, seperti diet Mediterania, menunjukkan potensi signifikan dalam menurunkan angka mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas edukasi diet menggunakan media poster dalam meningkatkan kualitas diet pada pasien penyakit jantung. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan 50 responden di RSU Siaga Medika, terbagi dalam kelompok intervensi yang menerima edukasi melalui poster dan kelompok kontrol. Penilaian kualitas diet dilakukan menggunakan 24-hour recall diet, NutriSurvey, dan Healthy Eating Index (HEI). Temuan menunjukkan bahwa kelompok penerima edukasi diet Mediterania mengalami peningkatan signifikan dalam kualitas diet, dengan 68% pasien dalam kategori "Need Improvement" (p < 0.001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p = 0.484). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa usia berpengaruh signifikan terhadap kualitas diet, di mana kelompok usia dewasa memiliki kualitas diet yang lebih baik dibandingkan kelompok lansia (p = 0.004). Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi gizi yang sederhana dan berbasis visual dapat diterapkan secara luas untuk mengubah perilaku makan dan meningkatkan hasil kesehatan pada pasien jantung. Hasil ini mendukung pentingnya penerapan intervensi edukasi gizi dalam praktik klinis untuk mempromosikan pola makan sehat di kalangan pasien dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Association between diet quality and nutritional status in heart failure patients: A cross-sectional study Salsabila, Shakira; Damayanti, Irma Putri; Effendi, Lita Hati Dwi Purnami; Septinawati, Paramita
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 6, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(6).455-466

Abstract

ABSTRAK Latar belakang:Gagal jantung merupakan penyakit dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi, yang menyerang 64,34 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia, lebih dari 1,5% penduduk, atau sekitar 1.017.290 orang, telah didiagnosis menderita gagal jantung. Kondisi ini memiliki angka kematian yang signifikan, dengan 9,91 juta kematian di seluruh dunia. Faktor gaya hidup, seperti pola makan, memegang peranan penting dalam perkembangannya.Tujuan: Mengetahui apakah terdapat hubungan antara kualitas diet dengan status gizi pada pasien dengan gagal jantung Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di RSU Siaga Medika Purbalingga dengan jumlah responden sebanyak 110 orang menggunakan metode consecutive sampling dengan kriteria inklusi pasien gagal jantung kongestif dengan rentan usia 17 - <65 tahun baik wanita maupun pria. Data asupan makan dikumpulkan menggunakan kuesioner Recall 24 Hours dan formulir Diet Quality Index International (DQI-I) Data asupan makanan akan diolah menjadi beberapa jenis asupan makanan yang nantinya akan dihitung menggunakan perangkat lunak berupa nutrisurvey. Analisis statistic yang digunakan pada penelitian ini adalah uji fisher dan juga uji mann- whitney Hasil: analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kualitas diet dengan status gizi pada pasien dengan gagal jantung, dengan p-value sebesar 0.883. P-value lebih besar dari nilai signifikansi yang biasanya digunakan menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas diet dengan status gizi.Kesimpulan: Hubungan antara kualitas diet dengan status gizi pada pasien dengan gagal jantung didapatkan hasil yang tidak signifikan. Subjek/ responden penelitian ini tidak terlalu banyak, pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan subjek/ responden lebih banyak sehingga mendapatkan hasil yang mungkin bisa dijandikan acuan lainnya untuk pengemabangan pada penelitian selanjutnya dengan variable atau penyakit berbeda. Kata kunci: Diet Quality Index-International (DQI-I); diet recall 24 hours; gagal jantung; kualitas diet; status gizi ABSTRACT  Background:  Heart failure is a disease with a high incidence and mortality rate, affecting 64.34 million people worldwide. In Indonesia, over 1.5% of the population, or approximately 1,017,290 individuals, have been diagnosed with heart failure. This condition has a significant mortality rate, with 9.91 million deaths attributed to it globally. Lifestyle factors, such as diet, play a crucial role in its development.Objectives: to determine whether there is a relationship between diet quality and nutritional status in patients with heart failure.Method: The research was carried out at RSU Siaga Medika Purbalingga with a total of 110 respondents using the consecutive method with the inclusion criteria of heart failure patients aged 17 - <65 years, both women and men. The method used is a cross-sectional study in the form of analytical observational data collection techniques using a questionnaire in the form of a 24 Hour Diet Recall and Diet Quality Index International (DQI-I) form and interviews are conducted by signing an informed consent. The data obtained from the interviews in the form of food intake data will be processed and divided into several types of food intake which will later be calculated using software in the form of nutrisurvey. The statistical analysis used in this study is the Fisher test and the Mann-Whitney test.Results: The analysis showed that there was no significant relationship between diet quality and nutritional status in patients with heart failure, with a p-value of 0.883. This p-value is greater than the significance value usually used, indicating that there is no relationship between diet quality and nutritional status.Conclusions: The relationship between diet quality and nutritional status in patients with heart failure obtained insignificant results. The subjects/respondents of this study were not too many, in further research it can be done with more subjects/respondents so that the results can be used as other references for development in further research with different variables or diseases.  Keywords: diet quality; Diet Quality Index-International (DQI-I); diet recall 24 hours; heart failure; nutritional status Article submitted on January 31, 2025; Articles revised on February 18, 2025; Articles received on July 04, 2025; Articles available online on November 29, 2025