Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Praktikum Berbasis Hakikat Sains Berbantu LKS Vee Diagram Bagi Siswa SMA Binaul Ummah Handayani; Nurlaelah, Ilah; Widiantie, Rahma; Lismaya, Lilis; Khofipatun, Amelia; Amanah, Sifa Pajar
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku3641

Abstract

Pelaksanaan praktikum di sekolah belum menerapkan hakikat sains yang diakibatkan sarana dan prasarana yang terbatas dan khususnya lembar kerja praktikum yang bersifat buku resep. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi pelaksanaan praktikum yang menerapkan hakikat sains bagi siswa SMA agar dapat memenuhi tuntutan pembelajaran biologi yang sesuai kurikulum. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMA Binaul Ummah yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tahap penyampaian materi, tahap demonstrasi dan tahap pelatihan praktikum. Melalui kegiatan ini siswa dapat melaksanakan praktikum berbasis hakikat sains dimana siswa diajak untuk mengalami sains secara langsung dan kontekstual, mempraktikkan cara berpikir dan bertindak ilmiah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntutan kurikulum MBKM.
Pengaruh Pertumbuhan Tingkat Sosial Ekonomi Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Di Indonesia Tahun 2022 Ramdhah, Nheva Waafiyah; Fitriani, Anugerahati; Amanah, Sifa Pajar
Jurnal Kajian Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/gender.v7i2.8182

Abstract

Abstract Stunting is a growth and development disorder in children where the child's height is shorter than the standard age due to chronic malnutrition and long-term recurrent infections. This study aims to find out by analyzing how the relationship between socio-economic level and the incidence of stunting in children in Indonesia can evaluate how to minimize the chances of stunting in children in Indonesia. The method used in this research is to use literature study by searching and analyzing facts from several scientific sources that are accurate and valid. Shows that there is a relationship between socioeconomic status and the incidence of stunting. In the correlation test the results of the relationship between socioeconomic status and the incidence of stunting in children in Indonesia (r = 0.10) are in accordance with the coefficient interval data where the correlation level is very low.Keyword : Stunting Data, Social Economy, Child Nutrition, Child Stunting, Child Growth and DevelopmentAbstrak Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang dimana kondisi tinggi badan anak lebih pendek daripada standar usianya akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan menganalisis bagaimana hubungan antara tingkat sosial ekonomi terhadap kejadian stunting pada anak di Indonesia sehingga bisa mengevaluasi bagaimana caranya agar memperkecil peluang terjadinya stunting pada anak di Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan studi literatur dengan melakukan pencarian dan menganalisis fakta dari beberapa sumber ilmiah yang akurat dan valid . Menunjukkan adanya hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian stunting. Pada uji korelasi hasil dari hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada anak di Indonesia yaitu (r=0,10) sesuai dengan data interval koefisien dimana tingkat hubungannya sangat rendah.Kata kunci : Data Stunting, Ekonomi Sosial, Gizi Anak, Stunting Pada Anak, Pertumbungan dan Perkembangan Anak
PEMBELAJARAN MODIFIED FREE INQUIRY BERBANTU E-LKPD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Amanah, Sifa Pajar; Widiantie, Rahma; Handayani, Handayani
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/edunaturalia.v6i2.94792

Abstract

One of the current issues in education is the low level of students"™ science process skills, which should be a key component in developing 21st-century competencies. This issue is caused by several factors, including limitations in implementing inquiry-based learning models and the minimal use of technology-based learning materials such as E-LKPD. This study aims to analyze the improvement of students"™ science process skills through the implementation of the Modified Free Inquiry learning model assisted by E-LKPD on the excretory system topic at SMA Negeri 2 Kuningan. The research method used was a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The study subjects consisted of two classes: the experimental class, which received treatment using the Modified Free Inquiry learning model assisted by E-LKPD, and the control class, which used the Discovery Learning model assisted by E-LKPD. Instruments used included essay tests (pretest and posttest), student response questionnaires, observation sheets of science process skills performance, and learning implementation observation sheets. The results showed an improvement in science process skills in both the experimental and control classes. The experimental class achieved a higher N-Gain score in the moderate category, and the Mann-Whitney hypothesis test showed that Zcount > Ztable, indicating that H0 is rejected and H1 is accepted. In addition, the science process skills performance observation sheet showed an average score of 73 in the good category, students gave positive responses to the learning process with an average questionnaire score in the very good category, and learning implementation reached 97% in the very good category. Therefore, the Modified Free Inquiry learning model assisted by E-LKPD is effective in improving students"™ science process skills and is feasible to be implemented in biology learning.