Wulandari, Widiana Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Study Of The Meaning Of The Prohibition Of Sleeping After Fajr With A Scientific Approach In The Hadith Narrated By Abu Daud Index Number 2606 Wulandari, Widiana Putri; Nurita, Andris
Taqaddumi: Journal of Quran and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/taqaddumi.v4i1.8523

Abstract

Sleep is a necessity for every human being in everyday life. However, several times are not recommended, including sleeping after dawn. In the hadith, it is also mentioned that the Prophet forbade his people to sleep after dawn. However, not all hadiths are authentic and can be used as evidence. Therefore, it is necessary to re-examine the validity and meaning of the hadith. To examine the meaning of the hadith, the author uses the study of tahlili. This study aims to describe the prohibition of sleeping after dawn from the hadith perspective with a scientific approach. The method used in this research is the descriptive qualitative method. The results of this study prove that sleeping after dawn is not suitable for health, and the views of the scholars regarding sleeping after dawn are highly discouraging and make it a habit.
Relevansi Konsep Pendidikan Jiwa Ibn Sina Bagi Penguatan Pendidikan Karakter Arifin, Miftahul; Wulandari, Widiana Putri; Assegaf, Abd Rachman
JUPIN (Jurnal Pendidikan Islam Nusantara) Vol. 4 No. 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/rqc65770

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi konsep pendidikan jiwa dalam perspektif Ibn Sina yang berkaitan dengan penguatan pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan studi pustaka (library research) berupa data deskriptif. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibn Sina menyebutkan jiwa merupakan bagian ruhani yang menjadi pusat dari diri manusia dengan tiga bentuk yakni jiwa tumbuhan, hewani, serta rasional. Melalui pendidikan jiwa, manusia diarahkan untuk mengembangkan potensi akal, mengendalikan nafsu, dan membentuk akhlak yang baik. Pada sisi lain, pendidikan karakter bertujuan membentuk nilai-nilai moral, kedisiplinan, serta integritas peserta didik supaya mampu menghadapi tantangan zaman. Dari analisis ini, membuktikan adanya relevansi antar konsep pendidikan jiwa Ibn Sina dengan nilai-nilai pendidikan karakter terutama pada hal pengembangan akal budi, pembiasaan moral, maupun pengendalian diri. Melalui penelitian ini, pemikiran Ibn Sina tentang pendidikan jiwa menunjukkan tetap relevan yang bertujuan sebagai landasan filosofis sekaligus inspirasi praktis dalam membangun pendidikan karakter