Transportasi laut antar-pulau memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular karena karakteristik ruang tertutup, interaksi jarak dekat, serta keterbatasan fasilitas kesehatan di atas kapal. Pengabdian ini bertujuan menganalisis peran kebersihan operasional dan kepedulian kolektif dalam memperkuat ketahanan kesehatan penumpang pada kapal penyeberangan rute Jakarta-Batam-Jakarta yang dikelola PT Pelni Indonesia. Kajian ini didasarkan pada environmental health theory, health behavior theory, dan resilience theory yang menekankan pentingnya integrasi sanitasi teknis dan perilaku sosial dalam sistem kesehatan transportasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada penumpang dengan teknik accidental sampling dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa kebersihan operasional berpengaruh signifikan terhadap kesehatan penumpang dan secara kuat meningkatkan kepedulian kolektif. Kepedulian kolektif terbukti berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara kebersihan dan kesehatan. Nilai determinasi yang tinggi menunjukkan model memiliki daya prediktif yang sangat baik. Disimpulkan bahwa peningkatan kesehatan penumpang memerlukan strategi terpadu antara manajemen sanitasi kapal dan penguatan budaya kepedulian kolektif sebagai pendekatan sistemik dan berkelanjutan dalam tata kelola keselamatan maritim.