Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Ukuran Jarak pada Analisis Kluster Hirarki Yahya, Muh. Zarkawi; Sitti Nurhaliza; Morina A Fathan; Muhammad Edy Rizal; Andi Harismahyanti A
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 5 No. 02 (2025): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v5i02.538

Abstract

Analisis klaster merupakan salah satu metode statistik untuk mengelompokkan objek berdasarkan kemiripan. Pada data kategorik, pemilihan ukuran jarak menjadi aspek penting karena memengaruhi struktur dan interpretasi klaster yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa enam ukuran jarak Gower, Goodall1, Goodall2, Goodall3, Goodall4, dan Anderberg dalam analisis klaster hierarki menggunakan data kategorik dari Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Metode yang digunakan adalah hierarchical agglomerative clustering, dengan tahap awal pembersihan data dan konversi ke tipe faktor agar sesuai dengan karakteristik pengukuran jarak kategorik. Evaluasi hasil klaster dilakukan dengan dua indeks validasi internal, yaitu Silhouette dan Dunn, serta metrik eksternal Adjusted Rand Index (ARI) untuk menilai stabilitas klaster melalui proses bootstrapping. Ketiga metrik tersebut digunakan secara komplementer: Silhouette mengevaluasi konsistensi lokal anggota klaster (dengan nilai ? 0.5 umumnya dianggap baik), Dunn mengukur pemisahan antar-klaster secara global (semakin tinggi semakin baik), sementara ARI menunjukkan konsistensi struktur klaster terhadap variasi data (nilai mendekati 1 menunjukkan stabilitas tinggi). Hasil menunjukkan bahwa setiap ukuran jarak menghasilkan struktur klaster yang berbeda. Di antara semua ukuran yang diuji, Goodall4 memberikan hasil terbaik karena membentuk klaster yang mudah diinterpretasikan, memiliki nilai indeks Silhouette dan Dunn yang relatif tinggi, serta skor ARI mendekati sempurna. Hal ini mengindikasikan bahwa Goodall4 merupakan alternatif yang layak direkomendasikan dalam kasus serupa.
Mengintegrasikan Edukasi Sanitasi Melalui Poster dan Aksi Bersih-Bersih di Kolam Retensi Boulevard untuk Menciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat Siti Rabbani Karimuna; Sarnilawati; Putri Mentary; Ririn Ali Rahmin; Shinta Dwi Aryanti; Nunung Sari; Rifdah Nabiilah Halik; Sri Anawati; Lisnawati; Galang; Rusmawan; Wa Ode Monang; Muliyati; Sitti Nurhaliza; Adrian; Nizar, Zahwa
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v3i2.526

Abstract

Salah satu permasalahan terpenting terkait sampah di Indonesia adalah tentang kesadaran dan kebiasaan masyarakat terhadap sampah. Sistem pengelolaan yang menyeluruh dan berkesinambungan harus diterapkan untuk mengurangi dan menangani permasalahan yang ditimbulkan dari sampah. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan sampah yang baik agar masalah sampah dapat teratasi, termasuk di Kolam Retensi Boulevard, Kelurahan lepo-lepo, Kec. Baruga, Kota Kendari. Dalam pengelolaan sampah, diperlukan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dengan membentuk kesadaran untuk memilah sampah. Metode penelitian melibatkan 15 siswa yang akan turun langsung ke Kolam Retensi Jalan Boulevard, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan retensi kolam serta memberikan edukasi kepada masyarakat yang menjadikan kolam tersebut sebagai tempat berolahraga dan rekreasi. Hasil penelitian ini melalui aksi bersih-bersih dan edukasi melalui poster, siswa berhasil membersihkan area retensi kolam dan memberikan informasi tentang dampak polusi negatif dan pengelolaan sampah dengan 5R.
Relationship between Climate Change and Prevalence of Environmentally Based Diseases in Coastal Fishing Communities in Sambuli Village, Nambo District Pitrah Asfian; Rifdah Nabiilah; Fitra Sawfla Insani; Keisya Amalia Maharani; Sitti Nurhaliza; Selfin Dwiyanti; ⁠Nur Hidayat; Aulia Mutmainna; Intan Wahid Ingrat; Putri Mentary
Journal of Epidemiology and Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): January - April
Publisher : Yayasan Cipta Anak Bangsa (YCAB) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Climate change has emerged as a critical global issue, influencing various dimensions of human life, including public health. Its manifestations such as rising temperatures, irregular rainfall patterns, and the increasing frequency of natural disasters like tidal flooding, coastal erosion, and drought pose significant threats to the health and well-being of communities. Coastal populations, particularly those in Sambuli Village, are especially vulnerable due to environmental conditions that are less conducive to health, limited access to clean water, and a general lack of awareness regarding climate change adaptation strategies. Furthermore, the local economy and livelihoods, which predominantly rely on marine resources, are also adversely affected by seasonal and weather-related changes. This study seeks to examine the correlation between climate change and the prevalence of environment-related diseases among coastal fishing communities. Objective: To assess the impact of climate change on the prevalence of environmental-based diseases in coastal fishing communities in Sambuli Village. Methods: This study employed a quantitative analytical approach with a cross-sectional design. Data were obtained from 200 respondents through the administration of structured questionnaires. The collected data were analyzed using univariate and bivariate statistical methods to identify significant associations. Results: Findings revealed that 32.5% of respondents identified erratic rainfall as the most prominent impact of climate change. The most frequently reported illness was fever or influenza, affecting 56.5% of participants. Statistical analysis demonstrated a significant association between perceptions of climate change and the quality of clean water used (p-value < 0.05), suggesting that changes in climate patterns may influence water-related health outcomes. Conclusion: Climate change has a demonstrable effect on the health status of coastal communities. Therefore, adaptive strategies particularly those focusing on environmental hygiene and access to safe water must be strengthened to mitigate health risks and enhance community resilience in the face of ongoing climatic shifts. Keywords: Climate Change, Environmental-Based Diseases, Coastal Communities, Public Health, Adaptation Strategies, Indonesia