Biaya pakan menyumbang 40–60% biaya produksi budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), sehingga diperlukan bahan pakan alternatif yang murah. Azolla microphylla berpotensi sebagai bahan pakan karena kandungan proteinnya tinggi (±28%), namun serat kasarnya membatasi kecernaan sehingga perlu difermentasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh fermentasi tepung A. microphylla menggunakan dua jenis fermentor—EM4 dan Aquaenzyms—terhadap rasio konversi pakan (FCR) dan pertumbuhan ikan nila. Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan empat ulangan digunakan: P1 (kontrol, tanpa fermentor), P2 (EM4 8 mL/kg), dan P3 (Aquaenzyms 8 g/kg); A. microphylla menyusun 67% formulasi pakan. Benih ikan nila (6–8 cm) dipelihara 40 hari. Parameter yang diamati meliputi FCR, pertumbuhan bobot mutlak, pertambahan panjang, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelangsungan hidup. Fermentasi berpengaruh nyata terhadap FCR (p<0,05): nilai terendah (terbaik) pada P3 (1,53), diikuti P2 (1,67) dan P1 (2,35). Bobot mutlak juga berbeda nyata (p<0,05); P2 (4,18 g) dan P3 (4,36 g) lebih tinggi dari kontrol (3,11 g) tanpa beda nyata antar keduanya. SGR tertinggi dan berbeda nyata pada P3 (0,71%/hari), sedangkan pertambahan panjang tidak berbeda nyata (p>0,05). Kelangsungan hidup 100% pada semua perlakuan. Kualitas air mendukung. Fermentasi tepung A. microphylla, terutama dengan Aquaenzyms, efektif menurunkan FCR dan meningkatkan pertumbuhan ikan nila.