Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Disfungsi Epitel Saluran Napas Pada Pasien Asma : Implikasi Terapeutik Simanjuntak, Donal Anjar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11115

Abstract

Disfungsi epitel saluran napas merupakan salah satu faktor utama dalam patogenesis asma, yang ditandai dengan penurunan ketebalan epitel, hiperproduksi mukus, gangguan tight junction, serta penurunan aktivitas silia. Gangguan ini memperburuk inflamasi dan meningkatkan permeabilitas saluran napas terhadap alergen dan polutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disfungsi epitel saluran napas pada pasien asma serta mengevaluasi efektivitas berbagai terapi dalam memperbaiki kerusakan epitel. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan membandingkan 50 pasien asma dan 20 individu sehat sebagai kontrol. Pemeriksaan histologi dan analisis molekuler dilakukan untuk mengevaluasi perubahan epitel dan kadar sitokin inflamasi. Uji klinis dilakukan untuk menilai efektivitas tiga terapi: kortikosteroid inhalasi, antibodi monoklonal anti-IL-4/IL-13, dan terapi berbasis sel punca epitel. Pasien asma mengalami penurunan ketebalan epitel, peningkatan produksi mukus, dan gangguan tight junction yang signifikan (p 0,05). Kadar IL-4, IL-13, dan TNF-α meningkat secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Terapi berbasis sel punca menunjukkan efektivitas tertinggi dalam memperbaiki fungsi epitel dibandingkan kortikosteroid dan terapi antibodi monoklonal. Disfungsi epitel saluran napas pada asma berhubungan erat dengan inflamasi kronis yang dimediasi oleh IL-4, IL-13, dan TNF-α. Terapi berbasis sel punca memiliki potensi besar dalam memperbaiki disfungsi epitel dan dapat menjadi pendekatan inovatif dalam pengobatan asma di masa depan.
PROPORTION OF CHRONIC OBSTRUCTIVE PULMONARY DISEASE IN CORONARY HEART DISEASE PATIENTS AT HAJI ADAM MALIK GENERAL HOSPITAL MEDAN Simanjuntak, Donal Anjar; Pandia, Pandiaman; Tarigan, Amira P
Medicina Biomedica Journal Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Medicina Biomedica Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/mbj.v1i2.9434

Abstract

Background: Chronic obstructive pulmonary disease and coronary heart disease are diseases that have several common risk factors, one of which is age and smoking habits. Research conducted by Enriguez et al. reported that CHD patients with COPD had a significantly increased risk of death after 1 year compared to patients with COPD. without COPD, meaning that finding the right diagnosis and appropriate treatment for CHD patients can improve the patient's quality of life and possibly reduce the mortality rate in CHD patients. outpatient treatment at the cardiology outpatient clinic, Haji Adam Malik Hospital, Medan. Results: After examining the history, questionnaire, and post-bronchodilator spirometry, the proportion of COPD patients in CHD patients was 27.50%. Conclusion: This study of the proportion of COPD in patients with coronary heart disease is quite high as much as 27.50%, so it is necessary for clinicians to carry out pulmonary function examinations in CHD patients, especially those who have risk factors for COPD so that clinicians can determine the appropriate management for the patient.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN STATUS KESEHATAN ANAK: KAJIAN PADA IMUNISASI DASAR Syahadatina, Syahadatina; Simanjuntak, Donal Anjar
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.911

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Namun, di Indonesia masih terdapat anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap, dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan, sikap, serta faktor sosial budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap ibu, dan status kesehatan anak terkait imunisasi dasar. Desain penelitian menggunakan kuesioner berisi 21 item dengan skala Likert yang dibagikan kepada ibu dengan anak usia PAUD. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,894, menandakan konsistensi internal yang sangat baik. Analisis deskriptif menunjukkan rerata skor pengetahuan 21,00, sikap 20,57, dan kesehatan anak 20,80. Hasil korelasi Pearson memperlihatkan hubungan positif sangat kuat antara pengetahuan, sikap, dan kesehatan (r=0,813–0,905; p<0,001). Temuan ini mendukung teori Health Belief Model (HBM), di mana pengetahuan membentuk sikap positif yang berpengaruh pada perilaku kesehatan, termasuk kepatuhan imunisasi. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu berperan penting dalam mendukung sikap positif dan kelengkapan imunisasi anak. Intervensi berupa edukasi kesehatan berbasis pengetahuan direkomendasikan untuk meningkatkan cakupan imunisasi nasional. Kata kunci: imunisasi dasar, pengetahuan, sikap ibu, kesehatan anak, Health Belief Model