Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesesuaian Tinggi Badan Aktual dengan Estimasi Tinggi Badan berdasarkan Tinggi Lutut pada Remaja Hasanah, Laras Eka Nur; Mery Eka Yaya; Winda Sauci Panjaitan
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i1.1256

Abstract

Tinggi badan merupakan indikator penting dalam penilaian status gizi, namun pengukurannya sering kali menjadi tantangan, terutama pada individu yang tidak dapat berdiri tegak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tinggi lutut dan tinggi badan pada remaja sebagai dasar estimasi tinggi badan alternatif. Menggunakan desain cross sectional, sampel pada penelitian berjumlah 31 responden dengan usia 17–25 tahun di Desa Langenharjo, Sukoharjo. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tinggi lutut dan tinggi badan (nilai p : 0,000 <α =0,05). Temuan ini mendukung penggunaan tinggi lutut sebagai estimasi tinggi badan, khususnya bagi kelompok yang sulit diukur secara langsung. Namun, penelitian ini terbatas pada pengukuran satu sisi lutut dan satu rumus estimasi. Disarankan penelitian lanjutan dengan metode yang lebih variatif untuk hasil yang lebih akurat.
Gambaran Status Gizi Pada Ibu Usia Produktif di Desa Kranggan Hasanah, Laras Eka Nur; Istiqomah, Afifah; Diniyati, Hilda; Panjaitan, Winda Sauci
Jurnal Penelitian Kesmasy Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Kesmasy
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Deli Husada Delitua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpksy.v8i1.2668

Abstract

Background: Gizi status is a measure of the balance between gizi asupan and bodily needs. Negative gizi status in infants, whether it be kelebihan or kekurangan, can increase the risk of PTM and reproductive health problems. The rising prevalence of obesity among Indonesian women indicates changes in eating habits and lifestyle, including in rural areas. Objectives: The purpose of this study is to understand the gizi status of the people in Desa Kranggan, Kabupaten Sampang. Methods: The study, which was conducted in July 2025, used a quantitative deskriptif design with cross-sectional data. The study's population consists of all 19–49-year-olds living in Desa Kranggan, with a sample size of at least 25 respondents using total sampling. The gizi status is determined using the Indeks Massa Tubuh (IMT), which is classified according to the Kementerian Kesehatan RI (2020) standard. Results: According to the study's findings, the majority of respondents had a higher gizi status, with 56.0% being overweight, 28.0% being obese, and 16.0% being normal. This indicates that the gizi's problems in Desa Kranggan are gradually the obesity. One contributing factor is the consumption of foods high in energy and fat, the level of physical activity, and the level of nutrition knowledge. Conclusions: The issue of nutrition has shifted from undernutrition to overnutrition, particularly in rural areas, leading to confusion and frustration among mothers. Interventions focused on nutrition education and promotion of physical activity are needed to prevent the rise in obesity and related diseases.