Simangunsong, Johannes E
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT PADA PEMBANGUNAN STRUKTUR SHOWROOM (Studi Kasus: Jln. M. Yamin Samarinda Kalimantan Timur) Gala, Yizhart Wira Bidang; Gultom, Tiopan Henry; Haryanto, Budi; Simangunsong, Johannes E; Sari, Dharwati P
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.19018

Abstract

Salah satu faktor penting di dalam perencanaan sebuah proyek konstruksi adalah bagaimana mengelola proyek agar proyek tersebut selesai tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Apabila waktu pelaksanaan proyek sesuai dengan kontrak atau bahkan lebih cepat, maka biaya yang dikeluarkan bisa memberikan keuntungan dan juga terhindar dari adanya denda akibat keterlambatan penyelesaian proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan proyek dengan menambahkan pekerja dan jam kerja (lembur), kemudian membandingkan hasil antara penambahan tenaga kerja atau jam kerja (lembur) yang mana lebih efisien. Perhitungan dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan program microsoft project kemudian dianalisis menggunakan metode Time Cost Trade Off. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada penambahan tenaga kerja diperoleh waktu percepatan optimum 125,99 hari dengan pengurangan biaya sebesar Rp. 141.365.991 atau efisiensi waktu sebesar 42,72% dan biaya sebesar 1,40%. Pada penambahan jam kerja lembur diperoleh waktu percepatan 211 hari dengan pengurangan biaya sebesar Rp. 28.109.783 atau efisiensi waktu sebesar 12,45% dan biaya sebesar 0,28%. Pada mulanya proyek memiliki durasi 241 hari dengan total biaya Rp.10.206.230.607,38. Sehingga metode percepatan dengan penambahan tenaga kerja merupakan alternatif paling optimal.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN AGREGAT KASAR BERDASARKAN NILAI BATAS TENGAH PERSENTASE LOLOS SARINGAN NO 3/8” TERHADAP KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS PADA BETON POROUS Alkas, Muhammad Jazir; Budiman, Ery; Haryanto, Budi; Simangunsong, Johannes E; Dohi, M Alif Rohim
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.23541

Abstract

Abstrak Dengan seiring meningkatnya kebutuhan dari pelayanan sarana dan prasarana, perubahan tata guna lahan menjadi berbagai macam infrastuktur menyebabkan berkurangnya daerah resapan air. Penggunaan lahan yang  tidak memperhatikan faktor lingkungan menyebabkan limpasan permukaan dan meningkatkan resiko. Salah satu inovasi pada perkerasan adalah beton porous. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan  dan pengurangan agregat kasar berdasarkan nilai batas tengah persentase lolos saringan no. 3/8” terhadap kuat tekan, permeabilitas dan porositas beton porous. Penelitian ini dimulai dengan perencanaan gradasi dengan melakukan penambahan dan pengurangan agregat kasar berdasarkan nilai batas tengah persetase lolos saringan no. 3/8” yang masing-masing penambahan dan pengurangan sebesar 2% dan 4%. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan, permeabilitas dan porositas pada beton porous. Untuk jumlah sampel masing-masing variasi berjumlah 3 dan untuk sampel seluruh benda uji sebesar 30 benda uji. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, kuat tekan beton porous tertinggi adalah variasi penambahan 4% persentase lolos saringan no. 3/8“ dengan nilai  16,84 MPa, sedangkan nilai permeabilitas dan porositas tertinggi adalah variasi 4% pengurangan dengan nilai sebesar 796,74 mm/menit dan 23,15%. Berdasarkan hasil tersebut, maka ukuran butir agregat kasar berpengaruh pada kemampuan kuat tekan, permeabilitas beton porous dan porositas. Semakin besar ukuran butir agregat kasar, maka semakin kecil nilai kuat tekan yang diperoleh namun nilai permeabilitas dan porositas yang diperoleh semakin besar. Sedangkan semakin kecil ukuran butir agregat kasar yang digunakan, maka semakin besar nilai kuat tekan yang diperoleh namun semakin kecil nilai permeabilitas dan porositas yang diperoleh.