Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Proceeding of Community Service and Engagement

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dan Angin pada Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan Budi Prasetya; Kris Sujatmoko; Dharu Arseno; Yuyun Siti Rohmah; Tri Nopiani Damayanti; Sugondo Hadiyoso
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8480

Abstract

Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah (HK) dikenal sebagai lembaga pendidikan modern yang sudah mulai banyak mengenal teknologi, tidak hanya fokus ke pelajaran keagamaan saja, namun perhatian juga terhadap mata pelajaran eksak seperti Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Aktivitas ektrakurikuler juga dikembangkan, sehingga bisa dikatakan jam operasional Pesantren adalah 24 jam. Akibat operasional selama 24 jam ini, maka biaya operasional Ponpes sangat tinggi terutama dalam penyediaan catu daya listrik. Selama ini belum dicoba alternatif pembangkitan catu daya karena keterbatasan pengetahuan dan anggaran pengadaan. Pada tahun 2023 sudah dimulai inisiasi kerjasama antara Telkom University dengan Ponpes HK, salah satu kebutuhan Ponpes HK yaitu pengadaan pembangkit listrik tenaga surya dan jika memungkinkan juga pembangkit listrik tenaga angin. Berdasarkan permintaan tersebut, maka kami tim dosen dari Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Ilmu Terapan menyambut baik permintaan tersebut dengan merencanakan kegiatan pengabdian Masyarakat dengan Mitra Sasar adalah Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Kegiatan telah dilakukan selama 2 semester dengan program implementasi pembangkit listrik tenaga surya dan angin di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Kegiatan ini berkolaborasi dengan PT Sasamu Energy Perkasa (PT SEP). PT SEP adalah Perusahaan penyedia peralatan catu daya Listrik dari Jakarta, direktur dari PT SEP adalah alumni Universitas Telkom. Dengan adanya kolaborasi ini, manfaat yang dirasakan oleh Mitra Sasar menjadi lebih banyak, selain memperoleh alternatif catu daya Listrik, bisa juga sebagai bagian proses pembelajaran civitas akademika Madrasah Aliah Ponpes HK.
Implementasi Ketahanan Pangan dengan Urban Farming di KWT Mekar Arum Mewangi, GBA 3, Bojongsoang, Kab. Bandung Sugondo Hadiyoso; Muhammad Farhan Alghifari Chaniago Saputro; Yuyun Siti Rohmah; Budi Prasetya
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i1.9310

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu penting yang menjadi program pemerintah Indonesia. Ketahanan pangan bersifat mendesak, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, populasi yang terus bertambah, serta yang tidak kalah penting adalah keterbatasan lahan pertanian. Implementasi ketahanan pangan melalui urban farming menjadi solusi inovatif dalam menghadapi keterbatasan lahan dan meningkatkan kemandirian pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengkaji pelaksanaan urban farming oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Arum Mewangi di Griya Bandung Asri 3, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Tujuannya adalah menerapkan penelitian berkaitan dengan urban farming dalam mendorong ketahanan pangan mandiri serta memberdayakan ibu-ibu dalam kegiatan pertanian perkotaan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan pendampingan kelompok. Selain implementasi, tim juga memberikan pelatihan pembibitan sayuran hidroponik. Hasil kegiatan ini diharapkan urban farming tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan lokal tetapi juga memperkuat partisipasi perempuan dalam pengelolaan sumber daya pertanian. Sistem yang diimplementasikan dilengkapi dengan sensor-sensor untuk mendeteksi suhu air, suhu udara, dan kelembapan sekitar sehingga kondisi lingkungan hidroponik dapat terus termonitor. Dengan memanfaatkan lahan terbatas secara optimal, KWT Mekar Arum Mewangi berharap dapat menciptakan model ketahanan pangan berbasis komunitas yang berkelanjutan dimulai dari lingkup kecil.