Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manfaat Permainan Tradisional Egrang dalam Melatih Keseimbangan Tubuh Anak Ivarianti, Krisna
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4828

Abstract

Permainan tradisional pada anak usia dini merupakan suatu bentuk implementasi budaya-budaya luhur bangsa dalam diri peserta didik untuk menambah pengetahuan budaya sejak dini dan meminimalisir penggunaan permainan moderen dan game online. Permainan tradisional memiliki peran penting dalam perkembangan anak khususnya dalam aspek motorik dan keseimbangan. Di era modern yang yang didominasi oleh permainan berbasis teknologi, permainan tradisional seperti egrang mulai terlupakan. Permainan egrang memberikan manfaat yang signifikan bagi anak, terutama dalam mengembangkan keterampilan keseimbangan, kemandirian, dan kepercayaan diri. Dengan bermain egrang dapat melatih koordinasi motorik, kekuatan otot, serta kesadaran tubuh anak. Selain itu, egrang juga mengasah kemampuan fokus, konsentrasi, dan keberanian anak untuk menghadapi resiko secara mandiri. Kajian ini mengulas manfaat permainan egrang berdasarkan studi literatur, serta pengalaman langsung oleh peneliti dalam bermain egrang yang menunjukkan bahwa permainan egrang dapat mendukung dan melatih keseimbangan serta keberanian pada anak, dan mendukung perkembangan motorik kasar. Penelitian ini juga bertujuan mengesplorasi potensi permainan egrang sebagai sarana yang efektif dalam mengembangkan keseimbangan dan keterampilan fisik anak.
Teori Perkembangan menurut Sigmund Freud Ivarianti, Krisna; Ivaniarahma; Oktanila Palensky Simanjuntak; Yulsi; Dhita Afifah; Putri Dewi Aprilia
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i2.4858

Abstract

Teori psikoseksual yang dikemukakan oleh Sigmund Freud merupakan prilaku yang dimana seksual seseorang mulai terangsang, sehingga membutuhkan kepuasaan agar kebutuhannya terpenuhi. Adapun ada beberapa tahap-tahap perkembangan menurut Freud yaitu fase oral (0-2 tahun), fase anal (2-5 tahun), fase phallic (4-5 tahun), fase laten (6 tahun pubertas), dan fase genital (pubertas 1 dan seterusnya). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji secara mendalam terkait teori psikoseksual Sigmud Freud. Metode yang digunakan studi kepustakaan dengan mengkaji materi dari 1 buku dan 17 artikel. Hasilnya psikoseksual dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal. Terdapat beberapa permasalahan seksualitas pada anak usia dini seperti halnya kekeliruan seks, hasrat dan keingintahuan akan rangsangan, masturbasi dan kekerasan seksual disebabkan oleh ketidaktahuan mengenai teori psikoseksual.
Peran Guru Dalam Memfasilitasi Interaksi Sosial Anak Autis di Kelas Yolandha, Mayang Rehza; Ivarianti, Krisna; Kamilla, Khairunnisa Nazwa; Alifia, Nayla Aura; Christina, Nova; Kartika, Wilda Isna; Pertiwi, Adharina Dian
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14 No 4 Periode September - November 2025
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v14i4.1381

Abstract

Disability includes a range of conditions that affect an individual’s ability to interact within society. In autistic children, difficulties in communication and social interaction are the primary challenges that affect classroom participation. This study explores the role of teachers in facilitating social interaction among autistic children in an early childhood education setting. Using a descriptive qualitative case study, data were collected through observations, interviews, and documentation. The analysis involved data reduction, data presentation, and verification. Findings show that the two autistic children observed still relied heavily on teacher support, with limited reciprocal interaction. Teachers acted as facilitators, motivators, mentors, and evaluators by providing structured guidance and emotional support. The novelty of this study lies in its focus on real classroom interactions in PAUD settings and the adaptive strategies teachers use based on the child’s autism severity. Practically, the study highlights the need for professional development for early childhood teachers in inclusive communication strategies and play-based social facilitation. Future research is recommended to explore alternative pedagogical approaches and collaborative models involving teachers, therapists, and parents.