Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDEKATAN HOLISTIK DAN MULTIKULTURAL DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING : STUDI PADA MODEL KONSELING PANCAWASKITA Aisyah, Siti; Wahyuningsih, Dwi Ratnawati; Khusumadewi, Ari
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i2.5317

Abstract

ABSTRACT Guidance and counseling services in schools play a crucial role in supporting the optimal development of students. A holistic and multicultural approach is key to addressing the complex needs of culturally and psychologically diverse learners. This article examines the Pancawaskita Counseling model popularized by Prof. Dr. Prayitno, Msc. Ed. as one of the models integrating holistic and multicultural approaches in school counseling services. Through literature review and conceptual analysis, this study shows that the Pancawaskita model can provide comprehensive and responsive services to cultural diversity and psychosocial needs of students. The research stages involved searching, selecting, and analyzing various relevant literature sources to thoroughly evaluate the concept and implementation of the Pancawaskita Counseling Model. This study also emphasizes the importance of counselors having cultural sensitivity and the ability to understand holistic dimensions in the development of school counseling services. The Pancawaskita Counseling Model is a holistic and multicultural approach that places spiritual and cultural values at the core of counseling services to meet students' needs comprehensively and inclusively. ABSTRAK Layanan bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam mendukung perkembangan siswa secara optimal. Pendekatan holistik dan multikultural menjadi kunci dalam menjawab kompleksitas kebutuhan peserta didik yang beragam secara budaya dan psikologis. Artikel ini mengkaji model Konseling Pancawaskita yang dipopulerkan oleh Prof. Dr. Prayitno, Msc. Ed. sebagai salah satu model yang mengintegrasikan pendekatan holistik dan multikultural dalam praktik layanan bimbingan dan konseling sekolah. Melalui kajian literatur dan analisis konsep, artikel ini menunjukkan bahwa model Pancawaskita mampu memberikan layanan yang komprehensif dan responsif terhadap keragaman budaya serta kebutuhan psikososial siswa. Tahapan penelitian dilakukan dengan menelusuri, memilih, dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan untuk mengevaluasi secara mendalam konsep dan implementasi model Konseling Pancawaskita. Studi ini juga menekankan pentingnya konselor untuk memiliki sensitivitas budaya dan kemampuan memahami dimensi-dimensi holistik dalam pengembangan layanan konseling di sekolah. Model Konseling Pancawaskita merupakan pendekatan holistik dan multikultural yang menempatkan nilai-nilai spiritual dan budaya sebagai inti layanan konseling untuk memenuhi kebutuhan siswa secara menyeluruh dan inklusif.
Solution Focused Brief Counseling (SFBC) Dalam Mengatasi Permasalahan Peserta Didik Di Sekolah Wahyuningsih, Dwi Ratnawati; Setiawati, Denok; Nuryono, Wiryo; Habsy, Bakhrudin All
Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nor.v12i3.25386

Abstract

Solution Focused Brief Counseling (SFBC) merupakan pendekatan konseling yang menekankan penguatan potensi individu, orientasi solusi, dan pencapaian perubahan positif dalam waktu yang relatif singkat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan SFBC dalam mengatasi berbagai permasalahan peserta didik di sekolah melalui kajian terhadap 20 penelitian empiris yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan analisis deskriptif terhadap karakteristik desain penelitian, subjek, prosedur intervensi, dan hasil temuan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa SFBC secara konsisten efektif dalam meningkatkan aspek psikologis positif peserta didik, seperti self-regulation learning, self-efficacy, self-acceptance, psychological well-being, resiliensi, harga diri, dan kemampuan adaptasi, serta menurunkan berbagai permasalahan akademik dan perilaku, termasuk prokrastinasi akademik, burnout, bullying, agresivitas verbal, dan perilaku membolos. Intervensi umumnya dilaksanakan dalam 2–6 sesi dengan teknik inti berupa miracle question, scaling question, dan exception question. Temuan ini menegaskan bahwa SFBC merupakan pendekatan konseling yang aplikatif, efisien, dan relevan untuk memperkuat layanan bimbingan dan konseling responsif di sekolah.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING UNTUK MENINGKATKAN SELF-EFFICACY KARIER SISWA KELAS XII SMAN MODEL TERPADU BOJONEGORO Wahyuningsih, Dwi Ratnawati; Setiawati , Denok; Nuryono, Wiryo
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): Vol 9, No 2 Maret 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i2.31088

Abstract

One counseling approach that can be applied by counselors to enhance students’ career self-efficacy by utilizing their strengths and personal resources is group counseling using the Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) approach. This study aimed to examine the effectiveness of Solution-Focused Brief Counseling group counseling in improving the career self-efficacy of Grade XII students at SMAN Model Terpadu Bojonegoro. The study employed a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. The research participants consisted of 18 students, including 9 students in the experimental group and 9 students in the control group, selected through a non-random purposive sampling technique. Data were collected using a career self-efficacy questionnaire. The implementation of Solution-Focused Brief Counseling group counseling was conducted in four sessions, which include rapport building, problem identification, counseling goal setting, intervention implementation, termination, evaluation, and follow-up. The results of data analysis showed that the experimental group achieved a posttest mean score of 88.67, while the control group obtained a posttest mean score of 81.67. These findings indicate a significant difference between the two groups, with a higher increase in career self-efficacy observed in the experimental group compared to the control group. Furthermore, the independent samples t-test revealed a significance value (2-tailed) of 0.005, which is lower than the significance level of 0.05. This result indicates that Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) group counseling is effective in improving the career self-efficacy of Grade XII students at SMAN Model Terpadu Bojonegoro.