Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN NILAI Q GERD PASIEN BPJS RAWAT JALAN YANG MENDAPAT TERAPI ANTASIDA DAN OMEPRAZOL DENGAN ANTASIDA DAN LANZOPRAZOL DI KLINIK PRATAMA X SIDOARJO Purwati, Ely; Priyoherianto, Andri; Safitri, Rifdah Atikah
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol. 6 No. 02 (2025): HERCLIPS VOL 06 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v6i02.9647

Abstract

Introduction: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a digestive tract disorder characterized by repeated reflux of stomach contents into the esophagus, causing various symptoms such as heartburn, regurgitation, heartburn, and sleep disorders. The prevalence of GERD throughout the world ranges from 15%-25%, with an increasing trend in several countries including Indonesia. Objective: This study aims to compare the Q value of GERD for outpatient BPJS patients who received combination therapy with antacid + PPI drugs [Omeprazole or lanzoprazole]. Method: This research uses a descriptive research type using a cross sectional research design, evaluated with the GERD-Q Questionnaire. Results: The results in this research are that the drugs used for GERD therapy are PPI and antacids based on research results showing that this therapy can effective in reducing the symptoms of gerd experienced by patients, the combination of antacid + lansoprazole/omeprazole + antacid is very effective in reducing the Q value of gerd from statistical data showing that the reduction between the 2 combinations is not significantly different P<0. Conclusion: The average decrease in the Q value of GERD for outpatient BPJS patients who received antacid + omeprazole, and antacid +lansoprazole therapy at the Pratama X Sidoarjo clinic was 7.25, and 9.875.
Asuhan Kefarmasian Edukasi Penggunaan OAD Sulfonilurea pada Masyarakat Desa Terung Kulon, Krian Purwati, Elly; Safitri, Rifdah Atikah
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 6 No. 2 (2026): IJCDH Vol. 6 No. 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v6i2.11965

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa dan membutuhkan keterlibatan pasien serta keluarga dalam perawatan sehari-hari. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan diabetes sangatlah penting guna mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan penderita penyakit kronis, terutama pasien diabetes mellitus tipe 2, melalui pendidikan perawatan farmasi mengenai penggunaan Obat Antidiabetes oral (OAD) golongan sulfonilurea di masyarakat Desa Terung Kulon, Krian. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pendidikan mengenai OAD golongan sulfonilurea dan melibatkan 50 peserta yang terdiri dari pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dan orang-orang dengan penyakit kronis lainnya. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi pendidikan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, dan karena data tidak berdistribusi normal (p < 0,05), analisis dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 5,26 ± 1,16 pada pre-test  menjadi 5,60 ± 1,07 pada post-test, dengan nilai p sebesar 0,002 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan secara statistik setelah menerima edukasi mengenai penggunaan Obat Antidiabetes oral golongan sulfonilurea. Kesimpulannya, kegiatan perawatan farmasi berupa edukasi mengenai penggunaan Obat Antidiabetes oral golongan sulfonilurea terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Terung Kulon, Krian, Sidoarjo secara signifikan.