Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranakan Chinese’s Literature in Doenia Baroe Magazine (1930) Sari, Risa Junita; Samry, Wannofri; Andoni, Yudhi
Andalas International Journal of Socio-Humanities Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijosh.v2i1.8

Abstract

Doenia Baroe Magazine (1930) is a press media of Peranakan Chinese that contains a lot of literature from various genre. The purpose of this study is to explain themes, forms and orientation of Peranakan Chinese’s literature, so that might explain author’s idea of literary works.Literature from Doenia Baroe Magazine has become the overview of history of literature that written by Peranakan Chinese that use historical methodology. Chinese literature in Doenia Baroe Magazine are influenced by the identity tendency as Chinese people which brings out rendering literary works. Literature from Doenia Baroe Magazine are adaptive to the modernity of colonial environment without needed to remove their ancestral heritage. Literary works in Doenia Baru Magazine has various genres such as short story, feuilleton and poem that implicitly show the author’s new world. Peranakan Chinese’s literature has not just become the social reflection but also implies political identity of the era.The result of this study, the beginning of chinese’s literature is relevant with mentality of the era that affects the author’s idea.
Voices from the Margins: A Critical Analysis of Peranakan Chinese Literary Contributions in Doenia Baroe (1930) Sari, Risa Junita
Jurnal Ceteris Paribus Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Humanities, Andalas University, Padang, West Sumatra in cooperation with Kato Institute.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jcp.v4i2.56

Abstract

Penelitian ini secara kritis mengeksplorasi kontribusi sastra komunitas Tionghoa peranakan di Sumatra kolonial melalui lensa majalah Doenia Baroe, sebuah majalah berbahasa Melayu yang terbit di Padang dari Januari hingga November 1930. Meskipun peran Tionghoa peranakan dalam perkembangan sastra dan jurnalisme di Indonesia sangat signifikan, kontribusi mereka tetap terpinggirkan dalam narasi historiografi sastra utama. Dengan menggunakan metodologi penelitian sejarah yang mencakup heuristik sumber, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, artikel ini menganalisis bagaimana Doenia Baroe berfungsi sebagai platform budaya dan intelektual bagi Tionghoa peranakan pada masa kolonial Belanda. Majalah ini menunjukkan orientasi liberal dan kosmopolitan yang strategis dalam lanskap media kolonial, serta perannya dalam membentuk genre sastra baru yang menggabungkan pengaruh Tionghoa, Melayu, dan Barat. Temuan menunjukkan bahwa Doenia Baroe berhasil meng navigasi regulasi pers kolonial yang ketat sambil memberikan ruang bagi Tionghoa peranakan untuk mengartikulasikan identitas, mengkritik realitas sosial, dan berkontribusi pada wacana intelektual era tersebut. Penelitian ini mengisi celah signifikan dalam historiografi sastra Indonesia dengan menunjukkan bahwa produksi sastra Tionghoa peranakan bukan hanya fenomena marginal, tetapi merupakan bagian integral dari lanskap intelektual kolonial, yang menantang kanon sempit yang secara historis mengecualikan kontribusi mereka dari narasi sastra utama.