Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kepastian Hukum dalam Sengketa Warisan Pada Putusan Mahkamah Agung terhadap Sengketa Boedel Warisan di Indonesia Megasari, Nomi Septi; Gunati, Saringah; Khairunisa, Nabila; Fitriany, Aulia; Tarina, Dwi Desi Yayi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26857

Abstract

Hukum perdata di Indonesia saat ini masih bersifat pluralisme yaitu yang masih beraneka ragam. Hukum perdata berlaku di Indonesia sepanjang tidak bertentangan dengan UUD 1945, Pancasila, dan peraturan perundang- undangan nasional lainnya. Hukum perdata merupakan hukum yang mengatur hubungan antar individu atau badan hukum yang salah satu cakupannya yaitu hukum keluarga yang mengatur warisan seperti dalam suatu kasus sengketa boedoel warisan di Indonesia yang masih menjadi permasalahan pertimbangan dengan KUHPerdata dan hukum yang dibenarkan. Dikarenakan tidak adanya pembagian/pemisahan harta antara 2 pasangan suami istri kemudian bercerai dan terjadilah sengketa antara pihak suami dan pihak saudara kandung. Sehubung kedua belah pihak dan pihak keluarga beragama Kristen, maka sistem yang berlaku adalah pewarisan berdasarkan Hukum Waris sesuai dengan Kitab Undang Undang Hukum Perdata. Dikarenakan penguasaan boedoel warisan dikuasai oleh salah satu ahli waris tanpa persetujuan dan pembagian yang jelas kepada ahli waris lainnya yang sudah jelas bertentangan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang mengatur bahwa semua ahli waris memiliki kedudukan dan hak yang sama terhadap warisan yang ditinggalkan pewaris. Yang membuat salah satu menggugat sengketa tersebut ke Mahkamah Agung dan memberikan keputusan pertimbangan hukum yang adil dengan membagi harta sesuai dengan ketentuan hukum waris perdata.
Kepastian Hukum atas Sengketa Lahan Yayasan dalam Putusan Kasasi Vihara Amurva Bhumi Rahmadhani, Larasati; Permatasari, Angelina Dewi; Gunati, Saringah; Khairunisa, Nabila; Tarina, Dwi Desi Yayi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3739

Abstract

Jurnal ini membahas sengketa tanah antara Yayasan Vihara Amurva Bhumi dan PT Danataru Jaya terkait akses jalan menuju tempat ibadah Vihara. PT Danataru Jaya mengklaim bahwa akses jalan tersebut merupakan bagian dari tanah yang tercantum dalam HGB No. 298/Desa Karet Semanggi yang diterbitkan BPN Jakarta Selatan pada tahun 1998. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan PT Danataru Jaya, dan putusan tersebut kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Putusan ini dinilai merugikan Yayasan karena berpotensi menghambat akses umat dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Atas dasar itu, Yayasan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Yayasan, membatalkan putusan sebelumnya dari PN dan PT, serta menegaskan bahwa akses jalan menuju Vihara memiliki fungsi penting sebagai penunjang aktivitas keagamaan sehingga patut mendapat perlindungan hukum.