Aziza, Shaufia Hasni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bahasa yang Menggugah Selera: Analisis Relativitas Kata “Enak” dalam Komunikasi Kuliner di Platform Media Sosial Berbasis Video Pendek Rahman, Sulthan Khairuddin; Nazah, Tiana Naila; Yusuf, Siti Salwa Az-Zahra; Aziza, Shaufia Hasni; Maryam, Siti; Rizkyanfi, Mochamad Whilky
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26912

Abstract

Perkembangan media sosial berbasis video pendek seperti TikTok telah mengubah cara masyarakat menilai dan membicarakan makanan. Kata “enak” sering digunakan sebagai ekspresi utama untuk mendeskripsikan rasa, namun maknanya sangat relatif dan bergantung pada konteks. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi makna kata “enak” dalam konten kuliner digital menggunakan pendekatan semiotik dan pragmatik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis konten video pendek dari kreator bernama Angela, yang secara eksplisit membahas relativitas makna “enak”. Data dianalisis melalui tanda-tanda visual dan verbal dalam video, serta konteks sosial yang membentuk persepsi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna “enak” dibentuk melalui intonasi suara, ekspresi wajah, narasi, dan pemilihan diksi yang spesifik. Selain itu, penggunaan kata “enak” juga memiliki fungsi persuasif yang kuat dalam membentuk tren kuliner dan mempengaruhi keputusan konsumsi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kata “enak” dalam komunikasi kuliner digital bukan hanya deskripsi rasa, melainkan simbol kultural yang kompleks yang dibentuk oleh bahasa, visualisasi, dan interaksi sosial di media digital.
Wedang Ronde sebagai Akulturasi Budaya Tionghoa dan Budaya Jawa Damara, Yusuf Bagus; Ayu, Rahmah; Aziza, Shaufia Hasni; Fadilah, Ika Nur; Supriyono, Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wedang Ronde merupakan salah satu contoh nyata adanya akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Hidangan ini berasal dari Tangyuan, makanan khas Tiongkok yang biasanya disajikan pada perayaan Festival Dongzhi. Melalui proses adaptasi di Pulau Jawa, Wedang Ronde mengalami perubahan dari segi bahan dan penyajiannya, dengan penambahan unsur-unsur lokal seperti jahe, pandan, dan gula merah. Penyesuaian ini dilakukan untuk memenuhi selera dan ketersediaan bahan. Meski begitu Wedang Ronde tetap mempertahankan makna simbolis Tangyuan sebagai lambang keharmonisan keluarga, sekaligus mencerminkan keanekaragaman budaya di Indonesia. Akulturasi ini tidak hanya terlihat dari bahan dan penyajian, tetapi juga dari fungsinya sebagai bagian dari perayaan tradisional Imlek di Indonesia. Wedang Ronde kini menjadi ikon hidangan yang menghubungkan dua budaya dan memperkaya tradisi kuliner lokal.