Rizki, Ridonal
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kinerja Pegawai Tata Usaha dalam Pelayanan Administrasi di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pariaman Rizki, Ridonal; Ahmad, Aprizal; Hidayat, Hidayat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28343

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan terkait dengan kinerja pegawai tata usaha di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pariaman lamban terhadap responsif kepada pelanggan di madrasah dan pegawai tata usaha terkendala dalam mengoperasikan komputer, sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan dengan tidak efektif dan efisien. Penelitian ini difokuskan pada gambaran kinerja pegawai tata usaha dalam pelayanan administrasi dan upaya meningkatkan kinerja pegawai tata usaha dalam pelayanan administrasi di Madrasah Aliyah (MAN) Negeri Kota Pariaman. Selanjutnya yang menjadi pembahasan utamanya yaitu tentang kinerja pegawai tata usaha dalam pelayanan administrasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota PariamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja pegawai tata usaha dalam pelayanan administrasi dan untuk mengetahui cara meningkatkan kinerja pegawai tata usaha di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: 1) Gambaran kinerja pegawai tata usaha di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pariaman dalam pelayanan administrasi dapat dilihat dari, kualitas: pegawai melaksanakan tugas sesuai perintahnya cermat atau teliti dalam memberikan pelayanan walaupun dalam kedisiplinan belum terlihat. Kuantitas: jumlah pekerjaan pegawai diselesaikan yang telah ditetapkan yang mana pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak saling berbenturan jadwal karena sudah tercantum dalam beban kerja setiap pegawai. Ketepatan waktu: pegawai tata usaha telah memiliki pengetahuan yang baik dan paham apa yang dikerjakannya sehingga tidak butuh waktu lama dalam memberikan pelayanan. Efektivitas: sudah memiliki kemampuan dan keahlian dalam memanfaatkan teknologi dalam memberi pelayanan. Kemandirian: dalam menyelesaikan pekerjaannya masih memerlukan pertolongan atau bantuan dari rekan kerja bahkan meminta arahan dari atasan kerja apabila menemukan hambatan. 2) Dalam peningkatan kinerja dalam pelayanan administrasi dengan melakukan diskusi bersama baik dengan sesama pegawai maupun bersama atasan dan selalu terbuka terhadap saran yang diberikan oleh tim kerja. Pelatihan pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan-pelatihan kecil yang dilakukan dalam mempelajari ilmu-ilmu teknologi. Pemimpin memberikan motivasi, arahan-arahan dan saling terbuka dalam segala hal.
KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL DAN BUDAYA MUTUSEKOLAH: KAJIAN LITERATUR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN Rismayani, Risha; Rizki, Ridonal; Gistituati, Nurhizrah; Rismayani, Rusdinal; Rismayani, Nellitawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46482

Abstract

This study aims to analyze the role of instructional leadership and school qualityculture in improving the quality of learning through a Systematic Literature Review(SLR) approach. The method used is a qualitative approach with literature studytechniques involving various relevant international journals, books, and scholarlysources within a specific time frame. Data were collected through processes ofidentification, selection, and analysis of articles based on inclusion and exclusioncriteria, and then synthesized thematically to obtain a comprehensiveunderstanding of the relationships among variables. The results indicate thatinstructional leadership has a significant influence on improving teacherperformance, learning effectiveness, and student learning outcomes. On the otherhand, school quality culture has been proven to strengthen commitment to qualitystandards, enhance collaboration among teachers, and encourage instructionalinnovation. The integration of instructional leadership and quality culturedemonstrates a synergistic relationship in creating an effective, adaptive, andsustainable learning system. This study concludes that instructional leadershipand school quality culture are two key factors that complement each other inimproving the quality of learning. Therefore, strengthening both aspectssimultaneously becomes an important strategy in efforts to enhance the quality ofeducation in schools.Keywords: instructional leaders
LANDASAN FILSAFAT ILMU DALAM ADMINISTRASI PENDIDIKAN DASAR: IMPLIKASI TERHADAP PENINGKATAN PROFESIONALISME TENAGA KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR ERA TRANSFORMASI DIGITAL Rizki, Ridonal; Salsabila, Irsa; Jasrial; Nellitawati; Ayu Ningrum, Tia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50327

Abstract

The quality of primary education (Sekolah Dasar/SD) is substantially determined by the professionalism of educational staff, which includes school principals, administrative staff, laboratory technicians, and librarians at the elementary school level. However, national data from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (2022) reveals that only 61.3% of primary school principals in Indonesia meet the minimum competency standards, indicating a critical gap in educational staff professionalism. This study argues that one root cause of this gap is the absence of a solid philosophical foundation in the training and professional development of educational staff. This study aims to: (1) examine the ontological, epistemological, and axiological foundations of educational administration at the primary school level; (2) analyze the contribution of the philosophy of science to the professionalism of primary school educational staff in the digital transformation era; (3) identify challenges in implementing philosophy-based professional development; and (4) propose the Philosophical Triadic Model (PTM/MTF) as a conceptual framework for developing the professionalism of primary school educational staff. This research employs a qualitative library research design. Data were systematically collected from grand theory primary sources and secondary sources comprising SINTA 1-2 nationally indexed and Scopus/WoS internationally indexed journal articles (2019-2024). Content analysis followed Miles, Huberman and Saldana (2014). Findings indicate that ontological, epistemological, and axiological foundations are significantly underdeveloped in current primary school administration practice. The proposed PTM offers three integrated pillars: ontological strengthening through professional identity formation, epistemological strengthening through evidence-based practice, and axiological strengthening through ethical leadership culture. The PTM is distinguished from existing frameworks by its explicit integration of digital transformation challenges specific to the primary education context. Implications for policy reform of principal and administrative staff training programs are discussed.
ANALISIS KOMPETENSI GURU DAN PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SATUAN PENDIDIKAN Yullanda, Riva; Rizki, Ridonal; Muhamad Akbar, Azan; Sufyarma Marsidin; Rifma
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.56768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi guru dan pelaksanaan supervisi akademik sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru di satuan pendidikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis obeservasi video terhadap enam video pembelajaran dan supervisi pada jenjang SD, SMP dan SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara umum telah menunjukkan empat kompetensi wajib, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial, meskipun penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan model pembelajaran aktif belum sepenuhnya optimal. Supervisi akademik yang ditemukan secara umum dilaksanakan melalui teknik observasi kelas, mulai dari model konvensional hingga model berbasis coaching yang dikembangkan dalam Program Pendidikan Guru Penggerak. Pendekatan supervisi berbasis coaching ditemukan lebih efektif dalam mendorong refleksi guru dibandingkan pendekatan supervisi konvensional yang cenderung evaluative. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model layanan supervisi berbasis kategori guru sebagaimana dikemukakan Rifma (2017, 2019) agar pembinaan dan pendampingan yang diberikan supervisor lebih kontekstual dengan kebutuhan masing-masing guru.