Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Partner

PERTUMBUHAN TANAMAH TOMAT YANG DIBERIKAN Bio-Slurry DENGAN PENAMBAHAN NPK Yulian Abdullah
Partner Vol 25, No 1 (2020): Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v25i1.429

Abstract

Upaya dalam meningkatkan produktivitas tanaman tomat adalah melalui pemupukan. Pemupukan dapat menambah unsur-unsur atau zat makanan yang diperlukan tanah secara langsung atau tidak langsung. Kombinasi pemupukan antara pupuk organik dan anorganik dapat meningkatkan produksi tanaman. Pemanfaatan Bio-slurry selain membantu perbaikan sifat fisik dan kimia tanah. Penggunaan pupuk anorganik memberikan dampak yang nyata yaitu dapat menyediakan unsur hara yang banyak dan langsung diserap oleh tumbuhan dalam waktu yang relatif singkat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan kombinasi terbaik pupuk bio-slurry padat dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bio-slurry + NPK memberikan pengaruh terhadap semua variable pengamatan pertumbuhan tanaman tomat. Kesimpulan dari penelitian adalah yang memberikan hasil terbaik adalah perlakuan Bio-slurry 20 t.ha-1 + Pupuk NPK 200 kg ha-1Kata Kunci : Tanaman Tomat, Bio-Slurry, NPK
RESPON TANAMAN SAWI AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK BIO-SLURRY DENGAN PENAMBAHAN NPK Yulian Abdullah; Roosna M.O. Adjam
Partner Vol 22, No 2 (2017): Edisi November
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v22i2.243

Abstract

Fertilizing combination  between organic and inorganic fertilizer can increase crop production because organic fertilizer improves physical, chemical, and biologicalcondition of the soil,hence give conducive circumstances to plant growth. The aim of the research was to identify  the influence of the solid bio-slurry  and NPK fertilizer on the growth and production of Brassica juncea L. The experimental design used in the study was  Group Randomized Design (RBD) with 6 treatments and 4 replications to obtain 24 experimental units. The treatments were: P1: Bio-slurry 20 t.ha-1 + NPK 0 kg ha-1; P2: Bio-slurry 20 t.ha-1 + NPK 25 kg ha-1 +; P3: Bio-slurry 15 t.ha-1 + NPK 50 kg ha-1; P4: Bio-slurry 10 t.ha-1 + NPK 75 kg ha-1; P5: Bio-slurry 5 t.ha-1 + NPK fertilizer 100 kg ha-1; P6: Bio-slurry 0 t.ha-1 + NPK 125 kg ha-1. The results showed that the application of bio-slurry fertilizer with NPK gave effect to the growth and production of  brassica,  included plant heights, leaf numbers, fresh weights and dry weights of  brassica at 28 day after plant of  observation age. Keywords: Bio-slurry, mustard , organic fertilizer, NPK
EFISIENSI TATANIAGA SAYUR BAYAM DI PASAR TRADISIONAL KOTA KUPANG (Studi Kasus Pasar Oeba Kota Kupang) Ratu Rihi, Micha Snoverson; Sobang, Elson Laiya; Kakamone, Marsema Marselina; Abdullah, Yulian; Amalo, Bonik Kurniati; Nainggolan, Viona; Arifin, Zainal; Nababan, Manaor Bismar
Partner Vol 30, No 1 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i1.7415

Abstract

ABSTRAKSebagian besar kebutuhan sayur bayam di Kota Kupang dipenuhi dari luar kota karena produksi lokal tidak mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi saluran tataniaga, (2) mendeskripsikan fungsi-fungsi tataniaga, dan (3) menganalisis marjin serta efisiensi tataniaga bayam di Kota Kupang. Proses analisis kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari survei dengan penentuan responden secara sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). terdapat dua saluran tataniaga, yaitu saluran tataniaga bertaraf tunggal: Petani à Pengecerà Konsumen, dan saluran tataniaga bertaraf 2:  Petani à Tengkulakà Pengecer à Konsumen. 2). Fungsi tataniaga mencakup penjualan, pembelian, transportasi, sortasi, pengemasan, dan penyediaan fasilitas. 3). Marjin tataniaga pada saluran bertaraf tunggal adalah Rp4.652,78/kg dan pada saluran bertaraf 2 sebesar Rp4.689,67/kg. Tataniaga sayur bayam pada kedua saluran tidak efisien. Kata kunci: efisiensi tataniaga, bayam, pasar tradisional, Kota Kupang
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN TERUNG DI PASAR-PASAR TRADISIONAL KOTA KUPANG Itu Nu, Maria V.; Ratu Rihi, Micha S.; Walunguru, Lena; Namah, Chris N.; Sine, Heny M. C.; Nainggolan, Viona; Koylal, Johny A.; Abdullah, Yulian; Saubaki, Marthen Y.; Fallo, Ferdy A. l.; Nababan, Manaor B.; Adjam, Roosna M. O.
Partner Vol 30, No 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i2.7511

Abstract