Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ambiguitas Frasa Akta Jual Beli dalam Risalah Lelang sebagai Dasar Penyerahan Hak Milik atas Tanah dan Bangunan kepada Bank Melisa Pranata; David Hardjo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i3.1345

Abstract

Risalah lelang sebagai akta relaas memiliki kedudukan penting dalam proses eksekusi jaminan oleh bank dalam penyelesaian kredit bermasalah. Namun, munculnya ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122 Tahun 2023 bahwa kutipan risalah lelang dapat dianggap sebagai Akta Jual Beli (AJB) menimbulkan persoalan hukum, mengingat secara normatif AJB adalah akta partij yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan risalah lelang sebagai dasar balik nama hak atas tanah dan bangunan kepada bank selaku pembeli lelang, serta menilai kesesuaiannya dengan asas hukum perdata dan agraria di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menganalisis peraturan perundang-undangan terkait, doktrin hukum, dan literatur ilmiah sebagai bahan hukum primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketentuan yang menyamakan risalah lelang dengan AJB berpotensi menciptakan ambiguitas hukum dan melemahkan kepastian hukum, khususnya dalam pendaftaran hak atas tanah. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya harmonisasi regulasi antara PMK 122/2023 dengan aturan agraria, serta penegasan kembali batasan kewenangan pejabat lelang dan PPAT agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam praktik hukum pertanahan dan lelang agunan oleh bank
Analisis Politik Hukum Pertanahan Terhadap Perlindungan Data Sertifikat Elektronik Wirawan, Angeline; Melieyani Susanto; Melisa Pranata; Vanesa Yustira; Presilia Tangriawan; Audry Natalia S; Felicia
JURNAL MINUTA Vol. 7 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Magister Kenotariatan Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/minuta.v7i2.7052

Abstract

Technological advancements and digital breakthroughs have prompted the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning, in collaboration with the National Land Agency, to modernize land administration by implementing electronic land registration through digital certificates. In 2021, the introduction of Electronic Land Certificates (STE) began with the release of Regulation Number 1 of 2021 by the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency. This regulation was subsequently replaced and updated with Regulation Number 3 of 2023, focusing on the issuance of digital documents within land registration processes. Despite its benefits, this innovation has introduced new challenges, particularly in addressing the risks associated with cybercrime. One significant threat is the potential loss of an electronic certificate due to hacking. To address these concerns, both vertical and horizontal legal protection is necessary. The minister must ensure that comprehensive legal safeguards are in place, protecting against government interference as well as threats from individuals or other groups in relation to the security of electronic certificates. The research question raised in this paper is whether there is an adequate legal framework regulating the protection system of electronic certificate data stored in electronic vaults. The purpose of this paper is to analyze the political law of land administration regarding electronic certificates and to examine the legal protection of data stored in electronic vaults. This study concludes that the validity and security of electronic land certificates require comprehensive safeguards, including encryption mechanisms and the role of the National Cyber and Crypto Agency (BSSN), to prevent risks of digital loss or manipulation.