Enggar Objantoro
Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Survei Kesadaran Memelihara Lingkungan Hidup Berdasarkan Perspektif Ekoteologi di STT Simpson Ungaran Sabda Budiman; Enggar Objantoro
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v5i1.304

Abstract

Tindakan memelihara lingkungan hidup secara intensif dan berkelanjutan menjadi hal utama yang perlu dilakukan. Pemeliharaan lingkungan hidup juga tidak terlepas dari peran serta orang Kristen, terkhusus mahasiswa teologi selaku calon pemimpin di gereja dan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Simpson Ungaran juga perlu memiliki kesadaran yang baik dalam hal memelihara lingkungan hidup. Tujuan penulisan dalam penelitian ini yaitu: “Untuk mengetahui tingkat kesadaran mahasiswa dalam memelihara lingkungan hidup berdasarkan perspektif ekoteologi di STT Simpson Ungaran.” Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang penulis lakukan, terlihat bahwa kesadaran mahasiswa memelihara lingkungan hidup berdasarkan perspektif ekoteologi di STT Simpson Ungaran dikategorikan baik dengan persentase 88,79%.  Kesadaran mahasiswa memelihara lingkungan hidup yang baik juga terlihat dari kesadaran dalam aspek pemahaman yang memperoleh persentase 91,50% dengan kategori sangat baik, kesadaran dalam aspek pemanfaatan yang memperoleh persentase 87,80% dengan kategori baik, dan kesadaran dalam aspek pelestarian yang memperoleh persentase 90,21% dengan kategori baik.
Gerakan Injili dan Panggilan Gereja Untuk Pertumbuhan Spiritualitas Jemaat Gatsper A Lado; Enggar Objantoro; Joni Aihery
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.118 KB) | DOI: 10.53674/teleios.v2i1.46

Abstract

Abstract: This paper specifically suggests how the evangelistic movement carried out by the church is related to the growth of congregational spirituality. The focus of this paper outlines how the evangelistic movement carried out by the church from the first, mid to the modern century. This article was written using qualitative methods with a literature study approach. The results of the presentation of this study suggest that the church is actively carrying out evangelistic movements aimed at the growth of congregational spirituality. This is captured when tracing churches in the first century, middle, modern, post-modern to the digital age. The evangelistic movement has always been a church identity aimed at the growth of congregational spirituality. In the evangelistic movement carried out by the church, there has always been a figure of missionary mobilization Luther and Calvin along with other figures. The evangelistic movement carried out by the church in response to the Great Commission so that the world undergoes a change in relation to knowing Jesus Christ through the growth of congregational spirituality.Keyword: Evangelistic Movement, Church, Spirituality, BelieversAbstrak: Tulisan ini secara spesifik mengemukakan bagaimana gerakan penginjilan yang dilakukan oleh gereja dalam kaitan pada pertumbuhan spiritualitas jemaat. Fokus dari tulisan ini menguraikan bagaimana pergerakan penginjilan yang dilakukan oleh gereja dari abad pertama, pertengahan, modern, dan sampai pada post modern. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil dari pemaparan kajian ini mengemukakan bahwa gereja secara aktif melakukan gerakan penginjilan yang bertujuan pada pertumbuhan spiritualitas jemaat. Ini terpotret bila menelusuri gereja pada abad pertama, pertengahan, modern, post modern sampai era digital. Gerakan penginjilan selalu menjadi identitas gereja yang bertujuan pada pertumbuhan spiritualitas jemaat. Di dalam gerakan penginjilan yang dilakukan oleh gereja, selalu ada tokoh penggeraknya misialnya Luther dan Calvin bersama tokoh lainnya. Gerakan penginjilan yang dilakukan oleh gereja sebagai respon pada Amanat Agung agar dunia mengalami perubahan dalam kaitan mengenal Yesus Kristus melalui pertumbuhan spiritualitas jemaat.Kata Kunci: Gerakan Penginjilan, Gereja, Spiritualitas, Orang Percaya
Gerakan Ayo Baca Alkitab Berbasis Whatsapp Di Masa Pandemi Patri Alinda Nalle; Anggi Parenli Lauren; Enggar Objantoro; John Mardin
Davar : Jurnal Teologi Vol 3, No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekola Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v3i1.36

Abstract

ABSTRACTSpiritual growth occurs through hearing the Word. GKII Isa Al-Masih members experience difficulties in studying the word independently, especially during the pandemic, the interaction between the pastor and the congregation is very limited. Therefore, GKII Isa Al-Masih created a congregational coaching program through the Let's Read the Bible movement. This study aims to find out the implementation process of the Whatsapp-based Come Read Bible Movement. The author uses qualitative research to understand the process of carrying out the let's read the Bible process. The results of the research show that when believers hear the word of God, believers will try to find what they have heard in the Bible. The Word of God that builds the lives of believers. Therefore, if believers diligently read the Bible, God's word reminds and strengthens believers to face life's difficulties and struggles. The researcher emphasizes the importance of reading the Bible as an effort to increase knowledge about God's work and allows believers' beliefs to mature/grow spiritually. Keyword: Pandemic, Social Media, BibleABSTRAKPertumbuhan rohani terjadi melalui pendengaran Firman. Anggota GKII Isa Al-masih mengalami kesulitan untuk belajar firman secara mandiri terlebih di masa pandemi interaksi antara gembala dan jemaat sangat terbatas. Oleh sebeb itu GKII Isa Al-masih membuat program pembinaan jemaat melalui gerakan ayo baca Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan proses pelaksanaan Gerakan Ayo Baca Alkitab berbasis Whatsapp. Penulis menggunakan penelitian kualitatif untuk memahami proses pelaksanaan proses ayo baca Alkitab. Hasil penelitian menujukan bahwa ketika orang percaya mendengar firman Tuhan, orang percaya akan mencoba menemukan apa yang telah mereka dengar di dalam Alkitab. Firman Tuhan yang membangun kehidupan orang percaya. Oleh karena itu, jika orang percaya rajin membaca Alkitab, firman Tuhan mengingatkan dan menguatkan orang percaya untuk menghadapi kesulitan dan pergumulan hidup. Peneliti menekankan pentingnya membaca Alkitab sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan dan memungkinkan kepercayaan orang percaya untuk dewasa/tumbuh secara kerohanian. Kata kunci: Alkitab, Media Sosial, Pandemi
MAKNA MUJIZAT DALAM KITAB KELUARAN Enggar Objantoro; Sabda Budiman
SAINT PAUL'S REVIEW Vol. 1 No. 1 (2021): June
Publisher : STT Saint Paul Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.614 KB) | DOI: 10.56194/spr.v1i1.6

Abstract

Miracles are a phenomenon often found when reading the Bible. Miracles are also known as a form of the power of God shown through His chosen people. But in the supernatural event, there is a meaning contained. The book of Exodus is a book that tells a lot about miracles. Therefore, the question in this study is what do miracles mean in Exodus? Writing this scientific paper aims to explain the meaning of miracles in the book of Exodus. The authors used qualitative research methods with a descriptive approach. The data is obtained from various sources such as Bible commentary books, journal articles, and encyclopedia books. The result of the discussion in this study is the miracle of revealing the glory of God, deepening the knowledge of God, and miracles are interpreted as events that can foster the fear of God.
Analisis Mazmur 3 Untuk Praktik Konseling Krisis Mustika, Maria Benedetta; Objantoro, Enggar
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 1, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v1i1.5

Abstract

The Book of Psalms is one of the books that has many references about the crisis of life, one of which is Psalm 3. Therefore, the author feels it is necessary to examine how the use of Psalm 3 to be a reference for the implementation of crisis counseling. The author uses the method of analyzing the Book of Psalms to get the true meaning of the text of Psalm 3. So as to obtain the results that Psalm 3 can be used to counsel people who are bullied, experience sadness, loneliness, worthlessness and feel rejected. The conviction held by David that God never left him also needed to be implanted in the hearts of counselees who experienced a situation like this. Kitab Mazmur merupakan salah satu kitab yang memiliki banyak referensi mengenai krisis hidup, salah satunya adalah Mazmur 3. Oleh sebab itu penulis merasa perlu diteliti bagaimana pemanfaatan Mazmur 3 untuk menjadi acuan bagi pelaksanaan konseling krisis. Penulis menggunakan metode analisis Kitab Mazmur untuk mendapatkan makna sesungguhnya dari teks Mazmur 3. Sehingga memperoleh hasil bahwa Mazmur 3 dapat digunakan untuk mengkonseling orang-orang yang di-bully, mengalami kesedihan, kesepian, tidak berharga dan merasa tertolak.  Keyakinan yang dimiliki oleh Daud bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan  dia juga perlu ditanamkan dalam hati konseli yang mengalami situasi seperti ini.
Ecotheology: The Christianity's Responsibility to the Environment: Ekoteologi: Tanggung Jawab Kekristenan terhadap Lingkungan Hidup Sabda Budiman; Enggar Objantoro
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 1 No. 2 (2022): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental issues have become an important topic to discuss in the 21st century.  The earth is in crisis. Following up on the reality of the environmental crisis, there needs to be an attitude from humans to preserve the environment. The maintenance of the environment is also inseparable from the participation of Christians. This scientific work aims to lay out the Biblical basis of Christian ecoteology and the role of Christianity in maintaining the environment. This research uses qualitative-descriptive research methods. The results and discussions in this scientific work are clear that both the Old and New Testaments clearly order that man preserve the environment. The important aspects that the author finds in maintaining the environment are awareness in understanding, awareness in utilization, and awareness in maintenance.
Pembenaran Menurut Pemikiran Reformasi dan Konsili Trente serta Implikasinya Bagi Kekristenan Modern Markes, Karlitu Dias; Tubagus, Steven; Objantoro, Enggar
APOSTOLOS Vol 5 No 1 (2025): May
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/a.v5i1.418

Abstract

This research examines one of the theological issues that is considered as a central issue in the study of Christian theology, namely Justification. The main focus of the study of justification in this research is directed to the debate between the thoughts of reform theolog, especially Martin Luther, and the decisions of the Council of Trent regarding the issue of justification by faith. This study uses a qualitative descriptive method by conducting a literature review of several scientific works, both books and articles, whose topics of study are related to theological subject matter, namely justification by faith according to the Council of Trent and Protestant Reformation thought. The findings of this study are that in essence the two opinions have the same starting point regarding the concept of justification as God's gift, but the basic difference is that Luther's thought as a reformer wanted to release the concept of justification as God's sovereign gift from all human intervention through services or deeds. Good. While the Council of Trent decided in its Decree that it was impossible to separate justification by the grace of God from good works
KRITIK TERHADAP PANDANGAN POST-MILENIALISME TENTANG KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA DAN IMPLIKASI BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI Yelicia, Yelicia; Objantoro, Enggar; Budiman, Sabda
GENEVA: JURNAL TEOLOGI DAN MISI Vol. 11 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Abdi Allah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71361/gjtm.v11i1.37

Abstract

Kedatangan Tuhan Yesus menjadi kebanggaan bagi umat percaya. Namun kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, tidak seorang pun yang mengetahuinya. Akan tetapi, pandangan post-milenialisme berkeyakinan bahwa jika Injil telah diberitakan kepada semua orang, maka Kristus akan datang. Pandangan ini tentunya tidak sepenuhnya dapat dipercayai. Oleh karena itu, perlu adanya pengajaran yang benar berdasarkan Alkitab dalam menyikapi kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.  Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian kualitatif diskriftif serta literatur. Dimana dalam penelitian kualitatif deskriptif ini akan menjelaskan tentang pandangan post-milenialisme serta dasar Alkitab yang pandangan ini gunakan. Penulis juga menggunakan metode analisis teks guna mendapatkan makna Alkitab yang utuh. Melalui penelitian ini, penulis akan melihat pandangan post-milenialisme tentang kedatangan Kristus yang kedua serta mengkritik pandangan ini berdasarkan Alkitab. Dengan demikian, melalui pembahasan dalam penelitian ini, dipaparkan bahwa tidak seorang pun yang mengetahui kapan Kristus datang dan sebagai implikasinya bagi orang percaya, tetap memberitakan Injil dan tetap bersiap sedia menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.Kata Kunci: post-milenialisme optimisme, Injil, orang percaya, kedatangan Tuhan Yesus.
Kajian Teologis Hyper-Grace Berdasarkan Roma 5:20 dan Implikasi Terhadap Kehidupan Orang Percaya Uri, Uri; Nubatonis, Stefania; Objantoro, Enggar
Jurnal Kala Nea Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v1i2.104

Abstract

Penelitian tentang ajaran teoigis Hyper-grace dalam Roma 5:20 dimaksudkan untuk mencari jawaban apakah ajaran tentang hyper-grace sebagai kasih karunia yang bertentangan dengan ajaran Alkitab mengenai kasih karunia. Dalam Perjanjian Lama Allah menunjukan kasih karunia-Nya kepada bangsa Israel melalui nabi-nabi dan mujizat-mujizat yang Allah lakukan bagi bangsa Israel untuk menyelamatkan mereka dari perbudakan dosa dan perbudakan fisik. Sedangkan dalam Perjanjian Baru Allah menyatakan kasih karunia-Nya melalui pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib untuk menyelamatkan manusia dari kutukan dosa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah kasih karunia tersebut mengampuni dosa manusia dahulu, sekarang dan yang akan datang serta kasih karunia tersebut membuat manusia bebas dalam melakukan dosa? Sampai saat ini, hal ini menjadi sebuah perbedebatandiantara ajaran-ajaran Kristen. Penelitian ini mendapat beberapa keleriuan dari ajaran hyper-grace yaitu ajaran ini menentang hukum Taurat dengan alasan bahwa hukum Taurat ditambahkan agar dosa bertambah semakin banyak. Dalam Roma 5:20 adalahpenjelasan rasul Paulus agar manusia sadar bahwa kasih karunia Allah memiliki kekuatan yang memiliki maut dan ayat tersebut bermaksud agar manusia dapat melihat bahwa meskipun mereka melakukan yang jahat dimata Allah, Allah memiliki kasih yang luar biasa untuk mengampuni mereka dengan demikian manusia sadar akan dosanya dan berbalik kepada Allah.