Adnan, Kahlil
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Self-Control terhadap Perilaku Phubbing: Peran Fear of Missing Out (FoMO) sebagai Variabel Mediator – A Systematic Literature Review: The Influence of Self-Control on Phubbing Behavior: The Role of Fear of Missing Out (FoMO) as a Mediating Variable – A Systematic Literature Review Adnan, Kahlil; Setiyowati, Ninik; Chusniyah, Tutut
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i1.13724

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh pengendalian diri terhadap perilaku phubbing dengan Fear of Missing Out (FoMO) sebagai variabel mediasi. Melalui pengamatan literatur sistematis ( Systematic Literature Review , SLR) terhadap 14 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024, penelitian ini menemukan bahwa perilaku phubbing di mana individu mengabaikan orang lain demi fokus pada smartphone dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti rendahnya pengendalian diri dan tingginya FoMO. Hasil penelitian menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara self-control dan phubbing , di mana individu dengan self-control tinggi cenderung jarang melakukan phubbing . Sebaliknya, FoMO berperan sebagai mediator utama yang melemahkan perilaku phubbing dengan meningkatkan ketergantungan pada smartphone , terutama pada individu dengan kontrol diri yang rendah. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor tambahan seperti norma sosial dan Kecanduan smartphone yang turut mempengaruhi perilaku phubbing . Generasi Z lebih rentan terhadap phubbing karena tingginya penggunaan smartphone dan tekanan sosial untuk selalu terhubung. Penelitian ini merekomendasikan strategi untuk meningkatkan pengendalian diri , mengurangi FoMO, dan menerapkan mindfulness untuk mendorong interaksi sosial yang lebih sehat serta meminimalkan dampak negatif phubbing di era digital.
Perbedaan Implicit Dan Explicit Bias Berdasarkan Perbedaan Identitas Agama Pada Mahasiswa Islam Dan Kristen Di Kota Makassar Adnan, Kahlil; Taibe, Patmawaty; Musawwir, Musawwir
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i1.3587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan implicit dan explicit bias berdasarkan perbedaan identitas Agama pada mahasiswa Islam dan Kristen di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental dengan desain within subject design. Subjek dalam penelitian ini yaitu 120 mahasiswa, dengan jenis kelamin laki-laki = 25 (20.8%) perempuan = 95 (79.2%), mahasiswa Islam = 60 (50%) dan Kristen = 60 (50%). Pengukuran explicit bias menggunakan skala Religious Discrimination Scale (RDS) dan implicit bias menggunakan IAT. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan implisit bias berdasarkan perbedaan agama (p<.05), dimana partisipan beragama Islam memiliki skor implicit bias yang lebih tinggi dibanding partisipan yang beragama Kristen. Pada data explicit bias menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan perbedaan agama (p<.05) partisipan Bergama Kristen secara explicit lebih tinggi dalam menunjukkan kecenderungan prasangka. Perbedaan data skor implicit bias dan explicit bias berdasarkan agama juga menunjukkan perbedaan yang signifikan, namun pada partisipan beragama Kristen tidak ditemukan perbedaan, pembahasan mengenai determinasi identitas agama sebagai faktor dalam prasangka secara explicit dan implisit dibahas lebih jauh pada penelitian ini.
Eksplorasi Pengalaman Individu dengan Gangguan Psikosomatik: Gejala, Faktor Psikologis, Dampak, dan Strategi Koping Adnan, Kahlil; Hidajat, Helga Graciani
Flourishing Journal Vol. 5 No. 10 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i102025p578-598

Abstract

Psychosomatic disorders represent a complex condition involving the interaction of psychological, biological, and social factors, significantly affecting an individual's physical and mental health. This study aims to explore the experiences of individuals with psychosomatic disorders, particularly regarding the symptoms experienced, contributing factors, impacts on daily life, and coping strategies employed. The research utilizes a qualitative phenomenological approach, conducting semi-structured interviews with three participants who have experienced psychosomatic disorders. The findings reveal that physical symptoms such as headaches, nausea, fatigue, and insomnia are closely related to stress, academic pressure, or work demands. The impacts include decreased productivity, disruption of social relationships, and an overall decline in quality of life. Coping strategies employed encompass internal approaches (relaxation and emotional management) and external approaches (social support and medical consultations). Participants also highlighted the importance of more comprehensive healthcare services, public education, and social support in helping them manage these disorders. This study emphasizes the need for a holistic approach in addressing psychosomatic disorders by integrating biopsychosocial aspects to improve the quality of life for affected individuals. AbstrakGangguan psikosomatik merupakan kondisi yang kompleks, melibatkan interaksi antara faktor psikologis, biologis, dan sosial yang berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman individu dengan gangguan psikosomatik, khususnya terkait gejala yang dialami, faktor penyebab, dampak terhadap kehidupan sehari-hari, serta strategi koping yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga partisipan yang memiliki pengalaman gangguan psikosomatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala fisik seperti sakit kepala, mual, kelelahan, dan insomnia sangat terkait dengan stres, tekanan akademik, atau tuntutan pekerjaan. Dampak yang dirasakan meliputi penurunan produktivitas, gangguan hubungan sosial, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Strategi koping yang diterapkan mencakup pendekatan internal (relaksasi dan pengelolaan emosi) serta pendekatan eksternal (dukungan sosial dan konsultasi medis). Partisipan juga mengungkapkan pentingnya layanan kesehatan yang lebih komprehensif, edukasi masyarakat, dan dukungan sosial untuk membantu mereka mengelola gangguan ini. Penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam penanganan gangguan psikosomatik, dengan mempertimbangkan aspek biopsikososial untuk meningkatkan kualitas hidup individu yang terdampak.