Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ARSITEKTUR POPULIS UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN MARGINAL Septanti, Dewi; Narida, Tisya Surya
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.83876

Abstract

Arsitektur sejak awal kemunculannya bersifat populis, yakni memenuhi kebutuhan manusia akan tempat tinggal. Seiring dengan perkembangan struktur masyarakat menurut peradaban, arsitektur sebagai penyedia fasilitas bagi kehidupan masyarakat pun ikut berkembang untuk beradaptasi. Arsitektur untuk masyarakat umum, arsitektur populis, juga berlaku pada kampung marjinal seperti Kampung Keputih Tegal Timur Baru (Kampung KTTB). Pada lokasi ini ditemukan implikasi berbagai permasalahan perencanaan dan pembangunan yang kurang tepat. Salah satunya adalah dampak terhadap kesehatan yang bersumber dari permasalahan lingkungan karena kampung tersebut sangat dekat dengan bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Selain itu, permasalahan lain yang ditemukan adalah hal-hal yang berkaitan dengan faktor ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba menguraikan berbagai permasalahan yang ada dalam studi kasus dan studi pustaka serta mengusulkan beberapa solusi yang bertujuan untuk memperbaiki dan membangun kembali Kampung KTTB melalui arsitektur populis. Metode kuantitatif-kualitatif (campuran) digunakan dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian tersebut berupa rekomendasi desain hunian wisata sampah edukatif yang dapat meningkatkan kualitas kampung dan menjadikannya berkelanjutan.  
Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Konsep Desain Ruang Publik di Rumah Susun Narida, Tisya Surya; Septanti, Dewi; Putri, Salsabila Adelia; Wulandari, Pristya Any
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i1.15575

Abstract

Flats as an alternative alternative form of residence, must be able to provide a good quality of life. To determine the existing quality of life, a comprehensive study was carried out by identifying the character of the residents along with their occupation, income and educational background related to their behavior, especially towards public spaces and their use. Public space is the main focus of this research to empower the community economically considering that the majority of residents are low-income people. The design method used is a concept-based framework because it uses concepts as a way of organizing architectural responses. The main idea of designing public spaces in this research is the application of Islamic values because the population is Muslim. It is hoped that this design can be used as a recommendation for the design of public spaces in flats so that they are in accordance with Islamic values.
TERRITORIAL DYNAMICS AND MULTIMODAL LEARNING IN BOARDING HOUSES: AN EXPLORATION OF ARCHITECTURE STUDENTS EXPERIENCES Narida, Tisya Surya; Setijanti, Purwanita; Cahyadini, Sarah
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Among the various types of residences, the boarding house stands out as a distinctive temporary home, acting as a surrogate environment for individuals who are far from their permanent homes. Beyond serving as a place of shelter, it supports the continuity of daily life by offering spaces for rest, study, and social interaction. This is particularly significant in architectural education, where learning involves multimodal methods: visual, aural, read/write, and kinesthetic. These learning styles are deeply embedded in studio-based practices like model-making. However, a research gap exists in understanding how architecture students’ study activities influence spatial dynamics and territoriality in shared boarding house environments. To explore this, a multi-method approach was used, including traffic lane observations, interviews, and image documentation. Findings revealed two types of territorial infringement: one caused by academic activities such as design work and model-making, and another involving contamination and minor spatial violations during detailed model production. These infringements stem from shared ownership, limited space, and the nature of architectural tasks. The study suggests two architectural design strategies to mitigate these issues: incorporating fixed features to define zones clearly and providing semi-fixed features to accommodate changes in use. These solutions aim to balance communal living with individual academic needs.
Bantuan Teknis Desain “Pawon lan Omah” untuk Meningkatkan Potensi Rumah Tradisional di Desa Sekar, Donorejo, Pacitan Septanti, Dewi; Bahri, Ayi Syaeful; Irvansjah; Indrawan, Iwan Adi; Utami, Adinda Sih Pinasti Retno; Indarti, Fenty Ratna; Narida, Tisya Surya
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.4319

Abstract

Pariwisata saat ini menjadi primadona untuk meningkatkan pendapatan masyarakatdan merupakan salah satu sektor penyumbang pendapatan daerah. Desa Sekar, Pacitanmerupakan kawasan yang sangat berpotensi sebagai kawasan wisata alam danbudaya, mengingat daerah tersebut adalah daerah karst (kapur) yang banyak terdapatgua-gua yang terbentuk secara alami yang dapat dijadikan sebagai atraksi wisatadi kawasan ini. Selain itu Desa Sekar juga memiliki potensi budaya berupa upacaraadat dan karawitan, wisata kuliner dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)dengan berbagai macam hasil produk. Namun terdapat kendala dalam upaya untukmeningkatan kapasitas Desa Sekar menjadi desa wisata, yaitu kurangnya ketersediaansarana dan prasarana pendukung, khususnya untuk fasilitas penginapan danpenyediaan kuliner bagi wisatawan yang ingin menginap. Peningkatan kualitasrumah warga khususnya rumah tradisional menjadi homestay sekaligus tempatpenyediaan kuliner mendorong perlunya pengabdian masyarakat untuk memberikanbantuan teknis untuk mendesain dan menata ulang rumah dan dapur untuk keperluantersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memberikan masukan kepadapemerintah Kabupaten Pacitan, maupun masyarakat Desa Sekar. Kegiatan ini telahdipublikasikan di kanal youtube, berita nasional di media massa, dan telah mendapatkansertifikat Hak Cipta. Selain itu, desain yang telah dibuat akan diimplementasikanpada kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya.