Kabupaten Bojonegoro, khususnya Desa Ngringinrejo, memiliki potensi besar dalam bidang agrikultur, terutama dalam budidaya belimbing yang telah dikenal sebagai komoditas unggulan. Kebun belimbing di desa ini tidak hanya menghasilkan buah berkualitas, tetapi juga menawarkan peluang pengembangan agrowisata yang melibatkan edukasi dan rekreasi. Namun, upaya pengembangan kawasan ini dihadapkan pada tantangan terkait fasilitas edukasi, infrastruktur, dan promosi wisata yang belum optimal, yang semakin diperburuk oleh dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur biofilik dalam perancangan kawasan agrowisata yang berfungsi ganda, yakni sebagai area pertanian dan wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang memfokuskan pada penerapan prinsip-prinsip arsitektur biofilik yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan desain biofilik, seperti integrasi vegetasi, elemen air, dan pencahayaan alami, dapat menciptakan ruang yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga meningkatkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. Melalui penggunaan material alami dan desain ruang yang menghubungkan manusia dengan alam, pengembangan kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata serta memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan agrikultur.