Koeswanto, Alfinto Deonova
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Elemen Arsitektur Vernakular pada Pendopo Agung Trowulan dengan Studi Bentuk dan Ruang Agriya, Bulan Surya; Koeswanto, Alfinto Deonova; Murti, Farida; Tohar, Ibrahim
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i1.12334

Abstract

As a form of cultural heritage in Indonesia, Pendopo Agung Trowulan is located in the Trowulan archaeological site which has extraordinary historical value and is an important representation of traditional Javanese architecture. This study aims to identify the main characteristics of vernacular architectural elements integrated in the building's design, as well as analyze the vernacular architectural elements that influence the building's form and space. The method used was descriptive qualitative involving literature review, field observations, and interviews with local residents. The analysis was focused on various physical aspects such as the form and space in the Trowulan Great Hall building. With all its functions and meanings, Pendopo Agung Trowulan is a clear evidence of how vernacular architecture can play an important role in preserving and promoting local wisdom and enriching the social and cultural life of the community.
Studi Penerapan Arsitektur Biophilic pada Pengembangan Kawasan Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo Koeswanto, Alfinto Deonova; Prakasa, Darmansjah Tjahja; Bintardjo, Benny
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): SADE April 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i1.108

Abstract

Kabupaten Bojonegoro, khususnya Desa Ngringinrejo, memiliki potensi besar dalam bidang agrikultur, terutama dalam budidaya belimbing yang telah dikenal sebagai komoditas unggulan. Kebun belimbing di desa ini tidak hanya menghasilkan buah berkualitas, tetapi juga menawarkan peluang pengembangan agrowisata yang melibatkan edukasi dan rekreasi. Namun, upaya pengembangan kawasan ini dihadapkan pada tantangan terkait fasilitas edukasi, infrastruktur, dan promosi wisata yang belum optimal, yang semakin diperburuk oleh dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur biofilik dalam perancangan kawasan agrowisata yang berfungsi ganda, yakni sebagai area pertanian dan wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang memfokuskan pada penerapan prinsip-prinsip arsitektur biofilik yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan desain biofilik, seperti integrasi vegetasi, elemen air, dan pencahayaan alami, dapat menciptakan ruang yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga meningkatkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. Melalui penggunaan material alami dan desain ruang yang menghubungkan manusia dengan alam, pengembangan kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata serta memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan agrikultur.