Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TANTANGAN DAN PELUANG DALAM DESAIN PUSAT KEBUGARAN MODERN DI KOTA MOJOKERTO Riyanto, Mahfud; Santoso, Joko; Prakasa, Darmansjah Tjahja
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 6 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gym adalah fasilitas yang menyediakan sarana untuk berolahraga dimana seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas terkait dengan perawatan tubuh, relaksasi, Latihan dan olahraga untuk mencapai tingkat kebugaran fisik yang optimal. Kota Mojokerto menghadapi tantangan signifikan akibat tingginya kepadatan penduduk. Aktivitas yang padat serta tuntutan pekerjaan mengakibatkan stress sehingga berdampak pada produktivitas dan tingkat Kesehatan masyarakat. Kesadaran mengenai pentingnya merawat kesehatan fisik dan mental semakin berkembang. Kebiasaan berolahraga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan,namun belum adanya fasilitas yang lengkap sehingga menyulitkan mereka untuk berolahraga secara teratur. Penerapan pusat kebugaran dengan pendekatan arsitektur modern bertujuan untuk menciptakan sebuah fasilitas yang memadukan kegiatan kebugaran dengan estetika modern yang dapat memperkaya panorama kota Mojokerto dengan memanfaatkan prinsip-prinsip desain modern, termasuk penggunaan material dan bentuk yang inovatif. Keselarasan antara fungsi dan estetika dapat menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan gaya hidup sehat di Kota Mojokerto.
PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGIS PADA PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI NADIUN OHOIDERTAWUN DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA Dumatubun, Maria; Prakasa, Darmansjah Tjahja; Murti , Farida
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 6 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i6.1636

Abstract

Maluku Tenggara memiliki kekayaan alam yang sangat indah terkenal akan pariwisata alam yang beragam dan salah satunya wisata alam pantai. Maluku Tenggara memiliki keindahan wisata alam yang sangat menarik, memiliki keindahan dan karakteristik tersendiri. Kurangnya perhatian dari pemerintah untuk mengembangkan kawasan wisata sehingga memberi dampak terhadap kunjungan wisatawan. Salah satu faktor utama yaitu kurangnya fasilitas wisata untuk mewadahi aktivitas wisatawan, belum adanya implementasi desain yang menggambarkan tempat wisata alam yang unik untuk menarik kunjungan wisatawan, kurangnya atraksi wisata, dan juga implementasi material yang tidak cocok terhadap kondisi lokasi sehingga itu sangat berpengaruh terhadap pemakai dan juga lingkungan. Karena itu, desain pengembangan kawasan wisata pantai Nadiun Ohoidertawun akan menerapkan pendekatan Arsitektur Ekologis sehingga di harapkan dapat memperhatikan lingkungan, manusia, dan alam sehingga desain bisa berkelanjutan. Pengembangan kawasan wisata pantai nadiun ini akan menerapkan prinsip – prinsip arsitektur ekologis ke dalam desain dengan menyesuaikan pada kondisi tapak sehingga beberapa prinsip akan di terapkan menyesuaikan dengan tapak. Implementasi elemen material lokal yang ramah lingkungan agar memberi kesan santai dan juga lokal karena tapak yang berada di desa dan juga merupakan wisata pantai.
REDISAIN GEDUNG DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN GRESIK DI ERA MODERN DENGAN PENDEKATAN KONSEP METAFORA Sadulla, Mochammad Dicky; Prakasa, Darmansjah Tjahja; Santoso, Joko
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 2 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik memiliki tugas pokok yaitu membantu Pemerintah Daerah dalam melaksanakan urusan di bidang perpustakaan dan kearsipan. Dalam pelaksanaan tugasnya masih terdapat permasalahan dan kekurangan baik eksternal maupun internal seperti, sarana dan prasarana yang kurang memadai, kurang nya fasilitas yang nyaman untuk pemustaka, fasilitas yang ada belum berstandar nasional perpustakaan RI. Dalam perkembangannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik tidak luput dari ancaman terhadap eksistensi dan fungsinya. Diantaranya, asumsi masyarakat terhadap perpustakaan saat ini yang masih terperangkap kedalam asumsi klasik yaitu pemahaman sempit terhadap perpustakaan, bahwa perpustakaan adalah suatu tempat yang menjenuhkan, yang dikelilingi buku buku berdebu dan merupakan tempat yang tidak menyenangkan apabila di gunakan sebagai tempat mencari informasi sekaligus tempat refreshing, Penelitian ini bertujuan mengkaji dari sudut pandang perancang dalam mendesain fasilitas perpustakaan yang representatif dan modern sebagai tempat mencari data dan informasi yang menyenangkan, efektif, efisien sesuai dengan perkembangan beradaban dunia
REDISAIN GEDUNG DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN GRESIK DI ERA MODERN DENGAN PENDEKATAN KONSEP METAFORA Sadulla, Mochammad Dicky; Prakasa, Darmansjah Tjahja; Santoso, Joko
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 2 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik memiliki tugas pokok yaitu membantu Pemerintah Daerah dalam melaksanakan urusan di bidang perpustakaan dan kearsipan. Dalam pelaksanaan tugasnya masih terdapat permasalahan dan kekurangan baik eksternal maupun internal seperti, sarana dan prasarana yang kurang memadai, kurang nya fasilitas yang nyaman untuk pemustaka, fasilitas yang ada belum berstandar nasional perpustakaan RI. Dalam perkembangannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik tidak luput dari ancaman terhadap eksistensi dan fungsinya. Diantaranya, asumsi masyarakat terhadap perpustakaan saat ini yang masih terperangkap kedalam asumsi klasik yaitu pemahaman sempit terhadap perpustakaan, bahwa perpustakaan adalah suatu tempat yang menjenuhkan, yang dikelilingi buku buku berdebu dan merupakan tempat yang tidak menyenangkan apabila di gunakan sebagai tempat mencari informasi sekaligus tempat refreshing, Penelitian ini bertujuan mengkaji dari sudut pandang perancang dalam mendesain fasilitas perpustakaan yang representatif dan modern sebagai tempat mencari data dan informasi yang menyenangkan, efektif, efisien sesuai dengan perkembangan beradaban dunia
DEVELOPMENT OF INA BURAK BEACH TOURISM IN EAST FLORES DISTRIC PENGEMBANGAN WISATA PANTAI INA BURAK DI KABUPATEN FLORES TIMUR Ama, Irenius Raya Gara; Bintarjo, Benny; Prakasa, Darmansjah Tjahja
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i2.60

Abstract

Wisata Pantai Ina Burak berada di pulau Adonara, Desa Niha Ono, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Desa Niha Ono, merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Ile Boleng, yang memiliki potensi brupa alam dan budaya, yang menjadikan desa Niha Ono terpilih sebagai desa wisata dalam program ADWI 2021 (Anugerah Desa Wisata Indonesia). Hingga sekarang wisata pantai ini, dikategorikan sebagai destinasi wisata pantai yang paling utama di Kabupaten flores Timur dan bertaraf nasional bahkan internasional. Dengan beragam potensi berupa alam dan budaya yang di miliki, membuat pantai Ina Burak menjadi obyek wisata yang banyak menyita perhatian.
NEO VERNACULAR APPROACH TO REDESIGN OF THE SURABAYA PABEAN MARKET PENDEKATAN NEO VERNAKULAR PADA REDESAIN PASAR PABEAN SURABAYA Kurniawati, Febri; Faisal, Muhammad; Prakasa, Darmansjah Tjahja
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i2.73

Abstract

Pasar merupakan simbol kemajuan ekonomi di suatu daerah sebagai bangunan umum yang dapat dikembangkan menjadi bangunan yang sesuai dengan kebutuhan sebagian besar penggunanya. Selama ini pasar identik dengan tempat yang kumuh, semrawut, becek, bau dan sumpek. Banyak bangunan pasar yang ditinggalkan karena kondisi yang tidak sesuai dan diganti dengan bangunan yang lebih modern seperti pusat perbelanjaan dan pasar swalayan. Kondisi tersebut memerlukan reorganisasi dan kategorisasi jenis barang pasar, pemutakhiran desain pasar agar menarik perhatian masyarakat, dan penyediaan ruang publik penting dilakukan untuk merestrukturisasi pasar agar lebih baik. Arsitektur vernakular dapat dianggap sebagai arsitektur pribumi dengan konsep baru (material modern). Salah satu rangkaian ide postmodern yang muncul pada 1960-an dicontohkan oleh arsitektur neo-vernakular. Postmodernisme muncul karena arsitek modern bosan membuat bangunan yang membosankan (boxy building). Karena kebutuhan ini, gerakan Post-Modern muncul. Penerapan arsitektur neo-vernakular dapat mengatasi permasalahan kompleks yang telah tercantum. Dengan pengaplikasian arsitektur neo vernakular berbagai kriteria, ciri - ciri dan prinsip dapat terbentuk. Penerapan arsitektur neo vernakular ini digunakan sebagai usaha untuk menjaga arsitektur lokal agar tidak tergerus oleh jaman dan hilang di masa yang akan datang. Kata kunci: Pasar, Arsitektur, Arsitektur Neo Vernakular.
Studi Penerapan Arsitektur Biophilic pada Pengembangan Kawasan Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo Koeswanto, Alfinto Deonova; Prakasa, Darmansjah Tjahja; Bintardjo, Benny
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): SADE April 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i1.108

Abstract

Kabupaten Bojonegoro, khususnya Desa Ngringinrejo, memiliki potensi besar dalam bidang agrikultur, terutama dalam budidaya belimbing yang telah dikenal sebagai komoditas unggulan. Kebun belimbing di desa ini tidak hanya menghasilkan buah berkualitas, tetapi juga menawarkan peluang pengembangan agrowisata yang melibatkan edukasi dan rekreasi. Namun, upaya pengembangan kawasan ini dihadapkan pada tantangan terkait fasilitas edukasi, infrastruktur, dan promosi wisata yang belum optimal, yang semakin diperburuk oleh dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur biofilik dalam perancangan kawasan agrowisata yang berfungsi ganda, yakni sebagai area pertanian dan wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang memfokuskan pada penerapan prinsip-prinsip arsitektur biofilik yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan desain biofilik, seperti integrasi vegetasi, elemen air, dan pencahayaan alami, dapat menciptakan ruang yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga meningkatkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. Melalui penggunaan material alami dan desain ruang yang menghubungkan manusia dengan alam, pengembangan kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata serta memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan agrikultur.
Penerapan Prinsip-prinsip Kearifan Lokal terhadap Perencanaan Fasilitas Agroindustri Kelapa di Kota Banjar Al Hafidz, Dava Ahmad; Prakasa, Darmansjah Tjahja; Santoso, Joko
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): SADE April 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v4i1.116

Abstract

Kota Banjar, yang terletak di Provinsi Jawa Barat, memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor agroindustri kelapa karena luasnya lahan perkebunan dan keberagaman varietas kelapa unggulan seperti kelapa deres dan hybrid. Namun, perencanaan fasilitas agroindustri sering menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan efisiensi produksi dengan keberlanjutan lingkungan serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip kearifan lokal dalam perencanaan fasilitas agroindustri kelapa di Kota Banjar. Pendekatan ini melibatkan analisis terhadap pola aktivitas masyarakat lokal, material lokal yang digunakan, dan keterkaitan dengan kosmologi Sunda, yang mencakup konsep Buana Nyuncung, Buana Panca Tengah, dan Buana Larang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, melibatkan observasi lapangan, dan studi literatur tentang kosmologi tradisi Sunda.
Assessment of Existing Green Building Implementation in Government Buildings toward Energy Efficiency Guntaryono, Guntaryono; Prakasa, Darmansjah Tjahja; Rolalisasi, Andarita; Affandy, Nur Azizah
INTERNATIONAL JOURNAL ON ADVANCED TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND INFORMATION SYSTEM Vol. 4 No. 3 (2025): AUGUST
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/ijateis.v4i3.1982

Abstract

Government buildings represent a major portion of public-sector energy consumption and contribute substantially to greenhouse gas emissions due to intensive cooling, lighting, and suboptimal building envelopes. In many developing countries, including Indonesia, the majority of government facilities were constructed prior to the adoption of green building regulations, resulting in poor energy performance and elevated operational costs. This study aims to critically assess the energy performance of an existing government building and to identify practical retrofit strategies based on Green Building principles that can support national carbon reduction commitments and Sustainable Development Goals. A mixed-methods case study was conducted on the East Java Public Works and Human Settlements Office Building (6,000 m²; three stories; pre-regulation construction). Data collection combined field inspection, structured interviews with facility managers, and policy-document review. The evaluation proceeded through four stages: calculation of Energy Use Intensity (EUI), disaggregation of energy consumption by end-use, performance assessment of the building envelope, ventilation, and lighting, and compliance analysis against national standards, Greenship GBCI criteria, and relevant SDG targets. The results indicate that cooling, lighting, and deficiencies in the building envelope account for the largest share of total energy consumption. Consequently, the most effective retrofit strategies involve improving the thermal performance and insulation of the building envelope, replacing conventional lighting with energy-efficient systems, and optimizing HVAC operations through equipment upgrades and better control management. This study provides an evidence-based framework to guide public retrofit policies and contributes valuable empirical insights to the broader discourse on energy efficiency in government buildings.
The Contextuality of Urban Park Facilities in Indonesia: A Systematic Review of Social Aspect Identification Wijaya, Ekky Nada; Panjaitan, Tigor Wilfritz Soadoun; Prakasa, Darmansjah Tjahja
INTERNATIONAL JOURNAL ON ADVANCED TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND INFORMATION SYSTEM Vol. 4 No. 3 (2025): AUGUST
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/ijateis.v4i3.1977

Abstract

In Indonesia, urban parks face serious challenges in the form of declining functionality due to limited maintenance, changing community needs and a lack of fit with the local context. Parks intended for social interaction, recreation and improving environmental quality often lose their appeal because their facilities cannot meet users' needs. Consequently, many parks have become passive spaces or have been abandoned. This study aims to systematically review the social aspects of urban park facilities in Indonesia through a systematic literature review of various empirical and theoretical studies. The analysis involves examining scientific publications, research reports, and policy documents that discuss the relationship between park facilities, user characteristics, and social behavior. The review focuses on aligning park facilities with the characteristics, behaviors, and needs of the community to support the social sustainability of public spaces. The findings show that the quality of urban parks is determined by five main social aspects: the user's sense of ownership, sense of peace, social satisfaction, local community activities and the social behavior of users. These five aspects complement each other in shaping the experience of the space. Contextual facilities are able to foster emotional bonds, create peace, increase collective satisfaction and encourage community participation. Therefore, context-based urban park planning strengthens ecological functions and ensures that public spaces remain adaptive, inclusive and meaningful to the community amidst ever-evolving urban dynamics.