Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Viral Marketing di Media Sosial (Studi Kasus Produk Kuliner) Alrasyid, Pradikta Aqsal; Purwanto, Eko; Purnama, Bakti; Fitria, Jihan; Sasikirana, Aulia Nabila
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbkd.v2i4.4532

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan popularitas media sosial telah mengubah pola pemasaran di sektor kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi viral marketing di media sosial dalam mempromosikan produk kuliner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang mengandalkan data sekunder dari literatur dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viral marketing telah meningkatkan visibilitas produk melalui konten kreatif, kolaborasi dengan influencer, dan penggunaan platform seperti Instagram dan TikTok. Strategi ini memungkinkan penyebaran pesan promosi yang cepat dan luas melalui partisipasi audiens. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan viral marketing berdampak pada peningkatan pengenalan merek dan minat konsumen terhadap produk kuliner. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang pentingnya memanfaatkan strategi viral marketing sebagai pendekatan yang efektif dalam mempromosikan produk kuliner melalui media sosial.
Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Representasi Visual dalam Poster Drama Korea Hospital Playlist Sasikirana, Aulia Nabila; Ghanistyana, Lathifa Prima; Fitria, Jihan; Purnama, Bakti
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.46941

Abstract

The advancement of visual media as a promotional tool extends beyond commercial advertising into the realm of health-themed entertainment. A notable example is the promotional poster of the Korean drama Hospital Playlist, which portrays the medical profession in a warm and emotionally resonant manner. This study aims to explore the visual meanings conveyed in the poster by applying Roland Barthes semiotic theory, which interprets signs through two levels of meaning: denotation and connotation. The research employs a descriptive qualitative method with visual semiotic analysis, focusing on elements such as clothing colors, facial expressions, lighting, and the visual composition of characters. The findings reveal that these visual elements collectively construct a representation of medical professionals as approachable, collaborative, and empatheticcontrasting with the traditionally serious and rigid portrayal of the medical field. The diversity in clothing colors symbolizes the unique traits of each character, while their expressions and gestures communicate themes of warmth and familial bonds. This study highlights how entertainment media can function as an effective tool for visual communication, shaping positive public perceptions of the medical profession, particularly among younger audiences.
The naturalization of love ideology in ‘Tabola Bale’ Lyrics: A Roland Barthes semiotic analysis Sasikirana, Aulia Nabila; Basit, Abdul
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.43895

Abstract

Popular song lyrics often function as cultural texts that express emotional experiences while simultaneously reflecting broader social meanings. One example is “Tabola Bale,” a widely circulated song that combines Indonesian and Eastern Indonesian linguistic expressions in narrating romantic relationships. This study examines how the lyrics construct meanings of cultural communication through a semiotic analysis. The research employs a qualitative interpretive approach with a single-case design by treating the song lyrics as a cultural text analyzed using Roland Barthes’ three levels of signification: denotation, connotation, and myth. The findings show that at the denotative level the lyrics represent emotional experiences such as attraction, emotional unease, and expectations within romantic relationships. At the connotative level, expressions such as tabola bale, hati susah, and mete associate love with persistent emotional intensity and deep affective attachment. At the mythic level, these recurring signs construct an ideological narrative in which emotional restlessness is framed as evidence of sincere love, while marriage is positioned as the ideal orientation of romantic relationships. As a single-case interpretive study, the findings demonstrate how a popular song lyric can construct cultural meanings of love, gender relations, and relational commitment through symbolic representation.   Lirik lagu populer sering dipahami sebagai teks budaya yang mengekspresikan pengalaman emosional sekaligus merefleksikan makna sosial yang lebih luas. Salah satu contohnya adalah lagu “Tabola Bale”, sebuah lagu yang beredar luas dan menggunakan perpaduan bahasa Indonesia serta ungkapan bahasa Indonesia Timur dalam narasi relasi romantis. Penelitian ini mengkaji bagaimana lirik lagu tersebut membangun makna komunikasi budaya melalui analisis semiotika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain studi kasus tunggal, dengan memperlakukan lirik lagu sebagai teks budaya yang dianalisis menggunakan tiga tingkat pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotatif, konotatif, dan mitos.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotatif lirik merepresentasikan pengalaman emosional seperti ketertarikan, kegelisahan perasaan, dan harapan dalam relasi romantis. Pada tingkat konotatif, ungkapan seperti tabola bale, hati susah, dan mete membangun asosiasi antara cinta dan intensitas emosional yang terus tertuju pada pasangan. Pada tingkat mitos, tanda-tanda yang berulang tersebut membentuk narasi ideologis yang menempatkan kegelisahan emosional sebagai bukti ketulusan cinta serta memosisikan pernikahan sebagai orientasi ideal dalam hubungan romantis. Sebagai studi interpretatif dengan objek satu lagu, penelitian ini menunjukkan bagaimana lirik lagu populer dapat membangun makna budaya mengenai cinta, relasi gender, dan komitmen melalui representasi simbolik.
Pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT Panarub Industry Sasikirana, Aulia Nabila; Basit, Abdul
Comdent: Communication Student Journal Vol 3, No 2 (2025): November 2025 - April 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v3i2.60779

Abstract

Latar Belakang: Kinerja karyawan merupakan aspek krusial dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan, terutama di sektor manufaktur seperti PT. Panarub Industry. Faktor-faktor seperti gaya kepemimpinan dan motivasi kerja memiliki peran penting dalam membentuk tingkat produktivitas serta efektivitas kerja karyawan. Penentu kinerja karyawan yang baik atau tidaknya dapat diukur salah satunya dengan melihat gaya kepemimpinan yang ada di perusahaan serta motivasi kerja dari para karyawannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10.000 orang karyawan yang tersebar di berbagai divisi dan unit kerja.  Lebih lanjut sampel yang digunakan menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan sampel sebanyak 99 responden. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan kontribusi bersama sebesar 75,6%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya. Motivasi kerja memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan gaya kepemimpinan. Sehingga dapat disampaikan bahwa gaya kepemimpinan yang baik dan juga motivasi kerja yang tinggi mampu memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan strategi manajerial, khususnya dalam perumusan gaya kepemimpinan yang adaptif serta kebijakan motivasi yang relevan dengan kebutuhan karyawan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas melalui pendekatan kepemimpinan dan motivasi kerja yang tepat sasaran.