Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Green Public Service Innovation: Integrating Environmental Values into Local Government Service Delivery Yasmeardi, F.; Rizke, Dian; Kosassy, Siti Mutia; J., Syamsu; Marwandizal, Marwandizal
Quantitative Economics and Management Studies Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.qems3965

Abstract

This study explores the integration of environmental values into public service innovation commonly referred to as green public service innovation within the context of local government service delivery in Padang, West Sumatra. Amid escalating environmental challenges and the urgency of achieving Sustainable Development Goals (SDGs), local governments are increasingly expected to move beyond efficiency and adopt eco-conscious service models. This research employs a quantitative approach using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) to examine five key variables: organizational commitment, organizational culture, community participation, green leadership, and green public service innovation. The findings reveal that organizational commitment, organizational culture, and community participation all have significant direct impacts on green public service innovation. Furthermore, green leadership not only directly influences innovation but also plays a moderating role by strengthening the effect of organizational commitment on innovation outcomes. The results emphasize that green innovation in the public sector requires more than technology adoption it demands aligned leadership, an enabling institutional culture, and active community involvement. In Padang’s case, local wisdom and environmental awareness present opportunities for designing inclusive and contextualized green innovations. Strong leadership that embeds environmental values into strategic planning and operational systems significantly enhances institutional resilience and citizen trust. The research contributes to public administration literature by offering empirical support for the systemic relationships between organizational factors and sustainable service delivery. It also provides actionable insights for local governments seeking to institutionalize environmental values in public services.
Peran Pemerintah Nagari dalam Melestarikan Budaya Nagari di Gunung Talang Kabupaten Solok Kosassy, Siti Osa; Rizke, Dian; Yasmeardi, F.; Jusari, Daniel; Surianti, Iis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintahan Nagari Jawi-Jawi Guguk dalam melestarikan budaya melalui pengembangan Kampung Wisata Budaya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai identitas masyarakat sekaligus potensi ekonomi berbasis pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi aparatur pemerintahan nagari, lembaga adat, pengelola wisata (Pokdarwis), serta masyarakat Nagari Jawi-Jawi Guguk. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintahan Nagari Jawi-Jawi Guguk memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya melalui berbagai upaya, antara lain menginisiasi program pembinaan adat, melibatkan lembaga adat dan masyarakat, memanfaatkan teknologi informasi, mengembangkan potensi lokal, serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan budaya. Program pelestarian budaya yang dilaksanakan tidak hanya menjaga keberlanjutan nilai-nilai adat Minangkabau, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui pariwisata berbasis budaya. Namun demikian, pengembangan Kampung Wisata Budaya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, promosi yang belum optimal, infrastruktur yang belum memadai, lemahnya koordinasi antar pihak, serta keterbatasan sumber daya manusia pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pelestarian budaya di Kampung Wisata Budaya Nagari Jawi-Jawi Guguk sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan pemerintah nagari dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerja sama lintas sektor dan peningkatan kapasitas pengelolaan wisata budaya secara berkelanjutan.