Marlind, Naya Mahesa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review: Pengaruh dan Peran Ukuran Nanopartikel Perak (AgNPs) terhadap Efektivitas Antibakteri Iskandar, Benni; Marvika, Shintia; Nabilla, Revanalia; Putri, Winda Masayu; Maghfirah, Wahyi; Marlind, Naya Mahesa
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Farmasetis: Mei 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i2.3812

Abstract

Nanopartikel perak (AgNPs) dikenal luas karena sifat antibakterinya yang luar biasa, menjadikannya salah satu nanomaterial yang paling banyak diteliti dalam bidang biomedis dan teknologi kesehatan. Efektivitas antibakteri AgNPs sangat dipengaruhi oleh karakteristik fisikokimia, khususnya ukuran dan bentuk (morfologi) partikel. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif pengaruh morfologi AgNPs terhadap aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri, baik gram positif maupun gram negatif. Berdasarkan berbagai studi terdahulu dengan pencarian menggunakan keywords “silver nanoparticle”, “antibacterial activity”, dan “characterization” didapatkanlah 111 judul artikel yang berikutnya dilakukan skrining hingga berjumlah (n=19) yang sesuai dengan kriteria inklusi review artikel ini. partikel dengan ukuran lebih kecil cenderung menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih tinggi karena memiliki luas permukaan yang lebih besar. Selain itu, bentuk partikel tertentu seperti segitiga atau batang dilaporkan memberikan efek antibakteri yang lebih kuat dibandingkan bentuk bola. Artikel ini juga membahas mekanisme interaksi antara AgNPs dengan dinding sel bakteri serta bagaimana variasi morfologi dapat memengaruhi penetrasi dan pelepasan ion perak. Melalui analisis kritis terhadap literatur terkini, kajian ini menekankan pentingnya pengendalian morfologi dalam sintesis AgNPs untuk mengoptimalkan potensi antibakterinya dalam aplikasi klinis dan industri.
PEMANFAATAN EKSTRAK GREEN TEA (CAMELLIA SINENSIS) DALAM SEDIAAN KOSMETIK : TINJAUAN MEKANISME, STABILITAS DAN EFEKTIVITAS Iskandar, Benni; Bulan, Bulan; Prakoso, M. Fauzan; Istiqomah, Meutya Dwi; Kamil, Muhammad Insan; Marlind, Naya Mahesa; Anouzha, Resty; Aryudhini, Rinda; Maghfirah, Wahyi; Safri, Safri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54045

Abstract

Pemanfaatan bahan alam sebagai bahan aktif kosmetik semakin berkembang seiring meningkatnya tuntutan akan produk yang aman, efektif, dan berkelanjutan. Salah satu bahan alam yang banyak diteliti adalah ekstrak green tea (Camellia sinensis), yang mengandung senyawa bioaktif utama berupa polifenol dan katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), dengan aktivitas biologis yang cukup. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara kritis pemanfaatan ekstrak green tea dalam sediaan kosmetik dengan menitikberatkan pada mekanisme kerja, stabilitas formulasi, dan efektivitasnya berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan DOAJ. Total didapatkan 16 artikel yang menjadi artikel utama yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini. Artikel yang dianalisis dipilih berdasarkan relevansi topik, kejelasan metodologi, serta keterkaitan dengan aplikasi kosmetik topikal. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak green tea memiliki mekanisme kerja utama sebagai antioksidan dan agen fotoprotektif yang berperan dalam menurunkan stres oksidatif, menghambat kerusakan sel kulit akibat radikal bebas, serta mendukung pencegahan penuaan dini. Dari aspek formulasi, ekstrak green tea banyak diaplikasikan dalam sediaan krim, gel, masker, dan tabir surya dengan karakteristik stabilitas fisik yang baik pada rentang pH fisiologis kulit. Efektivitas sediaan umumnya dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak, jenis basis, dan sistem penghantaran yang digunakan. Namun, sebagian besar penelitian masih terbatas pada uji in vitro dan evaluasi stabilitas sediaan.