Novita, Yayang
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Industri Jenang Kedunggudel sebagai Eduwisata di Desa Wisata Kreatif Kenep, Sukoharjo, Jawa Tengah: Traditional Jenang Kedunggudel Attraction Creative Tourism Village Kenep Sukoharjo Novita, Yayang; Fatihaturrahmah, Tsania; Yuniyanto, Tri; Insan Sahputra, Jaga
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun Kedunggudel merupakan salah satu kampung di Desa Kenep, Sukoharjo yang memiliki berbagai daya tarik. Salah satu daya tarik tersebut kemudian dikembangkan oleh masyarakat sehingga terbentuk Desa Wisata Kreatif di tahun 2018. Berdirinya desa wisata ini tak lepas dari sejarah penyebaran Islam dan pusat perekonomian di wilah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan industri jenang Kedunggudel sebagai upaya pelestarian hidangan khas Kedunggudel dan sebagai penunjang ekonomi masyarakat di Desa Wisata Kreatif Kenep. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melakukan pengumpulan data melalui wawancara dengan teknik snowball, yaitu teknik pengambilan sampel menggunakan informan pertama untuk mencari informan lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dusun Kedunggudel merupakan pusat perdagangan yang dibuktikan dengan lokasinya sungai di dekat Desa Kenep, (2) Jenang bukan berasal dari Kedunggudel, namun sebelumnya dibawa oleh para pedagang, (3) Masyarakat belajar membuat jenang hingga menjadikannya sebagai usaha karena melihat peluang ekonomi yang tinggi, (4) Penetapan sebagai Desa Wisata Edukasi berpotensi baik bagi pengembangan industri jenang dan bisa meningkatkan perekonomian, baik dalam segi pemasaran maupun penjualan. Abstract  Kedunggudel Hamlet is one of the villages in Kenep Village, Sukoharjo, which has various attractions. One of these attractions was then developed by the community, leading to the establishment of the Creative Tourism Village in 2018. The formation of this tourism village is closely tied to the history of Islamic propagation and the economic center in the region. This research was conducted to examine the development of the Kedunggudel jenang (traditional Javanese porridge) industry as an effort to preserve Kedunggudel's culinary heritage and support the local economy in the Kenep Creative Tourism Village. Using a qualitative approach, this study collected data through interviews using the snowball technique, a sampling method where initial informants help identify additional informants. The research findings indicate that: (1) Kedunggudel Hamlet was a trading hub, evidenced by its location near the river in Kenep Village, (2) Jenang did not originate from Kedunggudel but was introduced by traders, (3) The community learned to make jenang and turned it into a business due to its high economic potential, (4) Being designated as an Educational Tourism Village holds great potential for the development of the jenang industry and can boost the local economy, both in terms of marketing and sales.  
Peran Komunitas JKP dalam Mendorong Kolaborasi dan Ekonomi Pedagang Permata di Surakarta Nurleli, Sulis Fathatun; Novita, Yayang; Ashari, Hasan
Share : Social Work Journal Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i2.64728

Abstract

Kampung Jayengan di Kota Surakarta merupakan kawasan dengan karakter sosial-budaya dan ekonomi yang khas, terutama melalui aktivitas perdagangan dan kerajinan permata yang terorganisasi dalam Komunitas Jayengan Kampung Permata (JKP). Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji Komunitas JKP dalam konteks pengembangan kawasan industri kreatif. Namun demikian, penelitian-penelitian tersebut masih menyisakan celah kajian, khususnya dalam memahami peran internal komunitas pedagang sebagai peran utama yang membangun kolaborasi, pertukaran informasi, serta meningkatkan ekonomi lokal dari dalam komunitas itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pembentukan, peran, dan kontribusi Komunitas JKP dalam memperkuat aktivitas ekonomi pedagang permata serta dampaknya terhadap masyarakat Kampung Jayengan di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Kampung Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 11 informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling, observasi lapangan, serta studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas JKP berperan signifikan dalam membangun kerja sama antar pedagang, memperlancar pertukaran informasi pasar dan kebutuhan konsumen, serta memperluas jaringan usaha baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Keberadaan komunitas ini juga berdampak pada masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan perputaran ekonomi lokal, serta penguatan kegiatan sosial dan budaya. Di sisi lain, JKP menghadapi tantangan berupa minimnya regenerasi pengrajin muda, ketertinggalan desain produk, dan keterbatasan teknologi produksi. Meski demikian, komunitas ini mengembangkan berbagai strategi adaptif, seperti pemanfaatan platform digital, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan identitas produk lokal.