Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKULTURASI BUDAYA TIONGHOA DAN ISLAM DALAM MASJID PACINAN TINGGI Azizah, Amaira; Salsabila, Wilda; Agesti, Shelfva; Darwin, Ade; Hamid, Abd Rahman; Setiawan, Agus Mahfudin
Historia Islamica: Journal of Islamic History and Civilization Vol 4 No 1 (2025): Historia Islamica
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/historia.v4i1.1469

Abstract

Masjid Pacinan di Banten merupakan salah satu masjid tertua yang dibangun pada tahun 1552 dan merepresentasikan akulturasi budaya antara Islam dan Tionghoa. Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai sosok pendirinya, beberapa sumber menyebutkan Sunan Ampel dan Sunan Gunung Jati sebagai tokoh penting dalam sejarah pembangunannya. Masjid ini dulunya terletak di kawasan permukiman Tionghoa Muslim dan menjadi pusat kegiatan keagamaan, bahkan pernah digunakan oleh Sultan Hasanuddin untuk salat Jumat sebelum mendirikan Masjid Agung Banten. Nilai historis dan budaya masjid ini tercermin dari arsitektur khas serta keberadaan dua makam yang menunjukkan keragaman identitas Muslim pada masa itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan observasi lapangan untuk menggali nilai-nilai sejarah, budaya, dan simbol toleransi yang melekat pada Masjid Pacinan. Data diperoleh melalui analisis dokumen sejarah, literatur terkait, dan pengamatan kondisi fisik situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Pacinan memiliki makna penting sebagai simbol integrasi budaya dan toleransi umat beragama. Pelestarian masjid ini menjadi upaya strategis dalam menjaga warisan sejarah, memperkuat keberagaman, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis dalam masyarakat multikultural.
Meningkatkan Kemampuan Sains Anak Usia Dini melalui Kegiatan Eksperimen Sederhana di TK Yaminas Salsabila, Wilda; Ulfah, St. Maria
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i3.2450

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan sains anak kelompok B di TK YAMINAS yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih konvensional dan minimnya pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sains anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan eksperimen sederhana. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 anak kelompok B TK YAMINAS. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada kondisi awal, kemampuan sains anak hanya mencapai 30%. Setelah tindakan siklus I, ketuntasan belajar meningkat menjadi 42%, dan pada siklus II mencapai 100%. Peningkatan ini terjadi karena anak terlibat langsung dalam eksperimen "Hujan Buatan" yang memungkinkan mereka mengamati, mencoba, bertanya, dan menyimpulkan sendiri. Kesimpulan penelitian ini adalah kegiatan eksperimen sederhana terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan sains anak usia dini. Saran bagi guru adalah untuk mengintegrasikan metode eksperimen dalam pembelajaran, dan bagi lembaga untuk menyediakan fasilitas pendukung yang memadai.