Atjo Neng Mira
Biomedical Science Study Program, Hasanuddin University, Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA POPULASI GERIATRI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MAJENE Atjo Neng Mira; Hardjo Marhaen; Soraya Gita Vita
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.034 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v12i2.848

Abstract

Hipertensi ialah permasalahan kesehatan utama di Indonesia dan juga di berbagai negara di dunia. Berdasarkan penelitian epidemiologi, diperoleh bahwa seiring bertambahnya usia, tekanan darah juga meningkat. Hipertensi menjadi masalah pada geriatri sebab menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner. Tujuan: Untuk menilai pola penggunaan obat antihipertensi pada populasi geriatri dan kepatuhan pengobatan hipertensi terhadap pedoman pengobatan hipertensi JNC-8 dalam populasi geriatri. Metode: Ini adalah penelitian observasional cross-sectional menggunakan data retrospektif yang terdiri dari rekam medis pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Majene, Indonesia. Sampel yang dianalisis adalah pasien geriatri (≥ 60 tahun) dengan hipertensi. Penelitian ini dilakukan antara Juli dan Oktober 2019. Hasil: Dari 196 pasien, 80 (40,81%) adalah laki-laki dan 116 (59,18%) adalah perempuan. Sebagian besar resep diberikan sebagai penggunaan terapi tunggal (72,5%) dan sisanya sebagai penggunaan terapi ganda sebagian besar terdiri dari kombinasi dua obat (27,5%). Diuretik dengan ACEi adalah kombinasi yang paling banyak digunakan (14,3%), diikuti oleh CCB dengan ACEI (7,7%) dan diuretik hemat Kalium (3,1%), CCB + ARB terakhir (2,6%). Persentase untuk pasien hipertensi stadium 1 adalah 77% dan 15,3% untuk stadium 2. Kesimpulan: Pengobatan hipertensi pada pasien geriatri di Rumah Sakit Umum Kabupaten Majene tidak sepenuhnya sesuai dengan pedoman JNC-8 saat ini.
A REVIEW ARTIKEL: POTENSI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TANAMAN RUMPUT KNOP (Hyptis capitata Jacq) Sumardi, Rosnidar; Atjo, Neng Mira; Wisdayanti, Wisdayanti; Abdullah, Anisa Dwirizky; Latif, Auliah Rahmi; Luthfiyah, Widya; Wibowo, Ekasari Kartika Putri; Azima, Azima; Ramdaniah, Putri; Pratiwi, Nadya
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3751

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Antibiotik merupakan obat untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian antibiotik pada penderita penyakit infeksi bertujuan untuk menghambat pertumbuhan maupun membunuh bakteri penyebab penyakit, akan tetapi jika penggunaan antibiotik tidak tepat akan mengakibatkan resistensi antibiotik. Dalam upaya untuk menemukan alternatif pengobatan antibakteri yang efektif, penelitian terhadap senyawa alami dari tumbuhan telah mendapatkan perhatian yang semakin besar. Ekstrak tanaman yang kaya akan berbagai senyawa bioaktif, memiliki potensi sebagai agen antibakteri yang dapat digunakan dalam pengobatan infeksi bakteri. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi antibakteri dari tanaman Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.). Metode: Tinjauan artikel ini dilakukan melalui studi Pustaka dari 6 artikel penelitian dengan rentang tahun publikasi 2012-2025. Hasil: Ekstrak daun, akar, dan bunga Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) menunjukkan aktivtas penghambatan yang kuat terhadap bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Pseudomonas aeruginosa, Eschericia coli, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Propionibacterium acnes, Streptococcus sobrinus, dan Bacillus cereus. Kesimpulan: Tanaman Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) memiliki potensi sebagai antibakteri.