Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN LABORATORIUM IPA DI SMP NEGERI 3 GUNUNGSITOLI Lafau, Arni; Nazara, Sudieli; Zebua, Abertina; Waruwu, Jernih Puspita Sari; Baeha, Anggun Marfiah; Lase, Natalia Kristiani
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.17321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sistem pengelolaan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Negeri 3 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan laboratorium ilmiah.  Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa laboratorium di SMP Negeri 3 Gunungsitoli masih belum  memenuhi standar manajemen laboratorium yang baik. Lebih lanjut,  hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen laboratorium IPA SMP Negeri 3 Gunungsitoli memiliki beberapa alur antara lain perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pengembangan. Perencanaan mencakup penetapan tujuan laboratorium, pengalokasian sumber daya, serta penyusunan jadwal pemanfaatan laboratorium. Pada aspek organisasi, pengelolaan difokuskan pada sarana, peralatan, dan tenaga pendidik. Sementara itu, pelaksanaan melibatkan proses pembelajaran, pengamanan, dan perawatan peralatan. Pengawasan dilakukan melalui pemantauan aktivitas laboratorium, evaluasi kinerja tenaga pendidik, serta pengumpulan umpan balik dari pengguna laboratorium. Upaya perbaikan sistem dilakukan dengan mengidentifikasi kendala, mengevaluasi proses yang berjalan, dan merumuskan strategi peningkatan. Namun, penelitian ini juga mengungkapkan adanya sejumlah kendala dalam pengelolaan laboratorium IPA, seperti keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pengembangan fasilitas laboratorium. Rekomendasi yang diajukan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pengelolaan laboratorium ilmiah. Hal ini mencakup upaya untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya serta meningkatkan fasilitas laboratorium guna mendukung kegiatan penelitian dan pembelajaran secara lebih maksimal.
Perspektif Bioetika Terhadap Penggunaan Data Genomik dalam Riset Personalized Medicine Telaumbanua, Titi Krisnawati; Zega, Perlindungan; Waruwu, Jernih Puspita Sari; Zega, Novelina Andriani
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i1.5046

Abstract

Advances in genome sequencing technology have opened significant opportunities for the development of personalized medicine, but have also given rise to ethical complexities that require in-depth study. This study aims to identify and analyze key bioethical issues arising from the use of genomic data for personalized medicine research through a critical-normative literature review. A thematic analysis of the selected literature identified four key bioethical domains: autonomy and informed consent in the context of complex genomic data, privacy and data security facing the risks of leaks and misuse, fairness in access to genomic services, and the potential for genetic discrimination. Findings indicate that implementing the principle of autonomy faces technical challenges in conveying comprehensible information, while privacy issues require inadequate regulatory frameworks in many countries. Genetic discrimination in the context of insurance and employment poses a real threat that requires explicit legal protection. This study recommends the development of an integrative bioethical framework that connects classical ethical principles with the realities of genomic technology, strengthening genomic data protection regulations, and adapting informed consent mechanisms. Policy implications include the urgency of harmonizing regulations across countries and strengthening the capacity of research ethics committees to evaluate genomic research protocols