Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Orang Tua dan Terbatasnya Alat Peraga dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Mawar 4 Amalia, Dini; Norrahmah, Farisha; Fitriah, Fitriah; Shopia, Zahra; Aslamiah, Aslamiah; Pratiwi , Diani Ayu
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025 | IN PRESS
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.781

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan program dari Kementerian Pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dan keterbatasan alat peraga memengaruhi implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Mawar 4. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah di SDN Mawar 4 dan dianalisis secara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa orang tua masih belum sepenuhnya memahami tujuan dari Kurikulum Merdeka, terutama bahwa keberhasilan peserta didik tidak hanya dilihat dari nilai, tetapi juga dari sikap, karakter, dan keterampilan peserta didik. Peran serta orang tua yang kurang aktif menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung proses pembelajaran. Selain itu, keterbatasan alat peraga juga menjadi hambatan dalam kegiatan belajar mengajar, meskipun guru telah berupaya mengatasinya dengan menggunakan media digital seperti video pembelajaran dan sumber daya yang tersedia. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, guru dan sekolah tetap berusaha menjalankan Kurikulum Merdeka dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan yang ada, serta terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran secara bertahap.
Peran Orang Tua dan Terbatasnya Alat Peraga dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Mawar 4 Amalia, Dini; Norrahmah, Farisha; Fitriah, Fitriah; Shopia, Zahra; Aslamiah, Aslamiah; Pratiwi , Diani Ayu
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i2.781

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan program dari Kementerian Pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dan keterbatasan alat peraga memengaruhi implementasi Kurikulum Merdeka di SDN Mawar 4. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah di SDN Mawar 4 dan dianalisis secara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa orang tua masih belum sepenuhnya memahami tujuan dari Kurikulum Merdeka, terutama bahwa keberhasilan peserta didik tidak hanya dilihat dari nilai, tetapi juga dari sikap, karakter, dan keterampilan peserta didik. Peran serta orang tua yang kurang aktif menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung proses pembelajaran. Selain itu, keterbatasan alat peraga juga menjadi hambatan dalam kegiatan belajar mengajar, meskipun guru telah berupaya mengatasinya dengan menggunakan media digital seperti video pembelajaran dan sumber daya yang tersedia. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, guru dan sekolah tetap berusaha menjalankan Kurikulum Merdeka dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan yang ada, serta terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran secara bertahap.
Studi Literatur : Pentingnya Pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam Mengembangkan Sikap Toleransi pada Siswa Sekolah Dasar Norrahmah, Farisha; Zahratuljannah, Adisty; Rahmah, Hidayatur; Wibisono, Rosvania; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1378

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam mengembangkan sikap toleransi pada siswa sekolah dasar. Kajian dilakukan dengan metode studi literatur melalui penelaahan berbagai artikel ilmiah, buku, serta laporan penelitian yang relevan dan terbit pada periode 2020–2025. Analisis literatur menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, terutama nilai kemanusiaan dan persatuan, menjadi dasar penting bagi siswa dalam memahami dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah. Pendekatan pembelajaran yang dialogis, kontekstual, dan melibatkan kerja sama antar siswa terbukti lebih efektif dalam mendorong terbentuknya sikap toleran. Selain itu, peran guru dalam menciptakan suasana kelas yang aman, inklusif, dan memberi ruang bagi interaksi positif turut memperkuat keberhasilan pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam membangun karakter toleran. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan pembelajaran Pancasila di sekolah dasar merupakan langkah strategis dalam membentuk sikap toleransi sejak dini.
Studi Literatur : Pentingnya Pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam Mengembangkan Sikap Toleransi pada Siswa Sekolah Dasar Norrahmah, Farisha; Zahratuljannah, Adisty; Rahmah, Hidayatur; Wibisono, Rosvania; Suriansyah, Ahmad; Rafianti, Wahdah Refia
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1378

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam mengembangkan sikap toleransi pada siswa sekolah dasar. Kajian dilakukan dengan metode studi literatur melalui penelaahan berbagai artikel ilmiah, buku, serta laporan penelitian yang relevan dan terbit pada periode 2020–2025. Analisis literatur menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, terutama nilai kemanusiaan dan persatuan, menjadi dasar penting bagi siswa dalam memahami dan menghargai keberagaman di lingkungan sekolah. Pendekatan pembelajaran yang dialogis, kontekstual, dan melibatkan kerja sama antar siswa terbukti lebih efektif dalam mendorong terbentuknya sikap toleran. Selain itu, peran guru dalam menciptakan suasana kelas yang aman, inklusif, dan memberi ruang bagi interaksi positif turut memperkuat keberhasilan pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam membangun karakter toleran. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan pembelajaran Pancasila di sekolah dasar merupakan langkah strategis dalam membentuk sikap toleransi sejak dini.