Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelanggaran Etika dalam Ruang Sidang: Kasus Firdaus Oiwobo dan Implikasinya terhadap Sistem Peradilan Aulia, Fara; Jagistha, Farraz Vania; Suci, Indah Meisyana; Fadhila, Gusti Tiya Yolanda Nur; M, Mulyadi
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 3, No 3 (2025): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam mengenai pelanggaran etika dalam ruang sidang dengan menyoroti kasus Firdaus Oiwobo sebagai studi kasus. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran, dampaknya terhadap kepercayaan publik, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk memperkuat mekanisme pengawasan kode etik di lingkungan peradilan. Pendekatan yuridis dan analisis empiris akan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas regulasi yang ada serta menawarkan rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan kualitas penegakan kode etik profesi hukum. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus normatif, yaitu metode yang menitikberatkan analisis pada norma hukum yang berlaku serta penerapannya dalam kasus konkret. Fokus penelitian ini adalah pelanggaran etika dalam ruang sidang yang terjadi pada kasus Firdaus Oiwobo serta bagaimana implikasinya terhadap sistem peradilan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kasus Firdaus Oiwobo menjadi contoh konkret bagaimana pelanggaran etika dapat berdampak serius terhadap karier seorang advokat serta kepercayaan publik terhadap profesi hukum.
Legal Responsibility of Marketplaces in Distributing iQIYI Digital Services and Consumer Protection in Indonesia Suci, Indah Meisyana; Nugroho, Andriyanto Adhi
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v7i2.8658

Abstract

This study concludes that the distribution of unauthorized iQIYI digital services through marketplaces creates inherent legal defects, as access remains revocable by the authorized provider, exposing consumers to the risk of unilateral account blocking and potential systematic losses. Accordingly, marketplaces should not be treated as passive intermediaries; their platform control and economic benefits justify the application of Absolute Responsibility for consumer losses arising from such transactions. This research employs a normative legal method, combining statutory and conceptual approaches, with a focus on Indonesian consumer protection law and electronic commerce regulation. The analysis demonstrates that intermediary-based liability models are inadequate to address risks inherent in non-physical and revocable digital services. To operationalize this accountability, marketplaces must ensure accurate risk disclosure, verify seller legitimacy, handle complaints effectively, and implement measurable loss-recovery mechanisms. Finally, regulatory alignment of the Government Regulation on Trade Through Electronic Systems with consumer protection principles, including enforceable algorithmic accountability, remains necessary to strengthen supervision and legal certainty in Indonesia's digital commerce ecosystem.