Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Karakterisasi Feedzone Berdasarkan Data Pengukuran PTS Sumur Y Azica, Muhammad Raihan; Fathaddin, Muhammad Taufiq; Wibowo, Djunaedi Agus
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1578

Abstract

Perilaku reservoir meliputi kedalaman, besarnya kontribusi tiap-tiap feedzone, respons tekanan, dan suhu reservoir. Perilaku ini dapat digunakan untuk menentukan kelayakan lapangan untuk dikembangkan serta untuk memperkirakan kemampuan produksi sumur. Oleh karena itu, perilaku reservoir harus diperhatikan. Ada beberapa survei yang dilakukan di sumur panas bumi untuk mengetahui kondisi di dalam sumur dan kondisi reservoir.Untuk mengidentifikasi karakterisasi dalam sumur, alat survei PTS dimasukkan ke dalam sumur terlebih dahulu agar kecepatan fluida yang dikumpulkan mencerminkan kondisi sebenarnya di dalam sumur. Kalibrasi ini dilakukan dengan menggunakan slope. Pada tahap berikutnya, kecepatan laju alir massa dan fluida dapat dihitung. Gambar 3 menunjukkan diagram alir pengolahan data. hasil menunjukkan bahwa sumur memiliki empat zona feedzone berdasarkan respon pembacaan temperatur dan spinner. Feedzone sumur berada di kedalaman 2887 m, 2591 m, 2401 m, dan 2114 m, kontribusi feedzone 1 adalah 35.0%, kontribusi feedzone 2 13%, kontribus feedzone 3 25%, dan kontribusi feedzone 4 27.5%uhu air dalam sumur panas bumi ini berkisar dari 234 hingga 306 derajat Celcius, dan pada kedalaman 810 meter, suhunya menyinggung temperatur saturasi, yang menunjukkan bahwa fluida air akan berubah menjadi uap zona 1 memiliki kedalaman 2887 m, zona 2 memiliki kedalaman 2591 m, zona 3 memiliki kedalaman 2401 m, dan zona 4 memiliki kedalaman 2114 m.Kontribusi feedzone yang terbesar pada kedalaman 2887 sebesar 35 %.Kondisi sumur dalam keadaan yang memproduksi banyak air dan tidak terjadi kebocoran.Suhu fluida, yang berubah dari fluida air menjadi fluida uap, mencapai suhu saturasi 306 pada kedalaman 2114.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DARI MINYAK JELANTAH DI KELURAHAN CURUG KOTAMADYA BOGOR Fathaddin, Muhammad Taufiq; Prapansya, Onnie Ridaliani; RakhmantoPri Agung Rakhmanto, Pri Agung; Widiyatni, Harin; Maulani, Mustamina; Azica, Muhammad Raihan; Rachmaputra, Try
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i222564

Abstract

Minyak jelantah dapat menimbulkan dampak buruk terhadap masalah pada kesehatan. Minyak jelantah juga menimbulkan masalah pada lingkungan. Di sisi lain minyak jelantah dapat diolah menjadi sabun. Sehingga pemanfaatan minyak jelantah dapat mengurangi limbah rumah tangga di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan khususnya kepada Masyarakat di RW 5 yang berlokasi di RW 13, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Madya Bogor. Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat setempat. Berdasarkan evaluasi terhadap perbandingan penilaian pre-test dan post-test yang dikerjakan oleh peserta memperlihatkan kenaikan dari nilai rata-rata 35,0 menjadi 80,7 atau kenaikan rata-rata sebesar 130,6%. Selain peningkatan pemahaman dan keahlian mengenai pembuatan sabun, para peserta juga termotivasi menjadi masyarakat yang produktif di samping meningkatkan kepedulian untuk memelihara kelestarian lingkungan.