Arvina Wahyuni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP HUKUM BISNIS: TANTANGAN DAN PELUANG Nikmah Dalimunthe; Hayati, Putri; Ema Nur Syahfitri; Annisa Khoiri; Nur Aisyah Tanjung; Nelmi Sari; Arvina Wahyuni; Nur Hamidah
JSE: Jurnal Sharia Economica Vol. 4 No. 3 (2025): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/jse.v4i3.2147

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh teknologi digital terhadap hukum bisnis, dengan fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi di Indonesia. Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, analitik data, dan blockchain telah mengubah model bisnis tradisional menjadi lebih digital. Meski membawa efisiensi dan inovasi, teknologi digital juga menimbulkan celah hukum yang memerlukan adaptasi regulasi, seperti perlindungan data pribadi dan keabsahan transaksi elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan empiris, melalui studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan signifikan, seperti keamanan data dan ketidakpastian hukum, digitalisasi juga menawarkan peluang untuk menciptakan sistem hukum yang lebih responsif dan transparan. Reformasi hukum yang inklusif dan kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mengatasi dinamika transformasi digital yang terus berkembang.
Pengaruh Diversifikasi Portofolio Saham Terhadap Risiko dan Return Menggunakan Data Indeks Sektoral BEI Nelmi Sari; Arvina Wahyuni; Muhammad Ikhsan Harahap
Jurnal Ilmu Manajemen, Bisnis dan Ekonomi Vol 3 No 6 (2026): In Press
Publisher : PT Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jimbe.v3i6.955

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh diversifikasi portofolio saham terhadap risiko dan return dengan menggunakan data Indeks Sektoral BEI periode 2019–2023, yang mencakup sektor Keuangan, Barang Konsumen Primer, Energi, Infrastruktur, dan Teknologi. Analisis dilakukan melalui perhitungan return rata-rata, standar deviasi, korelasi antarsektor, serta pembentukan portofolio Markowitz. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa sektor Keuangan memberikan return tertinggi yaitu 11,4%, diikuti sektor Energi 10,2%, sementara sektor Barang Konsumen Primer mencatatkan return terendah yaitu 6,8%. Risiko tertinggi ditemukan pada sektor Teknologi dengan standar deviasi 14,1%, sedangkan sektor Infrastruktur menunjukkan risiko terendah sebesar 7,3%. Korelasi lintas sektor berada pada rentang 0,41–0,73, menandakan potensi diversifikasi yang masih moderat. Portofolio optimal tercipta pada kombinasi sektor Keuangan (40%), Energi (30%), dan Infrastruktur (30%) dengan return portofolio sebesar 10,1% dan risiko 8,9%, lebih rendah dibanding risiko ratarata sektor tunggal. Temuan ini mengonfirmasi bahwa diversifikasi antar-sektor efektif menurunkan risiko tanpa mengorbankan return, sehingga memberikan implikasi penting bagi investor yang berfokus pada stabilitas jangka panjang.