Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Effect of Self Awareness and Creative thinking Training to improve Product Branding ability in Social Forestry groups in Bulupoddo District, Sinjai Regency: Effect of Self Awareness and Creative thinking Training to improve Product Branding ability in Social Forestry groups in Bulupoddo District, Sinjai Regency Rustham, Andi Tenri; Wahyuni2, Sri; Aras, Rezky Ariany; Susanti, Susi; N. Afandi, Ichlas; Syafei, Indra; Sarah, Rizki Awaludin
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v11i1.33866

Abstract

Kesejahteraan hidup, khususnya pada sektor ekonomi merupakan impian yang dimiliki oleh semua orang dan untuk mencapai kesejahteraan tersebut, individu perlu melakukan berbagai upaya. Namun Individu dengan tingkat kesadaran diri yang rendah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi akan berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis serta keberlangsungan hidupnya. Self Awareness atau kesadaran diri dapat membantu individu dalam menyampaikan pikiran dan perasaan secara jelas dan asertif, mengarahkan dan mengendalikan kemampuan untuk mandiri, mengenali dan menerima kekurangan serta kelebihan pada diri, hingga dapat mewujudkan potensi yang dimiliki. Salah satu kemampuan lainnya yang penting untuk dimiliki individu dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi adalah dengan Creative thinking agar individu dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki dengan lebih produktif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai terkait dengan pentingnya meningkatkan self awareness mereka agar lebih aktif dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan sekitar yang berdampak pada kesejahteraan finansial, fisik dan psikologis mereka kedepannya. Selain itu memahamkan mereka agar lebih creative thinking dalam melakukan branding produk sehingga dapat bersaing di pangsa pasar yang lebih besar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain one-group Pretest-Posttest Design. Sampel terdiri dari 50 responden. Pengukuran pengetahuan Pretest dan Posttest diperoleh menggunakan kuesioner dan tes tulis kemudian dilakukan analisis dengan uji beda paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel self awareness diperoleh nilai t sebesar -25.146 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 atau signifikan dan pada variabel creative thinking diperoleh nilai t sebesar -14.835 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 atau signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa, hipotesis dari penelitian ini yang menyatakan bahwa psikoedukasi “Self Awareness” dan “creative thinking” efektif untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam melakukan branding produk, diterima. Kata Kunci: Kesadaran Diri, Berpikir kreatif
Inovasi Desain Aplikasi Mobile Bee Wash Laundry dengan Metode Design Thinking dan Prototyping Figma Aisyah, Putri Ayu; Arista, Ruly Dwi; Wahyuni2, Sri
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.896

Abstract

Bisnis laundry tradisional sering menghadapi tantangan mendasar terkait dengan inefisiensi operasional dan kurangnya transparansi layanan yang berasal dari proses manual. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga secara signifikan mengurangi kondisi ekonomi modern. Menekankan bahwa pengalaman pengguna yang superior merupakan faktor utama yang memiliki dampak jangka panjang terhadap retensi pelanggan, studi ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) untuk aplikasi mobile Bee Wash Laundry. Studi ini mengadopsi metodologi Design Thinking sebagai pendekatan kerja strategis yang memberikan manfaat bagi pengguna dalam dua cara: Empathize (Empati) untuk memahami kebutuhan pengguna, Define (Definisi) untuk mengidentifikasi masalah, Ideate (Ideasi) untuk menghasilkan solusi, Prototype (Prototipe) untuk memvisualisasikan desain, dan Test (Pengujian) untuk memverifikasinya. Menggunakan Figma, proses perancangan diubah menjadi prototipe interaktif. Hasil utama studi ini adalah prototipe aplikasi beresolusi tinggi yang mengintegrasikan berbagai fungsi, seperti sistem laundry yang andal, pembaruan status laundry secara real-time, dan sistem pembayaran digital yang fleksibel. Desain yang dihasilkan berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan memberikan landasan strategis bagi Bee Wash Laundry untuk beroperasi secara efektif di era digital.