Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Faktor Penyebab Pengembalian Berkas BPJS (Retur Claim) di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya Kota Denpasar Periode Triwulan IV Tahun 2023 Wirawan, I Kadek Putra; Abadi, M. Fairuz; Sri Murcittowati, Putu Ayu
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v9i1.805

Abstract

Background: Social Insurance Administration Organization (BPJS) has a crucial role in organizing social security programs in Indonesia. BPJS aims to ensure social protection for the community. BPJS is a legal entity that has a regulatory basis to regulate its operations. Claims are bills or demands for payment or health services provided to BPJS participants. This study aims to determine the factors causing the return of BPJS claim files at Dharma Yadnya General Hospital, Denpasar City. Method: The sample of this study was BPJS claim files totaling 137 claim files. The research data used by researchers is secondary data. The results of this study are the percentage of BPJS returns due to coding 30.65%, due to completeness 29.20%, due to visit indications 32.12%, and due to treatment indications 8.1%. These results were obtained from a total of 137 claim files returned by BPJS. Results: Based on the results of the study that has been carried out on the factors for returning BPJS claims at Dharma Yadnya General Hospital, it can be concluded that the largest factor in returning BPJS files is due to visit indications of 44 BPJS claim files. Conclusion: Socialization regarding coding standard rules, visit indications, treatment indications and completeness of medical record contents should be improved.
Pengaturan Pengaktifan Kembali Rekam Medis Elektronik pada Rumah Sakit X Kota Denpasar Sri Murcittowati, Putu Ayu; Wirajaya, Made Karma Maha; Astuti, Ika Widi; Kartika, I Gusti Ayu; Farmani, Putu Ika
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.89228

Abstract

LatarBelakang: Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik (RME) pada fasilitas pelayanan kesehatan terdapat ketimpangan dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis (RM). Salah satunya adalah ketimpangan adalah perbaikan atau penambahan catatan RM yang berujung pada pengaktifan kembali RME lebih dari 2x24 jam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan dan hak akses pengaktifan kembali RME.Metode:  Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode postpositivistik. Sampel penelitian dari Instalasi RM periode April 2023 berjumlah 43 RM yang telah mengalami perbaikan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara serta teknik triangulasi berupa studi dokumentasi dan observasi.Hasil: Proses pengaktifan kembali meliputi memperbaiki SOAP dan asesmen, penambahan diagnosis dan melengkapi resume. Dua orang diberikan akses untuk memastikan kelengkapan pengisian RME sesuai peraturan direktur. Kesalahan atau ketidaklengkapan dalam diagnosis dan tindakan, mengakibatkan pemberian kode penyakit dan tindakan tidak tepat sehingga hasil pengumpulan data dan pelaporan tidak akurat.Kesimpulan: Pengaturan pengaktifan kembali dan hak akses RME di RS X Kota Denpasar tidak sesuai Standar Prosedur Operasional dan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang RM karena pengaktifan kembali melebihi 2 x 24 jam setelah pasien selesai dirawat. Evaluasi kebijakan dengan pelatihan, sosialisasi, kontrol akses serta pelaporan pelaksanaan RME dilakukan untuk menjaga kerahasiaan serta integritas data pasien.