Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Minat Santri Terhadap Pembelajaran Kitab Safinatun Najah Di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Pradiksa, Muhammad Rafif Tsaqib; Amanullah, Muhammad Danadyaksa; Arifah, Fitrotun; Akhsani, Yusup
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat santri dalam mempelajari kitab safinatun najah dan memahami apa yang terkandung di dalam kitab safinatun najah dan mau mempraktekkan di kehidupan sehari hari yang diadakan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Subjek dalam penelitian ini adalah santri yang merupakan siswa kelas 9 putra dari MTs Sunan Pandanaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode survei yang mengumpulkan data dari responden dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengumpulan data di penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu studi kepustakaan, dan penyebaran angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata santri kelas 9 putra masih ragu apakah mereka memahami materi materi yang terkandung di dalam kitab safinatun najah dan menemukan bahwa rata-rata santri kelas 9 putra berminat untuk mempelajari kitab safinatun najah dengan cara sering berangkat ngaji kitab yang dilakukan setiap malam Rabu. Hal ini dapat disimpulkan bahwa santri kelas sembilan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran masih ragu apakah mereka memahami isi yang terkandung di dalam kitab safinatun najah dan santri kelas 9 puta berminat untuk mempelajari kitab safinatun najah.
Pengaruh Pembelajaran Qur'an Hadits Terhadap Keterampilan Membaca Al-Qur’an Di Mts Sunan Pandanaran Azam, Hafidz Khairul; Ramdhanif, Muhammad Fadil; Arifah, Fitrotun; Akhsani, Yusup
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1108

Abstract

Al-qur’an merupakan panduan dari segala ilmu pengetahuan yang ada di bumi. Seperti yang telah dijelaskan bahwa membaca al-qur’an adalah ibadah, bahkan hanya dengan menyimak atau mendengarkan sudah termasuk ibadah. Akan tetapi jika membacanya tidak dengan ilmu tajwid maka arti dalam ayat tersebut dapat berubah dari arti yang sebenarnya. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa kelas 9 MTs Sunan Pandanaran dalam mempelajari ilmu tajwid melalui pelajaran Qur’an Hadits dan memahami apa manfaat yang terkandung dalam ilmu tajwid dan mempraktekkannya saat membaca Al-qur’an di pondok.Subjek yang ada di penelitian ini adalah siswa putra kelas 9 MTs Sunan Pandanaran dan jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang menggunakan metode survei yang mengumpulkan data dari responden melalui kuesioner.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan studi literatur, dan menyebarkan angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa kelas 9 MTs Sunan Pandanaran masih ragu dengan kemampuan ilmu tajwid dan keterampilan saat membaca Al-qur’an. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa kelas 9 MTs Sunan Pandanaran masih ragu dengan kemampuan mereka dalam membaca Al-qur’an
Perbandingan Efektivitas dalam Menghafal Al-Quran Menggunakan Metode Wahdah dengan Metode Muroja’ah Farizqi, Ahmad Fabian Tata Al; Furqon, Afrizal Hafizul; Arifah, Fitrotun; Akhsani, Yusup
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang lebih efektif antara metode wahdah dan metode murojaah dan memahami apa metode yang lebih efektif dan mau mempraktekkan di saat menghafal Al-Qur’an. Subjek dalam penelitian ini adalah santri yang merupakan siswa kelas 9 tahfidz putra dari MTs Sunan Pandanaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode survei yang mengumpulkan data dari responden dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengumpulan data di penelitian ini menggunakan metode penyebaran angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata santri kelas 9 tahfidz putra menggunakan metode wahdah dalam menghafal Al-Qur’an daripada metode murojaah. Dibuktikan dengan 72.7% menjawab ya dalam pernyataan “saya dominan menggunakan metode wahdah”. Metode tersebut dirasa efektif dikarenakan 72.7% dari keseluruhan kelas tahfidz sudah mempunyai hafalan lebih dari 3 juz. Hal ini dapat disimpulkan bahwa santri kelas 9 tahfidz Pondok Pesantren Sunan Pandanaran rata-rata menggunakan metode wahdah dalam menghafal daripada metode murojaah.
Dinamika Kenakalan Remaja: Peran Keharmonisan Keluarga dan Konformitas Teman Sebaya di Mts Sunan Pandanaran Yogyakarta Ashifa, Annisa; Fakhrunnisa, Azra; Indarto, Arumi Rizki; Shabrina, Siti Nur; Akhsani, Yusup
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kenakalan remaja dengan menitikberatkan pada peran keharmonisan keluarga dan konformitas teman sebaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek sejumlah siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Pandanaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai bentuk kenakalan remaja serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja yang ditemukan masih berada pada kategori ringan, seperti melanggar aturan, mengambil barang tanpa izin, dan perilaku berisiko lainnya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kurangnya keharmonisan keluarga, ditandai dengan minimnya komunikasi, pembiaran, serta lemahnya pengawasan orang tua, berkontribusi terhadap munculnya perilaku menyimpang pada remaja. Selain itu, konformitas teman sebaya juga berperan signifikan dalam mendorong remaja mengikuti perilaku negatif demi memperoleh penerimaan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kenakalan remaja merupakan hasil interaksi antara faktor keluarga dan lingkungan pergaulan sebaya. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga dan pengelolaan lingkungan sosial remaja menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan kenakalan remaja.