Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Management of chronic kidney disease in a young adult-aged male domestic cat Rizky , Asri; Decline , Vega; Viastika , Yanita Mutiaraning; Tjahajati , Ida; Rahayu , Pudji; Wardani , Sundika; Wibowo , Sarwo Edy
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.11-12

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (CKD) adalah suatu kondisi yang tidak dapat disembuhkan yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara terus-menerus. Penurunan ini menghambat kemampuan tubuh untuk mengatur metabolisme, cairan, dan elektrolit. Tulisan ini melaporkan kasus seekor kucing domestik jantan muda berusia dewasa bernama Kuning yang dibawa ke klinik dengan gejala berat antara lain hematemesis, anoreksia, dan dehidrasi, serta mendapat terapi cairan intravena melalui kateter 24G. Pada hari ketiga rawat inap, ultrasonografi menunjukkan kelainan ginjal yang signifikan, termasuk permukaan kortikal yang tidak teratur, batas kortiko-meduler yang tidak jelas, area hiperekoik fokal di korteks, dan tanda cincin meduler. Kandung kemih tampak utuh dengan lumen anechoic. Ultrasonografi hati menunjukkan tepi tumpul pada lobus kanan dan kiri serta perubahan difus hyperechoic fokal pada parenkim, menunjukkan keterlibatan hati. Setelah mendapat perawatan intensif, kondisi Kuning membaik. Pemeriksaan hematologi rutin pada hari ke 9 dan 16-23 menunjukkan tren positif, dengan peningkatan jumlah trombosit dan peningkatan kadar leukosit. Fungsi hati membaik dibandingkan penilaian awal namun masih berada di luar kisaran normal. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan temuan diagnostik, Kuning didiagnosis menderita CKD. Setelah 27 hari dirawat di rumah sakit intensif, Kuning menunjukkan pemulihan yang stabil, menyoroti pentingnya diagnosis dini dan manajemen komprehensif dalam kasus CKD.
MANAGEMENT OF BULBUS OCULI PROLAPSE IN A CAT AT JOGJA VETERINARY CLINIC, YOGYAKARTA Decline, Vega; Rizky, Asri; Viastika, Yanita Mutiaraning; Seruni, Puti Puspa; Wibowo, Sarwo Edy
VITEK : Bidang Kedokteran Hewan Vol. 15 No. 1 (2025): VITEK-Bidang Kedokteran Hewan
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jv.v15i1.320

Abstract

Enucleation is an orbital surgical procedure performed on patients with indications of increased intraocular pressure due to glaucoma that cannot be treated with medication, intraocular neoplasia that may cause intraocular pain, or severe trauma. Prolapse of the bulbus oculi in cats is generally caused by glaucoma (increased intraocular pressure), bacterial or viral infections, trauma from being hit by a vehicle, scratches, fights with other animals, or ocular tumors. The purpose of this report is to describe the management of enucleation in cats at Jogja Veterinary Clinic, Yogyakarta. The subject of this case is a female cat named Telon, approximately four months old, weighing 1.65 kg, who was brought to Jogja Veterinary Clinic with a complaint of a protruding eye. Based on anamnesis, physical examination, and clinical symptoms, Telon was diagnosed with bulbus oculi prolapse and underwent enucleation surgery as a medical intervention. The treatment provided included antibiotics, vitamins, analgesics, and topical ointment. The cat received postoperative care for four days and showed good wound healing. It was concluded that the enucleation procedure using the transpalpebral technique in Telon had a favorable prognosis. Keywords: Prolapse of the Bulbus Oculi, Cats, and Enucleation