Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inisiasi Pembangunan Berkelanjutan di IKN: Partisipasi Akademisi Muda dalam Forum Riset Kolaboratif Gerbangtara Syarifudin, Achmad; Umar, Uswatul Hasanah; Saud, Oshlifin Ruchmana; Sepsamli, Letus; Alisha, Gesha Desy
ABDIKU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman Vol. 4 No. 1 (2025): ABDIKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/abdiku.v4i1.2821

Abstract

Program Gerbangtara (Gerakan Bangun Nusantara) merupakan program yang mempertemukan akademisi muda dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur sebagai respon terhadap tantangan dan peluang pembangunan berkelanjutan di Ibu Kota Negara (IKN). Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan keikutsertaan delegasi Universitas Mulawarman dalam forum diskusi klaster riset yang diselenggarakan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan meliputi penelitian partisipatif, meliputi diskusi terfokus lintas disiplin, perumusan gagasan strategis, dan penyusunan naskah rekomendasi (working paper). Delegasi Universitas Mulawarman, khususnya dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis, berkontribusi dengan menyampaikan perspektif tentang tata kelola hutan dan konservasi ekologi dalam proses perencanaan kolaboratif yang sejalan dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Rekomendasi yang disampaikan meliputi pelestarian keanekaragaman hayati hutan hujan tropis dan pengembangan bank benih dan bank gen sebagai infrastruktur ekologi jangka panjang. Inisiatif tersebut selaras dengan gagasan Tanpa Kemiskinan (SDG 1), dengan mempromosikan lapangan kerja melalui program restorasi dan ekowisata. Sementara itu, gagasan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12) mendukung pengelolaan sumber daya berbasis hutan yang berkelanjutan. Keluaran dari partisipasi ini adalah sebuah konsep yang disebut dengan working paper. Selain itu, diskusi kolaboratif dalam program ini juga memperkaya wawasan penulis sebagai akademisi, khususnya dalam memberikan masukan dan kontribusi terhadap perumusan kebijakan dari perspektif kolaborasi berbasis pentahelix. Ke depannya, forum yang melibatkan partisipasi aktor pentahelix lainnya sangat penting sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang berbasis pada sains, kolaborasi, dan prinsip keberlanjutan.
Dinamika Perubahan Tutupan Lahan dan Emisi Karbon dari Deforestasi dan Degradasi Hutan di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2019 - 2024 Fauzan, Muhammad Rafii Nur; Suhardiman, Ali; Naufalianto, Ikhsan Fiqra; Syarifudin, Achmad; Nugroho, Andi; Saud, Oshlifin Ruchmana
MAKILA Vol 19 No 2 (2025): Makila : Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v19i2.22634

Abstract

This study aims to analyze land cover changes and estimate carbon emissions resulting from deforestation and forest degradation in Kutai Timur Regency during the period of 2019–2024. The analysis was conducted using land cover vector data from the Ministry of Environment and Forestry, which was analyzed with the pairwise comparison method and Geographic Information System (GIS). Carbon emissions were calculated based on Tier 2 IPCC with emission factors for each land cover class.The results of the study show that deforestation is the main contributor to carbon emissions, with the highest increase in emissions during 2023–2024, reaching 9,702,628 tons CO₂e. The decrease in emissions during 2020–2022 aligns with the implementation of the moratorium policy, but an increasing trend in emissions was observed again in 2022–2024, indicating that pressure on forest land remains high. Natural regeneration of secondary forests occurred, but its contribution was not sufficient to offset the loss from deforestation. Spatial patterns show that the largest forest conversion took place in agricultural areas, mining, open land, and scrublands. These findings emphasize the importance of consistent jurisdiction-based forest management policies to achieve the FOLU Net Sink 2030 target and support climate change mitigation.