Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of Think Talk Write (TTW) Strategy in Teaching Writing Analytical Exposition Text Toward Students at SMAN 3 Medan Simangunsong, Suriani; Napitupulu, Fenty Debora; Sidabutar, Usman
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.391

Abstract

The background of this research is because students of SMA N 3 Medan have weak writing skills in analytical exposition texts due to lack of mastery of vocabulary, grammar, and writing structure. This study aims to examine the effectiveness of Think Talk Write (TTW) strategy in learning to write analytical exposition texts for students in grade XI of SMA Negeri 3 Medan. This study addresses the problem of students' difficulties in writing analytical exposition texts, particularly in organizing ideas and understanding text structures. The study employs a quantitative experimental method with a true experimental design, involving two groups: an experimental class taught using the TTW strategy and a control class taught through conventional methods. The research subjects were 72 class XI students of SMA Negeri 3 Medan who were divided into experimental and control groups. Data were collected through pre-tests and post-tests to measure students' writing performance. The research uses statistical data analysis techniques including normality tests, homogeneity tests, and t-tests. The findings show a significant improvement in the experimental group compared to the control group. The mean post-test score for the experimental group was 84.13, exceeding the control group's mean score of 71.2. In addition, the data collected for this study showed normal distribution. Based on the analysis conducted using the t-test, Tcount = 3.11 was obtained at a significant level of α = 5%, dk (n-1) = 14, so (15-1) = 14, so Ttable = 1.76. It can be concluded that Tcount > Ttable (3.11> 1.76).  The implication of the results of this study is that it shows that the Think Talk Write strategy can be widely adopted by English teachers as a more effective writing learning method than conventional methods to improve students' ability to write analytical exposition texts.
Lingkungan sebagai Katalisator Literasi: Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa untuk Mencegah Bullying di Yayasan Pendidikan Perguruan Bersinar Manurung, Lastri Wahyuni; Pakpahan, Carolina; Simangunsong, Suriani; Sihombing, Mitha Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3551

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sosial siswa dalam upaya mencegah bullying melalui optimalisasi lingkungan sekolah sebagai katalisator pembelajaran. Rendahnya pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying menjadi dasar pentingnya intervensi berbasis literasi yang mudah diakses dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Program dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan keterampilan sosial, pemanfaatan mading sebagai media literasi visual, pendampingan intensif, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Pelatihan diberikan kepada siswa dan guru melalui diskusi, role play, pemahaman konsep bullying, serta penguatan empati dan komunikasi positif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lingkungan sekolah—baik fisik maupun sosial—berperan signifikan sebagai katalisator peningkatan literasi sosial, karena mampu mempercepat pemahaman siswa mengenai perilaku bullying dan cara menghindarinya. Pemanfaatan mading terbukti efektif dalam membantu siswa mengenali bentuk-bentuk bullying yang sebelumnya tidak mereka sadari, seperti ejekan verbal, perilaku mengucilkan, dan tindakan agresif yang dianggap sebagai “candaan”. Selain itu, terjadi peningkatan perubahan perilaku siswa dalam berinteraksi, ditandai dengan munculnya kesadaran baru, peningkatan empati, dan kemampuan membedakan perilaku yang merugikan teman sebaya. Guru turut berperan dalam memperkuat keberlanjutan program dengan mengintegrasikan materi literasi sosial ke dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini berhasil menunjukkan bahwa pendekatan literasi sosial berbasis lingkungan mampu menciptakan budaya sekolah yang lebih aman, inklusif, dan berorientasi pada pencegahan bullying.