Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Karakteristik “Akustik Ruang” pada Tempat Peribadatan Informasi Akustik Ruang Anindita, Galih; Setiawan, Edy; Hanif, Utsman; Ardiansyah, Ade Reza
Jurnal Teknologi Maritim Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v8i1.46

Abstract

Kenyamanan dan kekhusukan beribadah sangat dipengaruhi oleh kondisi mendengar (akustik ruang) di tempat ibadah. Karakteristik akustik ruang meliputi tekanan bunyi yang mencukupi, distribusi suara yang merata, waktu dengung optimum, bebas dari cacat akustik dan tingkat bising yang rendah. Kondisi akustik yang baik dalam masjid merupakan kebutuhan. Ini menjadikan perlunya penelitian mengenai karakteristik “akustik ruang”. Masjid Masyithoh di Perumahan Wisma Permai Surabaya belum pernah diukur tingkat karakteristik “akustik ruang”nya. Dengan banyaknya penggunaan material reflektor dan absorber yang tidak imbang berpotensi menimbulkan reaksi cacat akustik berupa gema dan dengung ruang, pemusatan dan bayangan bunyi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif berbasis eksperimen dengan perhitungan Sabine dan spasial menggunakan simulasi software surfer golden 11. Hasil penelitian diperoleh pola penyebaran titik tekanan bunyi bernilai tinggi terletak pada titik dekat dengan sumber bising dan celah kecil pada masjid. Nilai background noise pada masjid lantai satu dan dua sebesar 53,98 dan 48.98 dBA (memenuhi standar KMNLH No. KEP-48 MENLH/11/1996 untuk tingkat kenyamanan pada tempat ibadah sebesar 55 dBA). Nilai tingkat tekanan bunyi maksimum sebesar 92,2 dBA di lantai 1. Persebaran suara pada masjid lantai satu tidak menyebar secara merata dan lantai dua menyebar secara merata. Nilai reverberation time dengan volume ruang masjid 2.204 m3 yaitu 4,46 sekon (belum memenuhi standard).
Penerapan Metode Double Ishikawa dan 5 Whys Analysis Dalam Analisis Kecelakaan Loading Unloading Billet Baja Ardiansyah, Ade Reza; Anindita, Galih; Rohma Dhani, Mey
Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Safety, Health, and Environmental Engineering
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jshee.v3i1.51

Abstract

Perusahaan baja merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang berperan penting dalam proses pembangunan infrastruktur. Salah satu proses kegiatan yang sangat vital dan sering dilakukan dalam proses produksi adalah kegiata lifting. Beban angkat yang cukup berat membuat kegiatan lifting dilakukan dengan alat bantu pesawat angkat crane. Hal ini memunculkan potensi bahaya yang cukup besar. Dari data kecelakaan perusahaan, pada tahun 2023 50 persen kecelakaan kerja terjadi pada aktivitas lifting sebanyak 5 kasus. 1 kasus berakibat lost time injury, 3 kasus berakibat property damage dan 1 kasus lainnya berakibat nearmiss. Pada penelitian ini peneliti memilih untuk meneliti kasus yang menyebabkan lost time injury yaitu kasus tangan yang terhantam sling rantai atau tackle chain saat melakukan loading unloading billet. Kecelakaan tersebut cukup merugikan baik perusahaan maupun korban karena kehilangan produktivitas serta memperbesar pengeluaran bagi kedua belah pihak. Berdasarkan teori piramida kecelakaan, lost time injury juga dapat mengakibatkan fatality jika tidak ditangani dengan baik. Untuk itu diperlukan analisis investigasi kecelakaan kerja guna menemukan akar permasalahan yang ada sebagai bentuk upaya perbaikan berkelanjutan. Metode Double Ishikawa dan 5 Whys analysis merupakan metode analisis sebab akibat yang mendalam. Dimana double Ishikawa berfungsi sebagai penjabar 8 aspek penyebab kecelakaan dan 8 aspek tidak terdeteksinya potensi kecelakaan. Sedangkan 5 Whys analysis berfungsi untuk memperdalam akar masalah dari 8 aspek yang sudah diuraikan metode Double Ishikawa. Berdasarkan hasil analisis kecelakaan tangan yang terhantam sling rantai menggunakan metode Double Ishikawa menghasilkan 19 penyebab dengan 13 penyebab kecelakaan dan 6 penyebab tidak terdeteksinya kecelakaan yang didominasi oleh faktor manusia, mesin dan manajemen. Sedangkan hasil dari metode 5 Whys menghasilkan akar masalah yang mengerucut didominasi oleh keputusan keputusan yang diambil oleh manajemen. Dari seluruh akar masalah yang didapatkan diberikan rekomendasi guna menjadi saran perbaikan berkelanjutan bagi perusahaan sehingga hal serupa tidak terulang dikemudian hari.