Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Impact of Government Cooking Oil Subsidies on Social Welfare: Elasticity-Based Multimarket Approach Fatimah, Fatimah; A. Gani, Subhan; Bahri, Syamsul; Meutia, Sri; Syukriah, Syukriah
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.967

Abstract

This paper explores the influence of the Indonesian government's palm cooking oil subsidy policies on the welfare of communities in Aceh Province. The Policy aims to stabilise prices, to support producers, and to increase access to affordable cooking oil for consumers. However, empirical evidence shows that the market price frequently exceeds the government-determined ceiling price, which raises concerns about the Policy's effectiveness. To evaluate the actual impact of the subsidy, this study employs a multimarket analytical model in conjunction with an interest-maximising function approach to identify the optimal subsidy level that maximises social welfare. The analysis includes palm and coconut cooking oil as interrelated commodities, with supply and demand modelled using Cobb-Douglas functions. The study focuses on Elasticity as a key determinant in understanding the effectiveness of the subsidy, given that inelastic behaviour in supply and demand significantly affects the price gap between market equilibrium and subsidy-induced outcomes. Simulation results reveal that the optimal subsidy rates are 16% for palm oil and 26% for coconut oil. Furthermore, sensitivity analysis across four scenarios shows that lower Elasticity necessitates higher subsidies, while higher Elasticity can reduce the required subsidy without diminishing welfare gains. The results indicate that producers enjoy most of the welfare gains, although consumers also benefit from lower market prices. Therefore, a well-calibrated subsidy policy, based on empirical elasticity values and multimarket interactions, can lead to a more balanced welfare distribution. The findings underscore the importance of data-driven policy formulation to enhance efficiency and equity in government subsidy programs. Ultimately, this research recommends that future subsidy frameworks integrate elasticity parameters and economic modelling to ensure affordability and sustainability in essential commodity markets.
ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS MUARA SATU MENGGUNAKAN METODE FUZZY-SERVQUAL (SERVICE QUALITY) Akmal, Syarifah; A. Gani, Subhan; Miraza, Filza Adila
Industrial Engineering Journal Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iej.v12i2.1115

Abstract

Jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud), serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Namun pada saat ini di Puskesmas masih banyak pelayanan yang kurang diatasi dengan baik sehingga pengguna jasa juga kurang merasa puas terhadap jasa tersebut, berdasarkan wawancara dengan pasien dan didukung oleh pernyataan dari manajemen, didapatkan hasil bahwa pasien banyak mengeluh terhadap waktu tunggu yang lama. Berikut ini merupakan variabel-variabel yang di teliti pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty. Dari hasil perhitungan nilai servqual (gap) per dimensi, yang menepati rank pertama adalah dimensi assurance dengan nilai -12,7, untuk urutan kedua yaitu dimensi emphaty dengan nilai -11,3, untuk urutan ketiga yaitu pada dimensi reliability dengan nilai -11,02, urutan keempat yaitu dimensi responsiveness dengan nilai -9,62, dan urutan terakhir atau kelima yaitu pada dimensi tangible dengan nilai -2,54. Dari hasil analisis perhitungan gap secara keseluruhan pada semua dimensi memiliki nilai negatif, seperti terdapat pada dimensi assurance 2 yang memiliki nilai terendah yaitu perawat melayani dengan sopan, ramah dan terampil dalam melaksanakan tugasnya, nilai yang rendah menunjukkan bahwa apa yang diharapkan pasien belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pasien.
Pengendalian Kualitas pada Produksi Air Minum Dalam Kemasan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis di CV. XYZ Silalahi, Sindya Erwiyani; A. Gani, Subhan; Fatimah, Fatimah
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i2.16904

Abstract

CV. XYZ merupakan salah satu industri air minum dalam kemasan dengan produk utamanya adalah air siap minum dalam kemasan gelap (cup) volume 220 mililiter. Perusahaan ini telah menetapkan batas toleransi produk cacat sebesar 3% dari jumlah yang diproduksi, namun perusahaan sering mendapatkan produk cacat yang melewati batas toleransi yakni sebesar 7% selama rentang bulan Januari-Mei 2024. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir jenis cacat dan melakukan usulan perbaikan. Metode yang digunakan adalah diagram sebab-akibat (Fishbone diagram) dan FMEA. Diagram fishbone digunakan untuk mendidentifikasi akar masalah, sedangkan FMEA digunakan untuk menetapkan penyebab kegagalan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepada responden yang berasal dari bagian produksi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa jenis cacat tertinggi yaitu penutup (lid) kemasan cup bocor, diikuti dengan volume air dalam cup kurang, dan yang terakhir adalah pemasangan penutup plastik cup letaknya miring. Dengan menggunakan metode FMEA maka dapat diperoleh saran untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain dengan memastikan mesin sealing beroperasi pada suhu optimal, melakukan pengecekan kualitas plastik penutup sebelum digunakan, menggunakan kontrol otomatis untuk menyesuaikan aliran air berdasarkan level tangka, dan memastikan agar cup dan logo sesuai dengan spesifikasinya serta memastikan area disekitar sealing dan area penyimpanan penutup dibersihkan secara rutin. Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Produk Cacat, FMEA, Diagram Sebab-Akibat, Air Minum Kemasan Cup  
Implementasi Sistem Monitoring Stok Kedelai Berbasis Appsheet Menggunakan Metode Continuous Review System Pada UD. Gadang Hamonangan, Riski; A. Gani, Subhan; Dian Putri, Yohana
Jurnal Sistem Informasi dan Sistem Komputer Vol 11 No 1 (2026): Vol 11 No 1 - 2026
Publisher : STIMIK Bina Bangsa Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51717/simkom.v11i1.1293

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi sistem monitoring stok kacang kedelai berbasis AppSheet dengan metode Continuous Review System pada UD. Gadang, industri rumah tangga penghasil tempe di Kabupaten Mandailing Natal. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kekurangan bahan baku akibat kapasitas gudang terbatas dan pencatatan stok yang masih manual. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan melalui penentuan parameter pemesanan optimal dan digitalisasi monitoring stok. Hasil perhitungan menunjukkan ukuran lot pemesanan optimal sebesar 2.500 kg, reorder point 1.470 kg, dan safety stock 245 kg. Penerapan metode Continuous Review System menurunkan total biaya persediaan dari Rp. 155.421.471,48 menjadi Rp. 148.643.080,80 atau efisiensi sebesar 4,36%. Implementasi AppSheet mempercepat waktu pencatatan dari 10 sampai15 menit menjadi 3 sampai 5 menit per transaksi dan meningkatkan akurasi data hingga lebih dari 95%. Secara keseluruhan, sistem ini efektif dalam meningkatkan efisiensi biaya dan kinerja pengendalian persediaan bahan baku.
OPTIMASI PERENCANAAN DISTRIBUSI SOSRO MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING di CV. RAHMAD REZEKI purnama sari silalahi, purnama; Syukriah; A. Gani, Subhan
Jurnal Industrial Galuh Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Industrial Galuh
Publisher : Teknik Industri Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jig.v8i1.5814

Abstract

Abstract— CV. Rahmad Rezeki is an official distributor of PT. Sinar Sosro in North Aceh Regency, with Sosro boxed tea 200 ml as its flagship product that has high market demand. However, the company has not yet implemented a structured distribution planning and scheduling system, resulting in frequent overstock and stock shortages, delivery delays, and increased distribution costs. Based on company data, the total distribution cost over six months reached IDR 9,812,000, indicating that the existing distribution system was inefficient. This study aims to analyze the effectiveness of implementing the Distribution Requirement Planning (DRP) method in minimizing distribution costs and to identify constraints in distribution scheduling. The DRP method is applied to systematically plan distribution requirements based on demand. The results show that the implementation of DRP improves distribution efficiency, with total distribution costs over six periods amounting to IDR 6,382,380 compared to the company’s previous method, which incurred costs of IDR 10,198,932. This resulted in cost savings of IDR 3,816,552 or approximately 37%. Therefore, the DRP method is proven to be effective in reducing distribution costs and creating a more structured and efficient distribution system. Abstrak— CV. Rahmad Rezeki merupakan distributor resmi PT. Sinar Sosro di Kabupaten Aceh Utara dengan produk unggulan teh Sosro kotak 200 ml yang memiliki permintaan tinggi. Namun, perusahaan belum menerapkan sistem perencanaan dan penjadwalan distribusi yang terstruktur, sehingga sering terjadi kelebihan dan kekurangan persediaan, keterlambatan pengiriman, serta meningkatnya biaya distribusi. Berdasarkan data perusahaan, total biaya distribusi selama enam bulan mencapai Rp. 9.812.000 yang menunjukkan sistem distribusi belum efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan metode Distribution Requirement Planning (DRP) dalam meminimalkan biaya distribusi serta mengidentifikasi kendala dalam penjadwalan distribusi. Metode DRP digunakan untuk merencanakan kebutuhan distribusi berdasarkan permintaan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DRP mampu meningkatkan efisiensi distribusi, dengan total biaya distribusi selama enam periode sebesar Rp. 6.382.380 dibandingkan metode perusahaan sebelumnya sebesar Rp. 10.198.932, sehingga diperoleh penghematan biaya sebesar Rp. 3.816.552 atau sekitar 37%. Dengan demikian, metode DRP terbukti efektif dalam menurunkan biaya distribusi dan menghasilkan sistem distribusi yang lebih terencana dan efisien.
PENGARUH PENGHARGAAN DAN HUKUMAN TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PTPN IV REGIONAL I KEBUN RANTAUPRAPAT Tri Hastomo, Mhd. Dian; A. Gani, Subhan; Trisna, Trisna
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penghargaan dan hukuman terhadap disiplin kerja karyawan denganmempertimbangkan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada PTPN IV Regional I KebunRantauprapat dengan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 81 karyawan yang ditentukanmelalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisisdengan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbantuan perangkat lunak SmartPLS4.1.6. Hasil analisis menunjukkan bahwa hukuman berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap disiplinkerja karyawan, sedangkan penghargaan tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Meskipun demikian,motivasi kerja berguna sebagai mediator penuh atas hubungan antara penghargaan dan disiplin kerja, serta sebagaimediator parsial atas hubungan antara hukuman dan disiplin kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitaskebijakan penghargaan dan hukuman dalam meningkatkan disiplin kerja akan lebih optimal apabila disertai denganpeningkatan motivasi kerja karyawan. Hasil pada penelitian ini berguna untuk memberikan kontribusi praktis untukmanajemen dalam perumusan kebijakan sumber daya manusia yang berfokus dalam pembentukan disiplin kerja secaraberkelanjutan.
OPTIMALISASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE FUZZY GOAL PROGRAMMING PADA UD. ARASCO COFFE Nabilla, Nabilla; A. Gani, Subhan; Bahri, Syamsul
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5876

Abstract

Arasco Coffee adalah industri rumah tangga yang memproduksi lima jenis kopi bubuk, yaitu X Tubruk, B, A, IL, dan 100 gram. Adanya permintaan yang tidak dapat dipenuhi serta kertebatasan pada mesin mengakibatkan perusahaan tidak mampu memenuhi seluruh permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan perencanaan produksi dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Metode yang digunakan adalah Fuzzy Goal Programming, karena mampu menangani permasalahan multi-tujuan dan ketidakpastian tanpa memerlukan pembobotan prioritas. Data permintaan dianalisis menggunakan metode peramalan deret waktu, sedangkan penyelesaian model dilakukan dengan menggunakan software LINGO. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah produksi optimal yang didapat dengan metode Fuzzy Goal Programming sebesar Kopi X Tubruk sebesar 26.801 kg, kopi B sebesar 16.331 kg, kopi A sebesar 13.551 kg, kopi IL sebesar 9.585 dan kopi 100/gram sebesar 9.016 kg. Alokasi produksi tersebut mampu mengurangi kelebihan beban pada mesin grinder serta meningkatkan pemanfaatan mesin dan jam kerja secara lebih efisien. Dengan demikian, penerapan metode Fuzzy Goal Programming terbukti mampu membantu UD. Arasco Coffee dalam menyusun perencanaan produksi yang lebih optimal, efisien, dan sesuai dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki.